
Sementara itu di tempat lain tampak Tuan Roland memberikan perintah kepada beberapa anak buahnya untuk menjemput adik perempuan dan suaminya Tapi tidak untuk di bawah ke tempatnya tapi dibawa ke sebuah pulau terpencil yang sangat terisolasi dan dijaga oleh beberapa orang bawahannya Agar mereka tak kabur dari pulau tersebut
Tampak di sebuah rumah mewah adik dan Ronaldo beserta suaminya sudah bersiap-siap mereka akan naik jet pribadi milik Tuan Ronald, sayang Apa kau sudah menyimpan baik-baik racun yang akan kita gunakan pastikan racun tersebut tak diketahui oleh kakakmu." ucap sang suami
"Kau tenang saja sayang aku pastikan kakak ku yang bodoh itu tak akan mengetahui rencana kita." ucap adik tuan Ronald
Kini pasangan suami istri durhaka tersebut sudah menuju bandara diantar oleh beberapa orang bawaan Ronald yang menjemputnya dari rumah, Mereka pun naik pesawat pribadi milik Ronald dengan sombong menatap para penjaga
Sementara Sofia yang baru bangun langsung membersihkan tubuhnya tak berselang beberapa menit Sofia keluar dengan pakaian, Lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi Dinda
Sementara Dinda tampak sedang bersantai di kantin sambil makan, tampak seorang dokter pria mendekati Dinda, "hai Dinda apakah aku boleh duduk ." tanya dokter tersebut
"Hai kaka Aris boleh Kakak silahkan duduk." ucap Dinda sopan, "terima kasih Dinda." ucap Aris selalu duduk di kursi kosong, " sama-sama kakak." ucap Dinda
"Oh iya apa kau sudah memesan makanan dan minuman." tanya kak Aris, "sudah kak itu pelayannya lagi menuju kemari untuk membawakannya." ucap Dinda ketika melihat pesanannya diantarkan oleh seorang pelayan, tempat tersebut berjalan menuju meja Dinda dan langsung meletakan pesanan Dinda
"Oh iya Dinda Apa kau tahu ke mana Sofia pergi aku hanya mendengar dia izin selama 3 hari untuk keluar kota." tanya dokter Aris
"Entahlah kak aku juga tidak tahu soalnya setiap dia izin keluar kota dia pergi begitu saja tanpa memberitahukan ke mana tujuannya tapi sepertinya dia sudah kembali aku juga sudah menghubunginya tapi sepertinya dia sedang sibuk." ucap Dinda, berbicara tiba-tiba ponselnya berdering Dinda langsung melihat nama yang tertera di ponsel ternyata yang menghubungi adalah Sofia spontan Dinda langsung mengangkat panggilan telepon
"Halo kakak Sofia akhirnya kakak menghubungiku kembali." ucap Dinda seolah-olah lupa ada seseorang di mejanya
"Iya halo Dinda ada apa kau gigih sekali menghubungiku kemarin sampai kau mengirimkan pesan terus menerus aku sampai bingung Sebenarnya apa yang terjadi." tanya sofia
"Kakak belum tahu apa yang terjadi kemarin oh astaga apa tak ada yang memberitahumu tentang apa yang terjadi." tanya Dinda
Sofia menjadi bingung bingung pertanyaan Dinda "Apa maksudmu kejadian kemarin memangnya apa yang terjadi kemarin." tanya Sofia apa mau keluar
Dinda yang ingin berbicara langsung mengingat bahwa di hadapannya ada dokter Aris tidak enak menceritakan hal tersebut "nanti aku akan ceritakan setelah aku pulang aku aku langsung menuju ke rumahmu." ucap Dinda
"Astaga kau ini Baiklah aku akan menunggumu di rumah sekalian ajak Anisa aku sudah lama tak bertemu dengannya aku ingin bertanya tentang keadaannya." ucap Sofia
"Apa Anisa Sepertinya dia tak bisa ikut denganku karena dia memiliki sesuatu yang penting nanti aku jelaskan begitu aku bertemu denganmu." ucap Dinda
Dokter Aris yang sedari tadi fokus mendengar nama Sofia langsung tersenyum "Apakah Sofia sudah kembali kapan dia akan datang bekerja lagi." tanya dokter Aris
Dinda menatap bingung ke arah dokter Aris "memangnya ada apa kakak mencari kakak Sofia Apakah ada sesuatu yang ingin kakak bicarakan kenapa tak menghubunginya langsung dan bertanya." ucap Dinda dengan polosnya
"Tidak Aku hanya bertanya tentang dirinya saja agar aku tau kapan dia akan kembali bekerja pasalnya aku ingin mendiskusikan seorang Pasian yang kemarin menemui ku dengan penyakit dalam yang parah aku menyuruhnya untuk langsung di rawat tapi dia menolak karena merasa biaya rumah sakit pasti besar." ucap dokter Aris
"Oh begitu mungkin besok kak Sofia sudah masuk tapi entahlah aku juga tidak tahu pasti, kakak tidak memesan makanan." tanya Dinda
"Aku sudah memesan makanan sebentar lagi pasti datang kau makanlah terlebih dahulu." ucap dokter Aris
Mendengar perkataan dokter Aris Dinda pun cuek lalu memakan makanannya, antara Sofia setelah menelepon Dinda hanya menggeleng kepala dasar anak ini sudah informasinya tidak jelas entah apa maksudnya ucap Sofia lalu keluar dari kamar menuju meja makan sepertinya walaupun tubuhnya kecil tapi Sofia sangat kuat makan
Sementara itu jet pribadi yang ditumpangi oleh adik Tuan Ronald dan suaminya tampak mendarat di sebuah pulau sang adik yang tidak menyadari hal tersebut tampak dengan santai keluar dari pesawat tapi saat mereka akan turun dari tangga pesawat adik tuan Ronald kebingungan
"Apa yang terjadi kenapa kita mendarat di pulau ini bukannya seharusnya kita mendarat di kediaman ayahku." ucap adik tuan Roland
"maaf nyonya sepertinya ada sesuatu yang terjadi dengan pesawat sehingga kita harus mendarat di pulau ini untuk sementara waktu, silahkan turun di pulau ini ada sebuah vila bagaimana kalau Tuan dan nyonya beristirahat di vila tersebut begitu pesawat sudah kami perbaiki kami akan mengabari tuan dan nyonya." ucap pengawal tersebut bohong
"Baiklah antarkan kami ke sana aku juga ingin tidur sejenak." ucap adik tuan Ronald di ikuti oleh suaminya, tampak para pengawal mengelukan semua barang yang di bawa oleh ke Duanya lalu membawanya ke vila
"Ayo cepat bawa semua barang milik mereka jangan sampai ada yang tersisa, agar kita segera meninggalkan pulau ini dan untuk yang di tugaskan menjaga pulau berhati-hatilah." ucap seorang pengawal senior
Tampak adik tuan Ronald sudah sampai di villa, saat mereka masih beristirahat di teras para pengawal membawa semua barang-barang milik mereka " hei ada apa ini kenapa membawa semua barang yang kami bawa kita kan hanya beberapa jam di sini tas ini cukup bagiku, kalian bawa kembali ke pesat." ucap adik tuan Ronald
"Maaf nyonya ini biar barang nyonya aman baiklah nyonya kami kembali ke pesawat dulu." ucap salah seorang pengawal lalu bergegas pergi takut ketinggalan pesawat
"Sayang ayo kita beristirahat di dalam seperti ini aku sangat menggantung setelah meminum jus di pesawat tadi." ucap adik tuan Ronald, " aku juga mengantuk Ayo kita beristirahat mungkin perbaikan butuh beberapa jam ucap sang suami lalu mereka masuk untuk beristirahat
sementara para bawahan Tuan renang langsung naik ke jet pribadi bergegas meninggalkan pulau tanpa disadari oleh pasangan suami istri yang sedang terlelap
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya