
"Ada apa sebenarnya siapa pria yang kau bawa kemari sepertinya dia masih sangat muda dan siapa yang sudah memukulnya separah itu." tanya kakek tua yang sudah duduk di sofa
"Aku juga kurang tahu Tuan tapi Sofia tadi meminta tolong padaku tapi sepertinya dia sedang bersedih itulah aku segera mengamankan pria tersebut dari rumah sakit milik Tuan leo tapi saat aku ke sana sepertinya bawahan tuan Stuart sedang bertarung melawan bawahan tuan leo, Mr di masih sedang berbicara dengan Tuan Abdullah ponselnya tiba-tiba berdering dan dia sangat yakin telepon itu dari Stuart
"Apa yang kau lakukan Apa kau ingin mengkhianati ku kembalikan dia bahwa dia ke markas secepatnya atau kau akan tahu akibatnya." ucap Stuart, maaf tuan kali ini aku tidak bisa menuruti perintahmu silakan menghukum ku." ucap Mr D, "apa katamu katakan padaku kau sekarang di mana kau jangan membuat aku semakin kesal padamu ucap Stuart
"Tuan maafkan aku harus melakukan ini tapi Sofia tidak pernah meminta apapun padaku dan dia baru meminta kali ini kepadaku walaupun harus mempertaruhkan nyawaku aku akan melakukan apa yang dia inginkan maafkan aku Tuan." ucap Mr D
"Mr D dengarkan aku aku melakukan ini semua demi masa depan Sofia Apa kau tahu siapa pria itu dia adalah penghalang utama Sofia menjadi seorang ketua mafia Apa kau ingin menghalangi Sofia untuk menjadi ketua." ucap Stuart
Sementara itu Sofia yang ada di kamarnya tampak sangat cemas menanti kabar dari Mr D karena Mr D berjanji akan menghubunginya jika dia sudah sampai di kediaman sang kakek, "aduh di mana paman D aku menghubungi tapi nomornya masih sibuk." ucap Sofia
Sementara mr D yang masih sibuk menerima telepon dari Stuart tiba-tiba ponsel Tuan Abdullah berbunyi dan itu panggilan dari Kikan putrinya, "halo ayah ini aku Ayah apakah mister di membawa seseorang ke tempat ayah." tanyak Kikan, setelah tadi dia mendapatkan informasi dari tuan Leo bahwa ada yang membawa pergi Arthur dari rumah sakit miliknya tapi itu bukan bawahan Stuart dan tidak ada yang mengetahui siapa yang membawa Arthur
Tampak Tuan Abdullah bingung siapa sebenarnya pria yang di bawah Mr D ini sampai-sampai putrinya menelepon secara pribadi dan bertanya secara langsung padanya "iya benar nak seorang pemuda yang terluka parah di bawa kemari oleh Mr D aku sedang merawatnya Untung saja luka dalamnya tidak terlalu parah sehingga dia bisa sembuh beberapa hari lagi." ucap tuan Abdullah
"Ayah jangan biarkan siapapun membawanya rawat dia dengan baik jika sampai pria itu kenapa kenapa maka cucumu akan menjadi orang yang tak punya perasaan dan menjadi wanita yang tak memiliki rasa kasih terhadap siapapun itu sama saja Sofia tak memiliki hati." ucap Kikan
Baiklah Ayah mengerti ayah akan merawatnya sampai sembuh kau tenang saja awasi saja Sofia
"Apa maksud Tuan dia adalah penghalang bagi Sofia siapa dia sebenarnya." tanya Mr D, "dia adalah pria yang dicintai oleh Sofia dan dia adalah kelemahan Sofia jika sampai dia berada di sisi Sofia maka semua yang aku lakukan untuk Sofia akan hancur berkeping-keping dia akan memiliki seseorang yang menjadi kelemahannya dia belum cukup kuat untuk melindungi pria tersebut kau tahu bagaimana musuh-musuh kita akan mengincarnya ketika sampai dia mengetahui kelemahan Sofia." ucap Stuart
"Dengar aku Mr D jika sampai kau melindunginya maka aku menganggap dirimu sebagai penghianat dan aku akan mengejar kalian berdua seperti aku mengejar musuh-musuh ku." ucap Stuart panggilan telepon pun terputus, tampak mikir di menutup kedua matanya setelah menerima panggilan telepon dari Stuart tapi dia sudah bertekad untuk melindungi Arthur
Tampak Sofia yang berada di kamarnya harap-harap cemas dengan apa yang terjadi pada Arthur akhirnya dia mencoba untuk menelepon kembali kali ini telepon itu tersambung tampak Mr D langsung mengangkat panggilan telepon tersebut "Paman bagaimana apakah dia baik-baik saja maafkan aku paman melibatkan mu dalam hal ini aku sungguh tak tahu lagi harus meminta pertolongan pada siapa." ucap Sofia setelah panggilan teleponnya diangkat
"au jangan khawatir sayang itu baik-baik saja apakah kau baik-baik saja kau jangan khawatir aku akan melindunginya dari ayahmu kau hanya perlu percaya pada paman dan ingat apapun yang terjadi kau jangan sampai melukai dirimu sendiri." ucap Mr D
"Terima kasih Paman aku sangat menyayangimu." ucap Sofia, "Paman juga menyayangimu Sofia kau lebih dari murid tapi aku sudah menganggap mu seperti anakku sendiri sekarang beristirahatlah Paman akan melakukan sesuatu." ucap Mr D panggilan telepon terputus
"Apa yang akan kau lakukan Stuart tak sesederhana yang kalian pikirkan aku yakin dia akan menggunakan segala macam cara untuk mendapatkan pria tersebut." ucap tuan Abdullah
"Aku juga tidak tahu apa yang harus aku lakukan saat ini Tuan pasalnya tuan Stuart memiliki banyak pengikut dengan kemampuan yang luar biasa walaupun aku salah satu pemimpin kelompok bayangan tapi ada beberapa orang juga yang setara denganku dan merupakan anggota kelompoknya jika sampai Arthur keluar dari tempat ini itu berarti taruhannya nyawanya karena tuan Stuart tak memiliki belas kasih bagi seseorang yang menghalanginya keinginan terbesarnya adalah menjadikan Sofia penggantinya di masa depan dan keinginan itu saat ini menjadi sebuah cita-citanya sehingga dia tak pernah melihat kebahagiaan Sofia yang sebenarnya dia memaksa Sofia untuk menjadi seseorang seperti dirinya yang tadinya hanya sebagai cita-cita kini berubah menjadi ambisi yang tak bisa dibendung." ucap Mr D
Tuan Abdullah menghembuskan nafasnya kasar lalu melihat Mr D "aku yakin dia akan mencari cara untuk menculik pria itu dari sini sekarang sebaiknya kalian meninggalkan tempat ini setelah beberapa hari di sini aku yang akan memberi jalan pada kalian agar terhindar dari Stuart." ucap tuan Abdullah
"Aku juga memikirkan hal yang sama Tuan aku yakin saat ini kediaman ini sudah diintai oleh beberapa orang Untung saja Tuan memasang alarm di sini sehingga mereka tidak bisa bergerak dengan bebas." ucap Mr D
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya