
Tampak Sofia yang keluar dari ruangan Mr D lalu kembali ke kediamannya sementara Mr D di setelah kepergian Sofia, langsung melihat ke jendela besar di ruangannya "aku yakin dia akan mampu menghadapi semuanya." ucap Mr D
Di kediaman Bima tepatnya di kamar Steven dan Anisa tanpa Anisa yang sudah mulai sadar tampak memegang kepalanya dan berusaha membuka matanya, Steven yang melihat Anisa yang tampak membuka mata, langsung kegirangan Steven langsung mencium sang istri dengan penuh kasih sayang "terima kasih sayang aku, bidadari surga ku, aku akan melakukan segalanya untukmu dan anak kita." ucap Steven
Anisa menatap bingung ke arah Steven kemudian melihat ke arah ibunya yang ada tepat di hadapannya, " sayang Apa kau baik-baik saja Apa kau merasa pusing." tanya mama Nadia memberikan air pada Anisa
Anisa mencoba bangun dibantu oleh Steven sepertinya Anisa tak terlalu menghiraukan ucapan Steven sehingga dia tak menyadari apa yang diucapkan oleh Steven tadi, Anisa mengambil air yang disodorkan oleh mama nadia kemudian meminumnya lalu melihat ke arah mana Nadia "Aku baik-baik saja aku hanya sedikit lemah saja." ucap Anisa
"Apakah kau bisa berdiri dan pergi ke kamar mandi." tanya mama Nadia, Anisa tampak mengangguk
"Apa kau yakin sayang bisa berjalan ke kamar mandi, jika memang kau tak sanggup biar aku mengendong mu ke kamar mandi." ucap Steven saat melihat istrinya terlihat sangat lemah
"Aku bisa ke kamar mandi kau jangan khawatir lagipula ada ibu yang memegang ku." ucap Anisa
"Anisa benar nanti ibu yang akan memapah Anisa ke kamar mandi sebaiknya kau tunggu saja, ayo sayang kita ke kamar mandi ucap." mama Nadia sambil memapah Nadia ke kamar mandi tidak lupa membawa tespek yang di berikan dokter, kini ke duanya sudah berada di dalam kamar mandi, sementara itu di kamar tampak Steven mondar-mandir di depan pintu kamar mandi menunggu dengan cemas, tampak mama Nadia keluar dengan Anisa, Steven langsung mengangkat Anisa dan membawanya ke ranjang sementara mama Nadia kembali masuk ke kamar mandi untuk mengambil hasil testpack Anisa
"Aku pikir apa yang ibu inginkan sehingga menyuruhku ke kamar mandi ternyata dia hanya menyuruh ku pipis di sebuah wadah." ucap Anisa tak habis pikir dengan kelakuan ibunya dia pikir ibunya akan memandikan dirinya dengan air hangat
"Sayang apa kau menginginkan sesuatu ." tanya Steven, Anis memandang Steven dengan pandangan yang sulit diartikan, " Ada apa dengan kakak dari tadi bertanya terus bicara terus aku jadi bingung." ucap Anisa
Tiba-tiba mama Nadia keluar dari kamar mandi dengan senyuman lebar di wajahnya "akhirnya aku harus segera menelepon Kikan pasti Dia akan sangat kegirangan mendengar kabar ini." ucap mama Nadia lalu keluar begitu saja dari kamar defen dan Anisa membuat semua orang menatap mama Nadia dengan tatapan aneh
Kikan yang sedang bersantai sambil menonton tayangan tv langsung mengalihkan pandangannya dari TV ke arah ponselnya yang berdering "oh dari besan tersayang rupanya." ucap mama Kikan
"Halo sayang ada apa ini menelepon saya pagi ini." tanya mama Kikan, "sayang kita akan segera memiliki cucu Anisa hamil." ucap mama Nadia
"Tapi nyonya Bagaimana dengan tuan." tanya sopir, "sudah kau jangan khawatir pada tuanmu dia bisa mengemudi lagi pula masih ada sopir yang lain sekarang cepat kau antar aku ke sana nanti aku akan yang akan bertanggung jawab." ucap mama Kikan dia sampai lupa mengatakan kepergiannya ke rumah Bima pada Stuart karena sangat bahagia
Sementara itu stuart yang baru saja keluar dari ruang kerjanya dan langsung keluar menuju teras tampak bingung melihat mobil yang tadi sudah terparkir sempurna di pekarangan rumahnya sudah tidak ada "ke mana sopir itu membawa mobil, bukanya tadi di di sini aku hanya masuk mengambil berkas dia sudah menghilang begitu saja." ucap stuart sambil melihat ke sana kemari mencari mobilnya
Stuart menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu mengambil ponselnya menelepon sang sopir "Apa kau bosan bekerja denganku sehingga kau tak ada di tempat ini" ucap telat begitu teleponnya diangkat
"Sayang aku tak bekerja untukmu lagi pula aku sedang berada di jalan." ucap mama kikan dengan santainya
"Astaga sopir laknat Apa kau juga membawa lari istriku aku pasti akan membuat mu menyesal seumur hidup." ucap stuart tanpa mendengar penjelasan istrinya langsung mematikan ponselnya lalu mengambil kunci mobil miliknya kemudian masuk dan melajukan kendaraan tersebut sambil melihat GPS mobil miliknya yang di bawa sopir
Tampak mobil yang ditumpangi oleh mama kikan sudah masuk ke dalam pekarangan rumah Bima tak berselang lama mobil Stuart juga memasuki pekarangan mobil rumah Bima, dengan cepat stuart keluar dari mobilnya lalu membuka pintu depan mobil menyeret sang sopir keluar dari tempat duduk "apa yang sudah kau lakukan dengan istriku berdua-duaan di dalam mobil cepat katakan." tanya stuart, padahal jelas-jelas mama Kikan di belakang dan sang sopir sedang mengemudi di kursi depan mana mungkin mereka melakukan sesuatu sedangkan mereka baru keluar dari rumah beberapa menit yang lalu dan baru tiba bersama dengan mobil Stuart yang dia bawa
Mama Kikan yang baru keluar dari jok belakang langsung menepuk jidatnya melihat kelakuan Sang suami, mama kikan menarik stuart menjauh saat stuart akan memukul sang sopir "sayang jangan melakukan kekerasan kau harus bertanya dulu dengan baik Jangan menyalahkan sopirmu aku yang menyuruhnya mengantar ku ke sini maafkan aku tak meminta izin padamu tapi aku sungguh sedang terburu-buru." ucap mama Kikan
Stuart menatap istrinya dengan tatapan yang sulit diartikan "Ada urusan apa kau ke rumah Bima sampai tak meminta izin padaku dan bahkan kau berdua-duaan dengan supir di dalam mobil, kau menyuruh untuk mengantarmu." ucap stuart terlihat kesal atas kelakuan istrinya
"Maafkan aku sayang Aku sangat gembira karena Anisa sedang hamil jadi membuat aku tak ingat apapun Hanya Ingin melihat keadaan Anisa." ucap mama Kikan
Stuart yang tadinya emosional dan sangat cemburu saat mama Kikan berduaan dengan pria walaupun itu hanya sopir langsung melihat ke arah mama Nadia dengan pandangan berbinar pasalnya ini calon cucu pertama ke dua keluarga "Apa kau bilang Anisa sedang hamil berarti sebentar lagi kita akan mempunyai cucu walaupun kita tak jadi punya bayi lagi setidaknya di gantikan dengan cucu ayo kita masuk ke dalam." ucap stuart lalu memegang tangan istrinya masuk ke rumah Bima, melupakan apa yang baru saja terjadi.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya