My Wife My Hero

My Wife My Hero
191.detektif swasta



"Bagaimana jika aku mengantarkan semua bukti malam ini saja tuan agar langsung bisa diproses oleh pihak yang berwajib sehingga sila dan Edi segera di tangkap." ucap sang detektif


"Sepertinya ini bagus dengan begitu aku bisa tenang baiklah aku akan ikut denganmu ke kantor polisi itu dan sekalian membuat laporan." ucap kakek Arthur lalu bersiap hendak keluar bersama sang detektif ke kantor polisi


Sementara itu tampak kakek Arthur dan sang deteksi sadari ada seseorang mendengar percakapan tersebut dari balik pintu tampak orang tersebut tersenyum penuh arti ke arah kaki Arthur dan detektif tersebut setelah mendengarkan percakapan tersebut pria tersebut langsung pergi begitu saja meninggalkan tempat itu menuju ke belakang Lalu mengambil ponselnya kemudian menghubungi seseorang setelah melaporkan apa yang didengar orang tersebut Lalu mematikan ponselnya kemudian menyimpannya kembali ke sakunya


"Dasar sial ternyata kakek tua itu masih saja selalu berusaha mencari tahu apa yang terjadi aku pikir dia akan menyerah dan duduk diam aku harus melakukan sesuatu kalau tidak ini bisa berbahaya untukku." ucap Edi lalu menelepon pamannya setelah berbicara beberapa menit jadi langsung menutup teleponnya lalu keluar dari kediamannya


Tampak Edi yang berada di sebuah markas dengan beberapa orang pria aku ingin kalian pergi ke rumah kakek Arthur jika ada mobil yang keluar dari kediaman itu ikuti mobil tersebut dan saat waktu yang tepat tabrak mobil tersebut hingga mobil tersebut jatuh ke jurang atau tertabrak tiang listrik hingga rusak dan terbakar aku ingin mobil tersebut bersama orang yang ada di dalamnya hancur tak ." ucap Edi


"Baik tuan kami mengerti, sebaiknya kami segera ke sana sebelum mereka pergi ." ucap salah seorang pria orang suruhan Edi lalu mereka keluar langsung masuk ke dalam mobil masing-masing sementara Edi setelah menyuruh beberapa pria tersebut langsung masuk ke sebuah ruang di mana sang paman yang tampak baru saja selesai melakukan sebuah transaksi narkoba


"Ada apa kenapa kau terlihat kesal." tanya tuan Baskoro, aku kesel pada kakek Smith ternyata selama ini dia diam-diam mencari tau tentang kecelakaan Smith dan juga tentang masa lalu ku dan sila dia sudah tau semuanya bahwa aku dan sila yang membunuh Smit dan anak yang ada di kandungan sila bukan anak Smit." ucap Edi


"Kakek tua itu kau harus waspada dengannya dia terlihat biasa tapi aku dengar sahabatnya bukan orang sembarangan itulah mengapa sampai saat ini dia masih bisa hidup dengan damai." ucap tuan Baskoro


"Apa maksud paman, jangan bilang kakek Smit memiliki seseorang di belakangnya yang membuatnya tak bisa di sentuh." tanya Edi


"Menurut kabar yang aku dengan sahabatnya adalah salah seorang mafia yang hebat pada jamannya dan sampai saat ini masih di segani." ucap tuan Baskoro


"Benarkah itu pasti hanya kabar angin, aku menyuruh beberapa orang untuk menghabisi detektif yang dia suruh untuk mengumpulkan informasi mengenai apa yang aku lakukan Dengan sila dan tampaknya detektif tersebut akan membawa semua bukti ke kantor polisi." ucap Edi


Sementara itu orang-orang suruhan Edi tampak sudah berada di depan kediaman kakek Arthur mereka tampak mengawasi rumah tersebut melihat jika ada kendaraan yang keluar


sementara itu Arthur di kediamannya tampak tersenyum cerah dan bahagia setelah mendapatkan vitamin dari Sofia semalam membuat Arthur seperti orang habis menggunakan obat membuatnya terus bersemangat membuat Rendra bingung melihatnya kemarin-kemarin tampak Arthur sedikit murung dan cepat kesal tapi sejak tadi pagi hingga malam ini wajah Arthur terus berseri-seri bahkan yang biasanya dia selalu marah-marah tapi sekarang dia tampak selalu tersenyum


"Tuan apa Anda yakin baik-baik saja pasalnya dari tadi pagi sampai malam ini sepertinya tuan sangat bahagia seolah-olah Tuan habis menemukan berlian yang besar." ucap Rendra


Arthur tampak tersenyum "aku memang sudah bertemu dengan berlian yang paling indah sedunia aku bahkan memeluknya menciumnya dan tidur bersamanya sehingga membuat hatiku sangat-sangat bahagia." ucap Arthur


"Wah semakin gila saja dia tadi bajunya yang tak ingin dia ganti bahkan baju itu selalu dicium dan saat ini dia bahkan tersenyum dan mengatakan bahwa dia sudah tidur dengan berlian terindah di dunia bahkan menciumnya dan memeluknya rada-rada kurang setengah botol Tuan Arthur ini." ucap Rendra dalam hati


"Maaf tuan boleh aku tak bolehkah aku tahu ke mana Tuan setelah makan malam pasalnya Tuan tak pernah keluar dari hotel setelah makan malam dan setelah aku mencari Tuan kemana-mana aku tak menemukan Tuan." tanya Rendra


"Kau mencari ku semalam apa kau yakin bukannya semalam kau tidur di dalam mobil dan bahkan bangun kesiangan kau jangan khawatir semalam aku sedang bertemu dengan berlian yang paling indah sedunia sehingga aku lupa bahwa kau menungguku di mobil, sudahlah berhenti bertanya tentang apa yang terjadi semalam lanjutkan saja makan mu kau tak perlu tahu apa yang terjadi." ucap Arthur sambil melahap makanannya


Tampak Rendra menggaruk kepalanya tidak gatal memang dia ketiduran di mobil setelah makan malam tapi kan dia juga terbangun jam 02:00 subuh untuk mencari Arthur tapi karena tak menemukan Arthur sehingga dia lanjut tidur


Sementara itu di kediaman kakek Arthur tampak sang kakek sedang bersiap-siap untuk keluar bersama sang detektif untuk menuju ke kantor polisi di mana dia akan membuat laporan dan menyerahkan bukti-bukti tentang kejahatan Edi dan sila.


Jangan lupa like, komen, vote, dan, hadiahnya