
Tampak mama Nadia sudah menyambut kedatangan Mama Kikan dan stuart, "Selamat sayang akhirnya kita akan segera memiliki cucu." ucap mama kikan
"Selamat juga untukmu Sayang." ucap mama Nadia sambil memeluk mama kikan, "di mana Bima ." tanya Stuart saat tak melihat Bima
"Biasa sedang meratapi diri sendiri dan membuat dirinya seolah-olah terluka dan sedih atas apa yang terjadi pada putrinya entah apa yang ada di pikiran Bima padahal Anisa baik-baik saja." ucap mama Nadia
Benar saja apa yang di katakan oleh mama Nadia di ruang kerjanya tampak Bima sedang bersedih mengingat anak bungsunya yang sangat dia cintai sedang mengandung tampak kesedihan jelas diraut wajahnya bahkan air matanya sampai menetes
Mendengar perkataan Nadia membuat stuart hanya bisa menghabiskan nafasnya kasar lalu berjalan menuju ruang kerja Bima, Stuart langsung membuka pintu dan masuk begitu saja membuat Bima sedikit terkejut pasalnya tak ada yang berani masuk ke ruangannya seperti itu apalagi saat ini dia sedang sedih
"Astaga kau ini Apa kau tak bisa melepaskan Putri bungsumu itu aku tahu kau sangat sedih tapi jangan terlalu terlalu seperti ini kau membuat aku ingin menamparmu dan memukulmu, dia mendapatkan suami yang tepat Apa kurangnya putraku sudah tampan baik dan bertanggung jawab pula." ucap Stuart penuh percaya diri
"Kau tidak menyebut kalau dia seorang playboy." ucap Bima di tengah kesedihannya, "Astaga Bima dia Playboy tapi tak pernah menyentuh wanita manapun dia masih normal lagi pula semenjak dia menikah sama Anisa dia tak berani melakukan hal-hal yang bisa menyakiti Anisa." ucap Stuart
"Aku ingin lihat nanti di saat Sofia menikah dengan seorang pria Apakah kau masih bisa seperti ini." ucap Bima
Stuart tertawa terbahak-bahak "Apa kau tahu kenapa aku menjadikan Sofia penerusku agar tak ada pria yang berani padanya dan pasti pria tersebut berpikir seribu kali untuk menikah dengan Sofia kecuali Dia pria yang benar-benar mencintainya dan rela mengorbankan nyawanya untuk Sofia maka dia akan menikahi Sofia apapun halangannya." ucap stuart santai sambil duduk di kursi di depan Bima
Bima menatap stuart dengan tatapan penuh dengan kekesalan "aku berdoa semoga Sofia segera mendapatkan jodoh dan aku ingin lihat Bagaimana kau akan bereaksi tentang hal tersebut semoga doaku terkabul karena aku meminta di saat aku sedang terzolimi oleh keadaan." ucap Bima yang merasa teraniaya dengan keadaan yang terjadi
"Sepertinya Tuhan sedang tidur jadi dia tak mendengarkan doamu jangan sok-sok menjadi orang yang teraniaya Kau hanya terlalu lebay tak bisa menerima bahwa putrimu saat ini sudah menikah dan sedang mengandung, sebaiknya kau jangan terlalu mendramatisir keadaan Ayo kita keluar aku ingin menantang mu bermain catur." ucap stuart
Bima sangat kesal mendengar perkataan Stuart "kau ini memang menyebalkan baiklah ayo keluar." ucap Bima sepertinya dia sudah melupakan kesedihannya entah apa yang ada di pikiran Bima mudah sekali berubah pikiran
Di dalam kamar Steven tampak mama kikan Langsung memeluk dan mencium Anisa, "selamat sayangku Kau akan segera memberikan cucu pada Mama, ini hadiah untuk mu ucap Kikan sambil memberikan kontak perhiasan pada Anisa sontak saja perkataan Kikan membuat Anisa sangat terkejut pasalnya dia tidak mengetahui bahwa dia sedang hamil
"Jadi aku hamil cepat tanggung jawab kau sudah membuat aku hamil." ucap Anisa dengan polosnya sambil menunjuk pada Steven
Semua orang bingung melihat Anisa yang meminta pertanggungjawaban Steven bukanya Steven sudah menikahinya, Nadia memukul jidatnya mendengar perkataan Anisa
Tampak Anisa yang menerima kotak pemberian mama Kikan melihat sebuah perhiasan lengkap "asataga mama ini cantik sekali." ucap Anisa
"Kau suka mama senang jika kau menyukainya, mama harap kau menjaga kandungan mu dengan baik jika kau ingin sesuatu katakan saja pada mama." ucap mama Kikan
Sementara Steven tampak terabaikan bahkan dia yang tadinya duduk di dekat ranjang Anisa langsung tersingkir begitu saja, sementara Abraham keluar dari kamar Anisa dan Steven setelah mengetahui kondisi adiknya apalagi dia harus bekerja, sementara Dion yang menunggu di dalam mobil tampak melihat ke arah teras berharap Steven keluar, tadi saat dokter masuk Dion langsung ke mobil berniat menunggu Steven di dalam mobil
"Ini sudah jam berapa apakah tuan Steven tak akan pergi bekerja tapi tadi dia bilang tunggu." ucap Dion Abraham yang keluar dari rumah tampak melihat mobil yang biasa di tumpangi Dion dan Steven, Abraham mendekati mobil tersebut tampak Dion langsung keluar
"Sebaiknya kau langsung ke perusahaan dan handle pekerjaan Steven dan segera cari sekertaris baru." ucap Abraham
"Tapi tuan Steven pasti akan marah jika aku ke perusahaan tanpa menunggunya." ucap Dion
"Steven tak akan ke perusahaan hari ini sepertinya dia lupa mengatakannya padamu, aku berbalik hati menyampaikan hal ini padamu." ucap Abraham lalu berjalan masuk ke dalam mobilnya lalu bergegas pergi ke perusahaan untung tadi dia sudah menghubungi Samuel dan mengatakan dia akan sedikit terlambat
Sementara Steven yang tak di anggap seperti sedang berpikir apa yang dia lupakan, dia baru mengingat asistennya yang tadi pagi dia suruh untuk datang menjemputnya karena mereka akan melakukan rapat pagi ini di salah satu restoran oh astaga aku melupakan Dion." ucap Steven lalu mengabalil ponselnya dia tak akan meninggalkan istrinya hari ini walau sedetik
Tampak Dion di luar masih dilema, tak lama ponselnya berdering pucuk di cinta ulam pun tiba, sang bos akhirnya menghubunginya Dion hari ini aku tak Ke perusahaan jadi handle semua urusan kantor dan segera cari sekertaris untuk menggantikan istri ku, usahakan sekertaris yang sedikit berumur." ucap Steven
Dion terdiam mendengar perkataan Steven yang sama dengan perkataan Abraham, "halo Dion." panggil Steven
"Iya tuan akan saya ku kerjakan." ucap Doni, panggilan telepon pun terputus, sementara di taman belakang tampak stuart dan Bima sedang bermain catur
"Sudah lama kita tidak bermain catur." ucap Stuart , "ya kau benar sejak Putri ku Anisa lahir aku sungguh sangat khawatir saat Nadia kehilangan banyak darah dan koma beberapa Minggu, itulah mengapa aku sangat khawatir saat mengetahui bahwa Anisa hamil aku takut kejadian yang terjadi pada Nadia akan terjadi pada Anisa apalagi Anisa masih sangat muda." ucap Bima mengeluarkan keluh-kesahnya dan kekhawatirannya."ucap Bima
Stuart terdiam mendengar perkataan Bima dia juga sempat trauma saat Kikan melahirkan apalagi saat kehamilan Kikan semua sangat berbahaya membuat stuart kadang tak bisa berpikir jernih di saat seperti itu, Stuart hanya berharap jika nanti putrinya hamil tak terjadi seperti yang di alami Kikan.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya