My Wife My Hero

My Wife My Hero
59. keracunan



"Benarkah sayang sabar Sayang aku akan segera datang untuk memuaskan mu seperti biasanya." ucap pria tersebut


"baiklah sayang Aku menunggu kedatanganmu sayang Sudah dulu ya sepertinya smit akan segera kembali." ucap sila lalu menutup panggilan telepon tersebut


sementara Smith yang baru saja sampai di pekarangan rumahnya tampak tersenyum sambil melihat ke arah tangannya yang memegang kantung makanan Smit kemudian masuk ke dalam rumah langsung menuju kamarnya "Sayang lihat ini aku sudah memberikannya untukmu Kau pasti sangat menyukainya." ucap yang langsung masuk ke dalam kamar tampak sila tersenyum menyambut kedatangan Smit


"sayang aku sudah lama menunggumu Tentu saja aku akan sangat menyukainya semua yang kau berikan untuk ku ucap sila


"tentu saja Sayang aku akan memberikan semua yang terbaik untukmu karena aku sangat mencintaimu ucap Smit, "oh iya aku sudah membicarakan tentang pekerjaan untuk saudaramu kepada Arthur Dia sedang memikirkannya sedangkan aku akan menjadi wakil direktur seperti yang sudah aku bicarakan " ucap Smit


"Benarkah aku sangat bahagia kau sudah bekerja di perusahaan dengan jabatan yang tinggi dan aku yakin pasti Arthur juga akan menyediakan jabatan yang baik untuk kakakku sebagai penghargaan kepada mu, bagaimana pun kakak ku adalah Kaka iparmu." ucap sila


"entahlah sayang aku juga tidak tahu karena aku orang yang sangat tegas dalam menjalankan sebuah perusahaan dia akan melihat apakah orang tersebut mampu atau tidak oh iya dia meminta berkas-berkas milik kakakmu." ucap Smit


"maksudnya dia meminta identitas diri ijazah dan lain-lain."tanya yang sudah mulai cemas,"Sayang apa tidak bisa semua itu ditiadakan saja dan dia dimasukkan begitu saja sebagai karyawan karena kakakku hanya tamatan SMA semua berkas-berkasnya entah ke mana karena saat kami pindah dari kampung kami yang dulu ke kampung Baru banyak barang-barang yang tertinggal." ucap sila


"Benarkah Baiklah nanti aku akan bicarakan dengan Arthur tapi kau harus tahu jika dia tak punya ijazah atau identitas diri dia hanya bisa menjadi cleaning service di perusahaan." ucap Smit


hari telah berganti menjadi malam di villa Daren tampak saat ini semua orang sudah berkumpul di meja makan dengan penuh kegembiraan tampak mereka makan bersama dengan saling bercanda tak ada yang aneh semuanya tampak normal tapi beberapa menit kemudian tiba-tiba tuan baruto jatuh pingsan begitupun Aron dan Alisa tampak dari tersenyum melihat ketiga orang tersebut sudah tak sadarkan diri, "daripada aku harus meracuni kalian sedikit demi sedikit lebih baik aku langsung meracuni kalian saja agar waktu ku tak terbuang sia-sia." ucap Daren tak berselang lama datang asisten Daren


"Tuan dokter bedah plastik sudah siap untuk melakukan operasi yang anda inginkan dan orang-orang yang sudah membantu kita sudah aku amankan." ucap asisten Daren


Baiklah aku mengerti singkirkan mereka bertiga buatlah seperti kecelakaan tapi kau harus menunggu sampai besok pagi agar aku bisa mengatakan bahwa mereka hilang saat kembali dari villa." ucap Daren handphone bangkit dari kursinya lalu melangkah menuju halaman belakang villa tampak sebuah ruangan di mana dokter berada dan perawat


"Tuan silakan memakai baju ini dan kita akan melakukan prosedur operasi plastik seperti keinginan tuan ucap dokter, dari langsung mengambil baju pasien tersebut dan mengadakannya setelah itu dia berbaring di ranjang pasien "Baiklah dokter lakukan ingat harus sama persis Tak ada bedanya sedikitpun." ucap Daren


tampak asisten Daren dan beberapa bawahannya tampak membungkus tiga orang yang berada di meja makan ,"bawa mereka dan masukkan ke dalam pendingin besok pagi baru kita akan melakukannya ucap asisten Daren


sementara itu Efendi yang sedang berada di rumahnya tampak bingung karena barato tak membalas pesannya sudah beberapa jam biasanya baruto akan membalas pesannya dengan cepat "Apakah di sana tidak ada sinyal tapi kalau tidak ada sinyal Kenapa pesanku terkirim." ucap Efendi sambil terus melihat hp-nya karena khawatir dengan keadaan Baroto


Sementara itu di kediaman kakek Arthur tampak atur dan kakeknya sedang makan malam bersama "di mana pria yang kau tolong tadi." tanya kakek Arthur," Dia sudah pergi kakek Sepertinya dia sangat terburu-buru sehingga dia langsung pergi begitu sadar." ucap Arthur


"Astaga Dia pria yang sangat kuat aku tadi juga berbicara dengan dokter katanya lukanya cukup parah walaupun tak ada yang berbahaya tapi menurutnya itu akan sangat sakit tapi sepertinya dia tidak apa-apa." ucap kakek Arthur


"Iya kakek dia baik-baik saja bahkan dia kelihatan seperti orang yang tak terluka." ucap Arthur,"Benarkah sungguh pria hebat oh iya kapan kau akan kembali tanya kakek Arthur


"Aku akan kembali besok pagi untuk mengurus beberapa urusan perusahaan aku kemarin hanya ingin membicarakan tentang kakak Smit." ucap Arthur


"Baiklah berhati-hatilah di sana Jika kau punya waktu luang Tolong ambil berkas sila kakek juga ingin mengetahui siapa sebenarnya sila, agar kita bisa tahu latar belakang sila, apalagi selama ini aku ataupun kedua orang tuamu tak pernah bertemu dengan sila karena kakakmu menikahinya begitu saja tanpa mengatakannya pada kami." ucap kakek Arthur


"Untung kakek mengingatkan aku hampir saja aku lupa Baiklah nanti aku akan menyuruh asistenku untuk mengambil berkas tersebut dari rumah Aron ." ucap Arthur, Baiklah kakek akan beristirahat terlebih dahulu ucap kakek Arthur sambil bangkit dari kursinya lalu melangkah menuju kamarnya


Arthur pun akhirnya bangkit dari kursinya dan berjalan menuju kamarnya begitu masuk ke dalam kamar Arthur langsung mengambil ponselnya tampak beberapa pesan dari Aron dan beberapa foto yang dikirim oleh Arthur di mana ada foto Darin Alisa dan Tuan Broto


Dengan seksama aku sepertinya pernah bertemu dengan pria ini tapi di mana Aku sampai lupa mendapatkan pesan dari mengirim pesan kepada Arun tapi setelah menunggu beberapa menit tak ada balasan dari Aron hal tersebut membuat Arthur menjadi bingung karena Aron tak pernah sedikitpun berpaling dari ponselnya dan setiap pesan darinya Aron pasti secepatnya membalas walaupun dia sedang sesibuk apapun, atur pun akhirnya mematikan ponselnya lalu beristirahat karena dia lelah menunggu pesan dari Aron


Sementara itu di dunia bawah tanah tampak Sofia sedang bersiap dia sengaja keluar sendiri tanpa dori karena ingin melihat secara langsung apa yang terjadi di klan dragon dan klan sanca seperti beberapa laporan yang di sampaikan oleh dori.


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya