
"Baiklah sekarang kau boleh keluar." ucap Stuart , pria tersebut memberi hormat kepada kedua orang pria yang ada di ruangan tersebut lalu keluar begitu saja
"Apa kau yakin bawaanmu tadi tidak berpihak pada Sofia dengan menyembunyikan sesuatu karena aku melihat putriku sangat berbeda sepertinya ada sesuatu yang sudah terjadi sebelumnya." ucap Stuart
"Aku yakin bawahanku pasti berkata jujur memangnya ada apa Sofia biasa-biasa saja mungkin saja dia memang sedang lelah apalagi kau mendengar sendiri dia amnesia saat kejadian tersebut jadi aku rasa mungkin saja dia sedang memikirkan sesuatu." ucap Mr D
"Bukankah bawahanmu pernah memeriksa pulau di mana Sofia ditemukan kenapa mereka tak bisa menemukan Sofia di sana bukannya seharusnya itu hal mudah menemukan Sofia apalagi Pulau itu hanya memiliki beberapa orang penduduk saja." ucap Stuart
"Entahlah apa yang terjadi tapi saat mereka memeriksa tak ada tanda-tanda bahwa Sofia berada di sana atau mungkin saja Sofia terseret arus ombak sehingga dia berada di belakang pulau sehingga kita bisa menemukannya sudahlah berhenti memikirkan hal yang tidak penting yang penting saat ini Sofia sudah kembali dan dia dalam keadaan baik-baik saja dan misinya pun berhasil tinggal satu misi lagi dan dia bisa menduduki kedudukan mu." ucap Mr D
Tampak Stuart menghembuskan nafasnya kasar untuk misi yang ketiga ini dia harus latihan sangat keras tapi aku akan mulai melatihnya dua bulan lagi, dia memerlukan latihan sampai setengah tahun setelah itu dia bisa melakukan misinya pasalnya ini misi yang sangat berbahaya dia harus masuk ke sarang musuh sebagai salah satu bawahan orang tersebut dan mematuhi semua perintahnya dia harus merasakan bagaimana menjadi bawahan sebelum dia menjadi seorang ketua." ucap Stuart
"Aku mengerti apa yang kau inginkan dengan melakukan hal tersebut kepada Sofia tapi jika pelatihan yang kau lakukan sangat ekstrem sebaiknya kau harus berpikir dua kali karena Sofia baru saja kehilangan ingatannya takutnya latihan yang berat bisa membuatnya terluka bagaimana kalau kita menunggu setengah tahun lagi untuk dia melakukan pelatihan yang kau inginkan aku sangat khawatir padanya ." ucap Mr D
Arthur terdiam mendengar perkataan Mr D apalagi melihat putrinya yang sepertinya menyembunyikan sesuatu membuatnya memikirkan kembali hal tersebut walaupun dia ingin segera mempersiapkan Sofia untuk mengantikan dirinya tapi dia juga tak mau terburu-buru karena saat ini Sofia sudah membuktikan diri di dunia bawah tanah sebagai orang yang berkuasa sebenarnya itu cukup bisa membuatnya menjadi seorang ketua untuk mengantikan dirinya tapi dia ingin memberikan misi ketiga di mana Sofia bisa merasakan bagaimana di perintah oleh seseorang untuk melakukan sebuah tugas yang tak mau dia lakukan tapi di situ dia juga harus mematuhi orang yang memerintahkan hal tersebut Sofia harus bisa lolos dalam ujian ini untuk menentukan manusia seperti apa Sofia bisakah dia menjadi seorang ketua yang adil dan tidak mementingkan keinginannya sendiri yang dapat membuat bawahannya dalam bahaya dan mementingkan kepentingan bersama daripada masalah pribadinya kecuali dia harus mengorbankan sesuatu untuk mengantikan hal tersebut
"Baiklah aku akan membiarkan dia beristirahat untuk sementara sebelum ujian berikutnya aku berikan padanya sekarang kau boleh pergi beristirahat." ucap Stuart
Mr D memberi hormat lalu berlalu pergi kembali menuju kembali ke markasnya, sementara di kamar milik Sofia tampak Sofia duduk di kamar sambil memegang kalung pemberian Arthur
Sementara itu Dinda, Anisa dan Sheila yang mendengar kedatang Sofia bergegas ke rumah Sofia tampak ke tiga gadis tersebut seperti sudah janjian akan datang bersama tampak Anisa yang masuk langsung memeluk kikan melihat sang menantu kikan langsung sumringah lalu mengelus perut anisa setelah Anisa memeluk kikan kini giliran Dinda dan Sheila "ibu di mana kakak Sofia tumben dia tak bersama ibu." tanya Dinda
"Sofia di kamarnya cepat kalian ke sana hiburlah entah apa yang terjadi tapi sepertinya ada sesuatu yang terjadi padanya sehingga dia bersikap aneh saat kembali ." ucap kikan, ketiga orang wanita tersebut langsung bergegas ke kamar Sofia tampak mereka bertiga langsung mengetuk kamar Sofia sementara Sofia yang sedang melamun di dalam kamar tampak terkejut saat kamarnya diketuk bergiliran oleh ketiga wanita tersebut kemudian membuka pintu "halo kakak ku sayang akhirnya kau kembali kami sangat merindukanmu." ucap ketiganya lalu memeluk berbarengan
"Maafkan aku di sana jaringan sangat sulit dan aku sangat sibuk sehingga aku tak sempat untuk membaca pesan dari kalian bahkan ponselku saja hilang entah ke mana saat berada di sana membuat aku tak bisa menghubungi siapapun." ucap Sofia beralasan padahal ponselnya jatuh saat kecelakaan yang menimpanya terjadi
"Benarkah jadi kau tak memiliki ponsel saat ini bagaimana jika besok kita pergi membeli ponsel baru sekalian kita jalan bersama lagi pula kau di beri ijin khusus selama sebulan lagi setelah kau tak kembali setelah sebulan." ucap Dinda
Sementara itu tampak Anisa yang terus memakan cemilan yang di bawanya, sementara Sheila tampak hanya melihat ponselnya seolah-olah sedang mengirimkan pesan pada seseorang Sofia yang melihat hal tersebut langsung memberi kode kepada Dinda
"Sepertinya kau sangat bahagia Sheila ini mau datang menemui ku atau mau berkirim pesan dengan seseorang." ucap Sofia membuat Sheila langsung menyembunyikan ponselnya dan menatap ke arah Sofia
"Aku tidak aku .....sedang mengirimkan pesan pada ayahku tadi." ucap bohong Sheila, "apa kau yakin berkirim pesan pada Paman Darmanto kalau Memeng kau berkirim pesan pada Paman Darmanto kami pasti bisa melihat isi pesanmu." ucap Sofia sambil menatap curiga pada Sheila
"Ini pesan khusus yang akan aku kirimkan untuk ayahku sebaiknya kita lanjutkan pembicaraan Dinda tadi untuk pergi berjalan-jalan besok sambil berbelanja apalagi kau juga ingin membeli ponsel." ucap Sheila mengalihkan pembicaraan
"Sebenarnya untuk apa kau capek-capek pergi membeli ponsel bukankah kakek pemilik perusahaan ponsel kau tinggal menelepon dan ponsel terbaru langsung meluncur." ucap Anisa santai sambil memakan cemilannya
"Aduh bumil satu ini, kita itu hanya beralasan berjalan-jalan untuk melihat ponsel agar kita ada pembahasan kita hanya akan melihat-lihat saja untuk bersenang-senang untuk apa kita pergi berjalan-jalan jika tak melihat barang-barang." ucap Dinda
"Oh begitu sebenarnya itu ide bagus aku ada alasan keluar untuk jalan-jalan aku sungguh kesal dengan Steven dan ayahku aku bahkan harus di temani hanya berjalan di taman belakang, aku ijin ke mari juga karena kau baru kembali dan Dinda dan Sheila sudah ada di depan rumah itulah ayahku mengijinkan ku kemari." ucap anisa berkeluh kesah tentang dirinya yang sangat di jaga oleh ayah dan suaminya.
Jangan lupa like,komen, vote dan hadiahnya