
"Tidak ada sayang hanya aku pikir mungkin Steven tak bisa tidur saat ini karena dia berada di tempat baru, sebagai mertua yang baik bukankah sebaiknya aku menghiburnya." ucap Bima dengan akal liciknya
Nadia memutar bola matanya malas mendengar perkataan Bima, sayang kau tak usah memikirkan keadaan Steven biar itu menjadi urusan Anisa sebagai istrinya." ucap Nadia
Dengan terpaksa Bima menuruti kata istrinya untuk beristirahat pasalnya istrinya terus mengawasinya dari tadi masuk kamar membuatnya tak bisa melakukan apapun
Sementara itu di kamar Nadia Steven yang sudah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan baju tidur lalu berencana untuk naik ke atas tempat tidur Anisa melihat hal tersebut langsung menautkan alisnya "kakak mau apa." tanya Anisa, "ya mau tidur lah mau apa lagi." ucapkan Steven
"Sebaiknya Kakak tidur di sofa ini bantal dari selimut." ucap Anisa memberikan bantal dan selimut
"Tapi Sofanya sangat kecil dan pasti badanku akan sakit semua besok pagi apa kau tega melakukan hal itu padaku." ucap Steven dengan muka permohonannya
Anisa melihat sofa tersebut Lalu melihat ke arah Steven memang untuk ukuran tubuh Steven sofa itu terlihat sangat kecil, Anisa berpikir sejenak "Baiklah kakak tidur di ranjang biar aku yang tidur di sofa." ucap Anisa
"Mengapa harus seperti itu kita kan sudah menjadi suami istri Apa tidak sebaiknya kita tidur satu ranjang aku janji akan menyentuhmu sampai kau bersedia disentuh olehku." ucap Steven
Anisa menatap Steven dengan tatapan curiga "Baiklah kau boleh tidur tapi awas jika kau melakukan sesuatu padaku aku akan menggigitmu hingga kau mendapat beberapa jahitan di seluruh tubuhmu." ancam Anisa
Steven menelan silvernya dengan kasar lalu mengangguk setuju kemudian naik ke tempat tidur tapi sebelum naik Annisa mengambil bantal guling agar membuat penghalang antara dirinya dan Steven, "Kenapa harus ada penghalang seperti ini aku tak akan melakukan apapun padamu kau jangan khawatir aku seorang pria yang memegang kata-kataku." ucap Steven
"Aku belum tahu apa kata-katamu bisa dipercaya apa tidak semua laki-laki sama saja kalau sudah berdekatan dengan wanita dia akan menjadi buas jadi terimalah keadaan itu Dan jangan banyak protes bersyukurlah Aku mau berbagi tempat tidur denganmu." ucap Anisa
Mendengar perkataan Anisa membuat tips yang terdiam dan langsung berbaring sementara Anisa juga ikut berbaring keduanya kini terlelap karena mungkin kelelahan karena mereka saat bangun langsung naik pesawat dan saat tiba di rumah pun mereka harus langsung dinikahkan sehingga mereka tak sempat untuk beristirahat
Sementara Sofia selesai meracik sesuatu langsung ke tempat dimana Ayah Tuan Ronaldo berada setelah melihat kondisi ayat tuan rumah d yang mulai pulih kita lalu memberikan obat yang dia bawa kemudian diminumkan oleh ayah tuan Ronald
Tampak Ayah tuan Ronald sangat terkejut saat pertama melihat wajah sofia karena dia berpikir itu adalah stuart, "kau kah itu stuart tapi kenapa kau berubah menjadi wanita yang lebih muda." tanya ayah Tuan Ronald saat kesadarannya kembali dengan suara yang terbata-bata dan kecil dokter yang menjaga tampak bingung mendengar perkataan ayah tuan Ronald sementara Sofia tampak menghembuskan nafasnya kasar karena dia yakin pasti pria tua tersebut berpikir bahwa Sofia adalah Stuart
Tiba-tiba Tuan Ronaldo datang Lalu masuk ke ruangan tersebut tampak Dia sangat terharu saat melihat ayahnya yang sudah siuman "Ayah akhirnya kau sadar juga Apakah kau baik-baik saja." tanya Tuan Ronaldo, sambil berjalan mendekati saya yang terbaring di atas ranjang pasien
"Bagaimana tuan Apakah kau bisa melihat dengan jelas dan berbicara." tanya Sofia, tampak Ayah tuan Ronald karena dia merasa sudah baikan
"Tuan sebaiknya jangan lama-lama berinteraksi dengan ayah anda karena dia butuh istirahat Beberapa jam lagi sebaiknya besok pagi saja anda kembali untuk berbicara dengannya." ucap Sofia
"Baiklah aku mengerti ayah sebaiknya istirahat dulu besok pagi kita akan bicara lagi." ucap Tuan Ronaldo, lalu keluar dari kamar perawatan tersebut dan menunggu di depan pintu tanpa Kikan memberi kode pada seorang dokter yang berjaga setelah itu Sofia langsung keluar dari ruangan perawatan saat melihat ayah Tuan renang Sudah terlelap setelah diberi obat
Tampak tuan Ronald yang menunggu Sofia langsung menyambut Sofia "terima kasih sudah menyelamatkan nyawa ayahku aku berutang nyawa pada dirimu, apapun yang terjadi jika kau membutuhkan sesuatu hubungi saja aku aku pasti siap untuk membantumu." ucap tuan Ronald
"Terima kasih Tuan aku akan kembali ke kamarku terlebih dahulu karena besok pagi aku harus kembali." ucap Sofia
"Baiklah aku mengerti terimakasih nona Sofia." ucap tuan Ronald sekali lagi
Mr D melihat semua itu tampak tersenyum "akhirnya kau berhasil melewati ujian pertama semoga saja nanti saat ujian selanjutnya kau bisa berhasil." ucap Mr D
Sementara itu stuart yang berada di ruang kerjanya tampak melihat foto Sofia saat dia kecil "putriku yang cantik dan pintar." ucap Stuart tak berselang lama ponselnya berbunyi tampak sebuah pesan masuk membuat Stuart semakin tersenyum lebar aku yakin kau akan berhasil dan kau memang pantas untuk menjadi penerusku." ucap Stuart
Pagi menjelang tampak di sebuah rumah mewah seorang pria dengan mata panda di bawahnya gelisah menunggu di meja makan dua orang yang sedang tertidur lelap di dalam kamar
"Sayang Kenapa Anisa dan Steven belum juga keluar Ini sudah waktunya sarapan." ucap bima, nanti yang menghembuskan nafasnya kasar melihat sang suami yang matanya seperti panda karena semalam tak bisa tidur gelisah memikirkan Anisa dan Steven
Sayang apakah Kau tidak bisa tenang sedikit Steven dan Anisa adalah pengantin baru wajar saja kalau mereka belum keluar kamar jam seperti ini lagi pula kenapa kau harus merepotkan mereka berdua jika kau ingin makan, kau makan saja sebelum kau melakukan aktivitas yang lain tapi tolong kau lihat kantung matamu yang besar itu." ucap Nadia
Bima menunduk lalu memakan sarapannya dia sudah melihat kantung matanya saat tadi membasuh wajahnya dia juga bingung kenapa dia tak bisa tidur sama sekali semalam
Sementara itu di kamar Steven dan Anisa tampak kedua pasangan pengantin baru itu saling berpelukan sambil tertidur semua bantal guling yang membuat batasan antara mereka berdua sudah berserakan jatuh ke lantai tanpa mereka sadari.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya