
Sementara itu di pesawat tampak rombongan raja Arjun sedang beristirahat Karena perjalanan yang sedikit jauh sementara kakek Emily dan sang Bibi tampak tersenyum penuh arti melihat wanita yang berbaju putih tampak menutup wajahnya dengan topi sehingga membuat wajahnya hanya tampak sebagian apalagi tubuhnya sangat mirip dengan putri Emeli membuat orang tak akan menyadari bahwa wanita tersebut bukan putri Emeli
Beberapa jam kemudian tampak pesawat tersebut sudah mendarat sempurna di bandara raja Arthur yang hendak membangunkan putrinya tampak langsung dihalangi oleh kakek Emeli "sudahlah biarkan nanti Wulan yang membangunkan Emeli." ucapkan kembali membuat raja Arjun pun setuju lalu keluar dari pesawat begitu saja
Setelah kepergian raja Arjun dan yang lainnya bibi Emeli langsung mendekati wanita yang menyamar sebagai Putri Emeli, sudah hentikan sandiwaramu ayo bangun sekarang kau harus keluar dari bandara ini secara diam-diam dan mengambil penerbangan menuju ke kerajaan tetangga agar ada bukti bahwa Putri Emeli sendiri yang pergi ke sana tak ada paksaan dari siapapun." ucap bibi Emeli lalu bersiap keluar dari pesawat setelah ayahnya mengirimkan pesan bahwa dia dan raja Arjun sudah keluar dari bandara
"Baiklah aku mengerti aku akan turun terlebih dahulu." ucap wanita tersebut lalu keluar dari pesawat sementara itu raja Arthur tampak sengaja dibuat sibuk oleh sang ayah sehingga membuatnya tak terlalu memperhatikan Emeli lagi raja Arjun dan sang ayah sudah naik ke dalam mobil raja Arjun berpikir Emeli akan naik mobil bersama adiknya Wulan
Sementara para penjahat yang mencari keberadaan Emeli tampak bingung setelah menyisir semua tempat di bandara mereka gagal menemukan Emily membuat mereka sangat frustasi "aduh gimana wanita itu kita harus menemukannya atau Tuan akan sangat marah pada kita tapi di mana gadis itu kenapa dia bisa hilang begitu saja." ucap salah seorang pria tadi mengejar Emeli
"Kau benar aku pun tidak tahu di mana perempuan itu pergi dia langsung menghilang begitu saja jadi apa yang harus kita lakukan haruskah kita laporkan sekarang atau menunggu beberapa jam sebelum kita pastikan bahwa gadis itu benar-benar sudah lolos." tanya yang lain
"Sebaiknya kita menunggu beberapa jam sampai kita yakin bahwa perempuan itu memang sudah melaratkan diri keluar dari bandara ini dan pergi entah ke mana baru kita akan melaporkan masalah ini ucap pria yang pertama berbicara
Sementara itu Emeli yang berada di apartemen tampak melihat takjub seluruh ruangan apartemen "apakah ini yang namanya apartemen." tanya Emeli dengan lugunya
Samuel langsung mengalihkan perhatiannya kepada Emeli "apakah kau tak pernah masuk atau melihat sebuah apartemen." tanya Samuel bingung karena setahunya seorang putri memiliki kehidupan yang cukup baik dan kadang mereka suka berjalan-jalan ke luar negeri atau bahkan sampai tinggal di luar negeri untuk melanjutkan sekolah atau yang lainnya
"Tidak aku belum pernah melihat apartemen aku tak pernah keluar dari istana." ucap Emeli jujur, tampak senyuman tipis terlihat jelas dari bibir Samuel sepertinya aku mendapatkan gadis lugu yang belum tahu tentang dunia luar." ucap Samuel dalam hati, tapi dalam otak yang sudah merencanakan sesuatu
"Oh begitu baiklah ini memang sebuah apartemen yang cukup mahal dan mewah ini adalah milik teman ku aku boleh menggunakannya selama temanku pergi jadi kau jangan sampai merusak barang di rumah ini dan kau harus membersihkannya setiap pagi lalu kau memasak dan mencuci apakah kau mampu melakukannya itu semua untuk tinggal sebagai ganti uang sewa selama kau tinggal dan makan di tempat ini." ucap semuel
"Baiklah sekarang kau pergilah di kamar untuk beristirahat kamarmu adalah pintu yang berwarna biru sana sedangkan kamarku adalah pintu yang berwarna hitam jika kau ingin bertanya mengenai sesuatu kau bisa mengetuk pintu kamarku." ucap Samuel, tapi saat Emeli akan melangkah tiba-tiba perutnya keroncongan karena dari pagi dia tidak makan apalagi ini sudah lewat jam makan siang, Samuel langsung melihat ke arah jam tangannya lalu melihat ke arah Emeli "apakah kau belum makan siang." tanya Samuel
Tampak emeli hanya mengangguk saja Dia sangat malu." maaf tuan aku dari pagi belum sarapan apapun, apakah ada sesuatu di dapur yang bisa aku masak." tanya emeli
Tampak Samuel melirik ke arah dapur dia baru sadar bahwa dia tak pernah menempati apartemen ini karena dia selalu kembali ke kediaman orang tuanya dan makan di luar atau di kediaman kedua orang tuanya sementara apartemen tersebut hanya untuk dia tinggal di saat kerja lembur di kantor karena apartemen tersebut cukup dekat dengan perusahaan milik Samuel
"Tunggu sebentar aku akan memesan makanan kau masuklah ke dalam kamar aku akan memanggilmu begitu makanan sudah datang ucap Samuel lalu mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang sementara itu Emeli tampak patuh langsung masuk ke dalam kamar, tak berselang lama dua orang pria tampak berada di depan pintu apartemen setelah mengetuk tampak Samuel keluar kedua pria tersebut akan memberikan bungkusan kepada Samuel setelah itu keduanya langsung pergi begitu saja
tampak Samuel membawa satu kantong ke belakang sementara satu kantongnya lagi tampak dia simpan di atas meja makan setelah menyimpan kedua kantongan tersebut sama langsung menuju kamar Emeli, setelah mengetuk beberapa kali akhirnya emeli membuka pintu, "apa yang kau lakukan kenapa kau lama sekali membuka pintu ayo kita ke meja makan." ucap Samuel lalu melangkah menuju meja makan diikuti oleh Emeli di belakangnya
Tampak hidangan telah tersedia di atas meja dan beberapa cemilan ringan membuat Emeli sangat apalagi dia sangat kelaparan, "wah apakah Tuan memesan semua makanan ini sepertinya semua makanan ini tampak lezat dan enak aku sangat jarang makan makanan seperti ini di kerajaan apalagi yang ini dan yang ini dan yang itu aku belum pernah memakannya aku hanya bisa melihatnya dari sosial media." ucap emeli
"Kau ini kampungan sekali memangnya kau tak pernah keluar dari istana atau di kerajaan tempatmu tinggal tak ada pusat perbelanjaan sehingga kau tak bisa makan makanan seperti ini sekarang ayo duduk dan makanlah makan ini sepuas mu jika kurang aku akan membelinya lagi untuk mu." ucap Samuel
"Terima kasih Tuan sebenarnya ada pusat perbelanjaan di sana yang cukup besar tapi sayang aku tidak diperbolehkan ke sana aku baru saja ke pusat perbelanjaan nanti di kota ini itupun karena ayahku mengizinkanku untuk pergi mengikutinya." ucap emeli .
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya