
Nampak lika yang sedang mengendap-ngendap untuk keluar dari markas pria bertopeng Untung saja semua orang sedang sibuk untuk memadamkan api yang berasal dari gudang, tapi saat hendak keluar dari markas pria bertopeng tiba-tiba salah seorang pengawal melihat Lika membuat Lika dengan cepat langsung memukul pria tersebut hingga pingsan, dengan langkah cepat jika langsung melompat keluar dari pagar dan berjalan terus di kegelapan malam sementara Sofia dan para bawahannya yang sudah melihat api yang semakin membesar langsung pergi begitu saja dari markas pria bertopeng
Tampak Sofia yang sudah masuk ke kediamannya lalu mengganti pakaiannya kemudian masuk di ruangan di mana komputer yang menyimpan data mengenai klan dragon sudah tercoppy dengan sempurna Sofia langsung memeriksa semua data-data yang dia butuhkan tapi saat melihat data tersebut tiba-tiba dia melihat sebuah foto keluarga dengan seorang pria yang wajahnya cacat di mana di situ tanpa mantan ketua klan dragon, putranya dan seorang anak yang wajahnya cacat permanen sepertinya anak tersebut adalah pria bertopeng
Tampak di bagian lain foto keluarga lengkap seorang pria wanita dan seorang anak laki-laki tampan sedang berdiri sambil tersenyum ke arah kamera tapi Sofia tak pernah melihat pria tersebut ataupun wanita tersebut ada kemungkinan foto itu adalah foto keluarga dari pria bertopeng, setelah memeriksa dan melihat semua foto-foto dan data-data yang ada Sofia langsung bersandar di kursi yang dia duduki
Sementara itu Malika yang tampak tergesa-gesa berlari menuju markas si codet, membuat para pengawal bingung pasalnya mereka baru akan bersiap untuk menyelamatkan Malika yang diculik oleh klan dragon, penjaga langsung menyampaikan kabar tersebut kepada si codet sementara itu si codet yang sedang bersiap-siap di kamarnya tampak terkejut saat mengetahui bahwa Malika sudah berada di markas
Tampak si codet langsung keluar dari kamar dan berjalan ke tempat penjagaan di mana Malika berada tapi untungnya Malika kembali dengan keadaan yang baik-baik saja hanya beberapa bagian pakaiannya agak sedikit sobek, apa nona baik-baik saja apa yang sebenarnya terjadi bagaimana bisa Nona lolos dari markas klan dragon tanya si codet
"Aku juga tidak tahu apa yang terjadi tiba-tiba aku berada di sebuah kamar di mana ada seorang pria bertopeng aku berhasil lolos karena saat ini di markas clan dragon terjadi kebakaran di sebuah di salah satu gudang milik mereka sehingga aku langsung berinisiatif untuk melarikan diri dari tempat tersebut." ucap Malika
"Astaga kau memang wanita yang sangat hebat selain cantik kau juga bisa menjaga dirimu sendiri aku sangat kagum padamu sebaiknya kau masuk lalu beristirahat kau pasti sangat lelah." ucap si codet
"Aku memang sangat lelah dan frustasi aku sebenarnya butuh pelukan aku masih merasa takut sampai saat ini bolehkah kau memelukku agar aku merasa tetap nyaman." ucap Malika saat melihat Lusi yang berjalan ke arah mereka
Tampak si Codet terbelalak mendengar perkataan Malika entah kenapa dia tidak terlalu tertarik dengan Malika padahal kalau dilihat Malika sangat cantik dan menawan serta bodinya yang aduhai, sementara para bawahannya sudah sumringah ingin menawarkan diri tampak si codet mendekat "bisakah hanya bersandar saja jangan memelukku itu tidak baik untuk dirimu karena kau seorang wanita apalagi kau adalah saudara nona Lusi." ucap si codet berusaha melawan godaan yang ada apalagi dia punya misi menjadi pasangan kekasih dengan Lusi
"Kau wanita yang sangat kejam apa kau tidak tahu aku habis diculik dan seharusnya kau bersyukur aku selamat dan bisa sampai kemari." ucap Malika dengan wajah sedihnya, membuat semua orang yang berada di situ ibu melihatnya seolah-olah mesti adalah wanita yang sangat jahat
"Hentikan akting murahanmu itu sebaiknya kau langsung kembali ke kamarmu, tak usah berlagak seperti gadis perawan kalau aslinya batangan ." ucap lusi, ih kejam deh aku kan wanita." ucap Malika, Lusi hanya menggeleng lalu melangkah pergi tapi sebelum pergi Lusi langsung melirik ke arah si codet, " apa lagi yang kau tunggu kembali ke kamar mu." ucap lusi terlihat kesal langsung bereaksi dan bangkit secepat mungkin lalu berjalan menuju kamarnya
Sementara para bawahan si codet tak mengerti apa yang sedang di bicarakan Lusi dan Malika, "apakah nona baik-baik saja aku tak menyangka nona Lusi sangat kejam dengan saudaranya sendiri apalagi nona Malika adalah seorang wanita yang lembut." ucap salah satu bawahan si codet
Malika menatap bingung pada para pria tersebut, sepertinya mereka sangat lugu sehingga tak mengerti kata batangan yang di ucapkan Lusi," dia memang sudah seperti itu sejak dulu sepertinya dia sangat membenci penampilan ku." ucap Malika seolah-olah paling tersakiti
"Sabar Nona mungkin saja Nona Lusi iri dengan kecantikan nona yang lebih dari dirinya sehingga dia seperti itu sebaiknya nona sedikit menjauh dari nona Lusi aku takut menelusi bisa membahayakan nyawa Nona." ucap bawahan tersebut, Malika sepertinya ingin tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan bawahan si codet bagaimana jika mereka tahu bahwa sebenarnya dia adalah wanita palsu alias Dia adalah seorang pria tulen yang sengaja menyamar sebagai wanita
"Terima kasih atas perhatiannya aku harap kalian tidak menganggap Lusi wanita yang jahat Dia adalah wanita baik hanya temperamennya saja yang sedikit agak tinggi ." ucap Malika, "sudahlah Nona Malika kau adalah wanita baik lembut dan penyabar masih saja berusaha untuk membela Nona Lusi sebaiknya Nona pergi untuk beristirahat ucap bawahan si codet yang melihat Malika atau Malik, lalu berjalan masuk menuju kamar di mana tadi dia berada begitu masuk di kamar Malika langsung mengambil ponselnya lalu menekan sebuah nomor
Sementara Sofi yang sudah memeriksa semua data yang ada langsung berpikir keras apalagi melihat seorang pria yang berada di salah satu video yang dinyatakan telah mati tapi buktinya dia masih hidup membuat Sofia bertanya-tanya sebenarnya apa yang terjadi dengan keluarga ketua klan dragon.
Jangan lupa like, komen, dan hadiahnya