My Wife My Hero

My Wife My Hero
78. Malik atau Malika



"hei apa yang kau lakukan mengapa kau memukul ponselku aku membelinya dengan susah payah, itu juga bukan salah ponselku kan itu salah Google kenapa kau malah memukul ponselku." ucap si codet setelah melihat ponselnya jatuh ke bawah lalu dengan cepat mengambilnya


"sudah berhenti bertanya dengan google aku akan bertanya pada ahlinya kau sebaiknya jangan pernah kau menyebut google lagi atau bukan hanya ponsel mu yang jatuh tapi kau juga Ku jatuhkan kau ke jurang ." ucap Lusi sambil menatap tajam si codet, si codet langsung memasukan ponselnya ke saku karena takut melihat tatapan Lusi


Lusi langsung mengeluarkan ponselnya lalu menelepon seseorang tapi yang di telepon hanya berkata aku akan datang ke tempat di mana kau berada membuat Lusi frustasi tadinya dia hanya ingin bertanya tapi malah orang yang menyebalkan baginya akan datang


"ada apa kenapa kau terlihat kesal setelah menelepon, bagaimana apakah kau sudah mengetahui apa yang harus kita lakukan saat berpacaran." tanya si codet


"astaga aku pikir kita akan menemukan solusi dengan menghubungi si wanita palsu itu tapi sepertinya bencana akan segera datang ke arah kita ayo kita kembali ke markas aku ingin beristirahat ingat besok jika ada wanita cantik dan seksi yang mencari ku katakan padanya aku tak ada, ayo cepat jalan aku ingin beristirahat." ucap Lusi lalu memperbaiki duduknya lalu menutup matanya dengan tangannya


sementara itu Lisa dan si tato tampan sedang berdebat di perjalanan menuju markas, "kau sebaiknya menjaga sikapmu padaku ingat kita hanya berpura-pura menjadi pasangan kekasih." ucap Lisa


"aku kan hanya berusaha bersikap profesional apa salahnya kita praktekan terlebih dahulu cara berpegangan tangan." ucap si tato, untuk apa kau praktek di dalam mobil apa kau gila cepat lepaskan tanganku atau aku akan menenggelamkan dirimu begitu kita melewati danau." ucap Lisa


si tato cengengesan setelah mendengar perkataan Lisa langsung melepaskan tangan Lisa, sang sopir hanya bisa tersenyum tipis melihat adegan tersebut, "jadi kapan kita akan pergi makan malam seperti drama yang kita lihat tadi beberapa tips berkencan di publik." ucap si tato


Lisa menatap tajam si tato bisa tidak kau jangan dulu memikirkan hal tersebut, "kapan saja kita bisa makan malam yang kau harus pikirkan bagaimana agar semua terlihat natural dalam hubungan kita agar tak ada yang curiga jika tiba aku muncul dan menjadi kekasih mu itu adalah hal yang aneh." ucap Lisa


si tato berpikir sejenak, kau benar kau haru menjadi seseorang yang tak sengaja aku temui dan kau harus memiliki tempat tinggal dan pekerjaan yang berbeda di sekitar ku, oh iya kau aku tau di klub aku sedang mencari seorang asisten kau bisa melamar menjadi asistenku besok dan kau bisa tinggal di rumah ibuku selama misi yang kita lakukan." ucap si tato


Lisa tampan syok mendengar semua perkataan si tato, "apa menjadi asisten mu dan aku harus tinggal bersama ibumu apa kau gila apa yang akan di pikirkan oleh ibumu padaku, aku akan mencari tempat tinggal sendiri dan membuat sebuah surat perjanjian yang memiliki beberapa syarat selamat kita menjadi pasangan kekasih." ucap lusi


"tidak kau tak boleh tinggal sendiri aku tak setuju kau harus tinggal bersama ibuku atau aku akan mengatakan pada ketua kau tak mau melakukannya tugas ini karena tinggal seorang diri di dunia bawah sangat berbahaya walaupun kau wanita yang memiliki kemapuan beladiri, kalau masalah perjanjian kita akan bicarakan besok di klub." ucap si tato


sementara itu Lusi dan si codet baru saja sampai ke markas, Tampak Lisa dan si codet tampan terkejut saat melihat para bawahan si codet berkerumun seperti melihat sesuatu, tampak Lusi menautkan alisnya saat mencium bau yang sangat familiar, "kenapa perasaanku jadi tidak enak melihat kerumunan dan ada bau yang sangat familiar ." ucap Lusi dalam hati sambil keluar dari mobil sementara si codet yang melihat bawahannya berkerumun seperti semut yang sedang melihat gula tampak bingung


hai apa yang kalian lakukan." terik si codet semua bawah si codet tampak berbalik ke belakang lalu mundur, tampak seorang wanita cantik dan seksi berada di tengah lingkaran, si codet tampak terbelalak melihat wanita cantik bak Dewi, sementara Lusi tampak terkejut "astaga kenapa manusia setengah matang ini kemari perasan aku belum menelepon memberitahukan lokasi ku." ucap Lusi dalam hati


"adikku sayang akhirnya aku menemukanmu Untung saja kau menelepon ku tadi sehingga aku dengan mudah menemukan mu." ucap wanita cantik tersebut


"Malik kenapa kemari aku kan tak pernah menyuruh mu kemari, dan apa kau sudah gila keluar dengan dandanan seperti itu untuk bertemu denganku." ucap lusi


"namaku Malika kau ini kenapa memanggil Malik, apa kau tak lihat wajah para pria ini melihat kecantikan ku, kau jangan merusak nama baik ku ." ucap wanita cantik tersebut yang di panggil Malik


sementara itu para bawahan si codet tampak bingung saat Lusi memanggil wanita yang mereka kagumi dengan nama Malik, padahal tadi wanita tersebut mengenalkan dirinya dengan nama Malika saudara Lusi, Lusi langsung menarik paksa masuk Malik ke dalam kamarnya, sementara si codet melihat bawahannya, "kami juga tidak tau ketua tadi wanita tersebut mengatakan mencari nona Lusia." ucap salah satu bawahan si codet


si codet tampak mengangguk lalu masuk menuju ruang kerjanya, tampak si codet mengeluarkan ponselnya dan berbicara di grup tentang wanita cantik yang baru saja datang ke markas miliknya, tapi saat asik berkirim pesan ruang kerja si codet di ketuk dari luar setelah si codet mempersilahkan masuk tampak Lusi langsung masuk dan duduk tepat di hadapan si codet


"tolong siapkan kamar satu untuk saudara ku." ucap Lusi, si codet tampak kebingungan karena Lusi meminta kamar tidur, bukan kah kamar Lusi cukup luas lagipula mereka sama-sama wanita apalagi mereka saudara kenapa tidak tidur bersama pikir si codet, kenapa bukanya kalian sama-sama wanita kenapa tidak tidur bersama lagi pula kamar wanita di sini hanya kamar milik mu yang sengaja aku siapkan." ucap jujur si codet


"tidak masalah berikan saja kamar yang biasa di tiduri oleh pria, yang penting kamar tersebut memiliki tempat tidur." ucap Lusi , "tapi itu tak baik apalagi kamar tersebut tak memiliki kunci bagaimana jika ada yang berniat jahat pada saudara mu." ucap si codet , itu tak masalah dia bisa menjaga diri lagi pula aku yakin orang yang berniat melecehkan dirinya pasti akan menyesal jika melecehkannya, jadi tolong Antarkan aku ke kamar tersebut agar aku bisa mengantarkannya ke sana ." ucap Lusi .


jangan lupa like, komen dan hadiahnya