
"Bibi sudah meninggal seminggu yang lalu karena keracunan ." ucap Arthur, kakek Arthur tampak menautkan alisnya bingung, "bagaimana bisa bibi keracunan apakah dia salah membeli racun yang dia pikir obat tapi itu tidak mungkin dia kan dulu sempat bekerja di toko obat sebelum kerja untuk merawat mu." ucap Kakek Arthur
"Entahlah aku tidak tau apa yang terjadi kakek bisa bertanya masalah itu dengan keponakan bi ija yang bernama Ratih yang sudah menikah dengan Roy." ucap Arthur
"Apa Roy sudah menikah, oh astaga itu berita yang baik, sekarang kakek mau istirahat sebaiknya kau juga beristirahat agar kau bisa nyaman selama di perjalanan besok." ucap kakek Arthur lalu melangkah keluar dari ruang kerja Arthur
Setelah kepergian kakeknya Arthur tampak sedang memikirkan sesuatu sesuai dengan pesan dari istrinya dia harus berhati-hati apalagi setelah kepergian dokter Robby tapi Arthur juga berniat untuk mencari di mana keberadaan dokter Robby karena dia masih penasaran kenapa dokter Robby langsung pergi begitu saja tanpa memberikan alasan yang jelas kepadanya yang fokus dan hanya fokus melihat cincin pemberian istrinya untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan Arthur akhirnya tidak menggunakan cicil tersebut ditangani tapi mengalungkan cincin tersebut di lehernya sebagai kalung
Sementara itu Sofia yang berada di dalam kamarnya tampak sedikit bosan "sebaiknya besok aku mulai bekerja bagaimana kabar Arthur aku harap dia baik-baik saja, setelah aku berhasil menyelesaikan misi yang ketiga aku akan berbicara dengannya untuk menyelesaikan masalah kami aku yakin dia pasti sangat kecewa dan terluka setelah aku meninggalkannya begitu saja tanpa pesan apapun tapi aku harap dia memakai cincin pemberianku hal itu bisa membuatnya tetap aman, aku rasa Dia pria yang tepat untuk mendampingiku dan dia mencintaiku sepenuh hatinya dia tak mengetahui siapa aku bagaimana masa laluku tapi dia tetap mau menikahi ku, tanpa tau jati diriku baginya siap aku tidak penting karena yang utama dia merasa nyaman yang aku rasakan Arthur tulus ingin bersama ku ." ucap Sofia
Sementara itu di sebuah kerajaan yang jauh di sana tampak seorang gadis cantik berjalan menuju ke ruangan ayahnya begitu sampai tampak sang ayah sedang duduk berhadapan dengan seorang wanita dan sang kakek juga ada di sana wanita yang selama ini dia tau sebagai adik tiri sang ayah
"Tampak semua orang langsung mengalihkan pandangannya kepada Putri Emeli, maaf ayah kakek bibi aku tak tahu jika kalian sedang mengadakan rapat." ucap putri Emeli
"Tidak apa-apa sayang masuklah kakek dan bibi mu juga sebentar lagi akan keluar dari tempat ini." ucap ayah Emeli, tampak kedua orang tersebut langsung keluar dari ruangan tersebut dengan wajah yang sulit diartikan seperti mereka kurang puas dengan apa yang dibicarakan hari ini, setelah kepergian kakek dan bibinya Emeli langsung masuk menghampiri sang ayah, "ayah ada apa dengan kakek dan bibi sepertinya mereka sedang tidak baik-baik saja apalagi tadi mereka tak menyapa saat keluar dari ruangan ini." ucap Putri Emeli
"Sayang maafkan ayah yang sudah egois selama ini dan hanya mendengarkan keinginan kakekmu tapi tak mendengarkan keinginanmu aku berharap kau mau memaafkan ayah kemarin tanpa sengaja ayah menemukan buku diary ibumu, dan dalam diare tersebut pesan terakhir ibumu adalah ingin melihatmu bahagia aku pikir selama ini kau sudah bahagia dengan semua yang ayah berikan ayah sedang membicarakan pernikahanmu dengan kerajaan tetangga ayah ingin pernikahan tersebut diundur tapi kakek dan bibi mu tidak ingin melakukan hal tersebut dan ingin kau secepatnya menikah." ucap ayah Emeli
putri Emeli menatap ayahnya dengan tatapan yang sulit diartikan ayah bolehkah aku meminta sesuatu aku tak ingin ayah dan kakek sampai bertengkar aku akan patuh dan mengikuti semua yang ayah dan kakek inginkan tapi aku ingin mempunyai satu permintaan saat aku berulang tahun nanti aku ingin ikut dengan ayah ke kota A." ucap putri Emeli
mendengar perkataan ayahnya Emily terdiam "jadi ayah ingin aku bagaimana aku tak mungkin melawan perintah ayah aku tahu aku sengaja dijodohkan oleh kerajaan tetangga agar bisa melindungi kerajaan ini adik masih kecil dia butuh bimbingan ayah aku sekarang sudah dewasa waktunya aku untuk membantu kerajaan ini." ucap Emeli
Sang ayah menghembuskan nafasnya kasar "ayah tak akan memaksamu untuk pernikahan ini apapun keinginanmu ayah akan berusaha mewujudkannya ayah tak akan membuat kau menderita dengan memilih pria yang salah untuk menjadi pendampingmu nanti, tak masalah jika kakek membenci ayah asalkan kau berada di tangan pria yang tepat ayah bisa melewati semuanya." ucap ayah Putri Emeli
"Terima kasih ayah aku pikir selama ini setelah ibu dan nenek tidak ada aku hanya akan menjadi boneka untuk kerajaan ini yang bisa di tempatkan di manapun ayah dan kakek sukai." ucap jujur putri Emeli
Sementara itu di sebuah ruangan tampak kakek Emeli dan bibinya sedang berbicara "ayah kenapa bisa kak Arjun berubah pikiran seperti itu bukankah selama ini dia sudah setuju dengan apa yang akan kita lakukan." ucap wanita Tersebut
"Entahlah ayah juga tidak tahu tapi kita harus segera melakukan rencana ini agar semua berjalan sesuai dengan apa yang kita rencanakan kita sudah sepakat dengan kerajaan tetangga dengan menjual Emeli sebagai kedok pernikahan kerjaan karena pangeran tersebut seorang pria yang sangat kasar dan kejam sehingga raja ingin secepatnya menikah anaknya tersebut, ayah sudah menerima upeti yang mereka berikan dan mereka tak ingin ada penundaan lagi mereka menjamin Emeli akan tetapi hidup dengan baik." ucap wanita tersebut
"Seandainya kau terlahir sebagai seorang pria pasti Arjun tak akan menjadi raja tapi kau yang akan menjadi raja, tapi zaman dulu wanita tak diizinkan untuk memimpin sebuah kerajaan hanya seorang anak laki-laki yang diizinkan dan Arjun lahir dari seorang ratu sedangkan kau dari seorang selir yang ayah cintai, ayah sedang berpikir bagaimana caranya agar Arjun menyetujui setiap apa yang ayah katakan." ucap kakek Emeli
"Sudahlah ayah jangan mengungkit masa lalu lagi pula walaupun kak Arjun yang menjadi raja buktinya aku yang mengendalikan kerajaan ini." ucap wanita tersebut bangga
"Kau benar tapi ayah ingin kau memiliki keturunan secepatnya kau sudah menikah beberapa tahun tapi kau belum memiliki seorang anak." ucap kakek Emeli.
jangan lupa like,komen, vote dan hadiahnya