My Wife My Hero

My Wife My Hero
140.pria baru Sheila



Sementara itu di perusahaan Samuel tampak Samuel yang sedang bekerja di depan laptop miliknya sementara itu di ruangan sang asisten Abraham tampak Abraham sedang melihat foto seorang wanita cantik yang sudah dua minggu ini mereka intens saling bertukar kabar dan sempat berkencan secara diam-diam


Di kamar Sofia tampak ketiga wanita yang sudah duduk saling berhadapan dengan keadaan yang sudah normal kembali "cepat katakan pada kami kau bertukar pesan sama siapa jangan-jangan kau memiliki pria baru setelah kau berpisah dengan damar." ucap Dinda


"Tenanglah kalian ini ada apa sih seharusnya yang kita introgasi terlebih dahulu adalah dia tunjuk Sheila pada Dinda membuat Sofia langsung mengalihkan pandangannya dari Sheila ke arah Dinda, "emangnya ada apa dengan Dinda jangan bilang dia sudah berkencan dengan si batu kali." ucap Sofia


Sheila langsung menatap ke arah Sofia "jadi kakak sudah tahu bahwa Dinda dan kakak Abraham sedang berkencan." ucap Sheila, mana aku tahu kalau mereka berkencan, aku baru tahu saat kau mengatakannya tapi aku memang sempat tahu bahwa Dinda dan Abraham saling menyukai." ucap Sofia


"Oh astaga aku pikir kau tak mengetahui hal tersebut karena kau pergi ke daerah terpencil, tunggu dulu kami datang kemari untuk bertanya tentang pengalaman mu di sana kenapa jadi kami yang bercerita." ucap Sheila


"Kau tak usah berusaha menghindar dengan mencari masalah orang lain untuk menyembunyikan masalah mu cepat katakan pada kami pria mana yang saling bertukar pesan denganmu aku sudah jujur dari awal tentang hubungan ku dengan Abraham jadi aku tak perlu menjelaskan lagi." ucap Dinda


"Sebenarnya aku tak sengaja bertemu dengan seseorang pria saat aku sedang bersedih di sebuah taman aku tak sengaja mengira dia adalah seorang penjual bunga aku pikir dia memberikan bunga tersebut padaku jadi aku memukulnya ternyata aku salah paham itu bunga yang di titipkan penjual bunga untuk sementara karena sedang ke toilet dan posisinya bunga tersebut tepat di simpan di hadapan ku, jadi aku merasa bersalah kemudian dia membelikan aku es krim yang lewat setelah makan eskrim kami pun saling bertukar nomor telepon dan akhirnya Beberapa hari ini kami saling berkirim pesan dan aku baru tau dia bekerja di perusahaan kakak Steven." ucap Sheila


Tampak Sofia dan Dinda saling memandang bekerja untuk kakak Steven, "apa dia mengetahui tentang dirimu dan identitasmu." tanya Sofia


"Oh ada satu hal lagi dia mengatakan bahwa dia pernah melihatku saat di restoran bersama dengan kalian semua tapi aku bingung kapan Dia melihatku." ucap Sheila


"Jangan katakan Dia melihat mu waktu kau menghajar damar tapi aku pikir restoran sudah tertutup jadi dia pasti tak akan mengira bahwa aku yang menghajar damar atau dia akan lari darimu ." ucap Dinda


"Kau ini sembarangan saja tidak mungkin lah aku memukul seseorang tanpa tahu kesalahannya lagi pula aku pikir dia orang yang sangat baik tapi aku juga belum tahu dia kerja di bagian mana yang aku tahu dia hanya bekerja di perusahaan kakak Steven." ucap Sheila


"Memang siapa namanya aku mengetahui beberapa orang yang bekerja di perusahaan kakak Steven." tanya Sofia, " namanya Doni ." ucap Sheila


"Tunggu dia mengirim pesan dia akan makan siang di sini bersama kakak Steven." ucap Sheila, "aku sangat penasaran tapi jika Memeng Dion yang kau maksud adalah asisten kakak Steven berati di biksu itu sudah menemukan wanita yang ingin dia nikahi tapi persoalannya adalah apakah ayahmu akan menerima Dion jika dia mau bersamamu damar saja diterima karena kau hampir saja meninggalkan rumah saat kau masih sekolah hanya karena kau tak ingin berpisah dari damar akhirnya paman Darmanto setuju itupun karena Tante Yuli sudah mengancam." ucap Sofia


"Inilah yang aku pikirkan aku yakin ayah selalu mengawasiku tapi kemarin setelah berpisah dari damar sepertinya ayah melonggarkan penjagaan yang padaku pergi ke luar negeri aku yakin ayah belum mengetahui tentang Dion." ucap Sheila


"Benarkah aku harap kali ini Paman Darmanto bisa berlapang dada dan membiarkanmu bersama seorang pria sebaik dion." ucap Sofia


"Tapi tunggu dulu sebelum kau memikirkan tentang Sheila kau berpikir tentang dirimu dulu bagaimana jika ada seorang pria yang mendekatimu bisa-bisa paman Stuart langsung menculiknya dan membuangnya ke jurang ayahmu sangat mengerikan jika tentang dirimu apa kau ingat dulu ada seorang pria yang menyukai dirimu saat sekolah bahkan pria itu sampai saat ini tak diketahui dimana rimbanya." ucap Dinda


"Bagaimana aku tidak mengetahuinya ayahku yang melakukan pekerjaan tersebut untuk menyingkirkan pria tersebut agar tak pernah muncul lagi di hadapan mu aku mendengar saat ayahku sedang berbicara di ruang kerja dengan beberapa bawahnya." ucap Dinda


"Benarkah aku bahkan tak tahu baterai itu menyukaiku aku pikir dia mengikutiku karena ingin berteman denganku sehingga aku tak terlalu mengambil pusing apa yang dia lakukan tapi hal itu membuat ayahku kesal karen dia selalu mereka semua aktivitas ku secara diam-diam, apalagi saat itu aku baru saja masuk sekolah menengah." ucap Sofia


"Benarkah sepertinya dia terobsesi padamu tapi di mana ya dia saat ini aku khawatir dia masih terobsesi dengan mu sampai saat ini apalagi yang aku dengar dia hanya diusir oleh ayahnya keluar negeri bersama keluarganya aku khawatir suatu saat dia akan kembali dan masih terobsesi padamu apalagi aku dengar semua rekaman dan foto yang dia ambil di musnahkan oleh ayahku membuatnya sakit hati." ucap Dinda


"Sudahlah tak usah membahas orang itu lagi pula semoga saja dia sudah bisa keluar dari posisinya terhadapku entah apa yang dilakukan sampai terobsesi dengan padahal aku bermaksud baik hanya ingin menolong yang saat dia hampir saja ditabrak oleh mobil." ucap Sofia


"Entahlah kadang seseorang tak pernah berpikir bahwa kita menolongnya hanya karena kemanusiaan tapi mereka berpikir hal lain kita menolongnya karena kita ada rasa dan kadang mereka ingin membalas kebaikan kita dengan ingin menjadikan dirinya pendamping kita tapi sebenarnya hanya dengan ucapan terima kasih saat kita menolong seseorang itu akan lebih baik." ucap Sheila


"Kau benar Sheila aku sangat setuju Dinda kenapa kau tak memanggil Abraham makan di sini oh tunggu biar aku yang akan menelepon kakak Samuel untuk datang kemari bersama Abraham ." ucap Sofia langsung mengambil telepon yang berada di samping tempat tidur miliknya, tampak Sofia melakukan panggilan telepon setelah di angkat Sofia langsung berbicara setelah berbicara Sofia langsung menutup panggilan telepon tersebut.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya