My Wife My Hero

My Wife My Hero
321.pagi-pagi



Sementara itu di dalam kamar Arthur dan Sofia tampak Arthur bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya tanpa mempedulikan Sofia yang berada di dalam kamar melihatnya dengan tatapan bingung biasanya sebelum ke kamar mandi setelah pulang kerja atau pulang dari mana pun Arthur akan mengecup Sofia terlebih dahulu lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya tapi kali ini sangat berbeda apalagi raut wajah Arthur seperti tak biasa setelah mengecup sang istri lalu Arthur masuk ke dalam kamar mandi membuat Sofia menjadi bingung apa yang dilakukan oleh suaminya sampai-sampai dia seperti itu tak berselang beberapa menit tampak arthur yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan raut wajah segar


"Sayang ada apa denganmu kenapa kau sangat terburu-buru pergi membersihkan tubuhmu apakah ada sesuatu yang terjadi apa tubuhmu gatal." tanya Sofia yang sudah berdiri dari tempat duduknya tadi melihat ke arah Arthur yang baru saja keluar dari kamar mandi, "tidak sayang tadi kebetulan ada ular bulu yang sempat menempel di pakaianku membuat seluruh tubuhku gatal ucap Arthur tapi sebenarnya dia hanya merasa kurang nyaman saat Malika selalu memeluknya dan menggosok-gosokkan tubuhnya walaupun semua itu hanya sebagai adegan pelengkap agar beban percaya bahwa malaikat adalah istrinya, Sofia langsung tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Arthur dia mengerti apa maksud dari suaminya pasti kurang nyaman saat beradegan dengan Malika


"Astaga sayang kau kira Malika itu serbuk gatal apa, dia kan hanya melakukan perannya agar terlihat natural lagi pula mereka sangat cantik bahkan lebih cantik daripada seorang wanita." ucap Sofia, "cantik sih cantik sayang tapi kalau sama-sama batangan bagaimana juga ada rasa-rasa geli-geli gimana gitu." ucap Arthur , tapi hanya menggeleng kepala sambil tertawa kemudian mendekati sang suami lalu memeluknya "sekarang gatalnya sudah hilang kan." ucap Sofia membuat Arthur langsung mengangguk dan tersenyum mengecup sang istri berulang-ulang kali


Sementara itu di tempat lain tempatnya di apartemen Kevin tampak pria itu sedang berguling-guling karena merasa bahagia sudah dicium oleh sang pujaan hati "oh haruskah aku tidak cuci muka selama beberapa hari agar bekas ciuman itu tidak hilang dari wajahku aku sangat beruntung karena mereka sudah mengecup pipiku sebentar lagi pasti aku bisa mengecup bibirnya." ucap Kevin bahagia


Sementara itu di kediaman Ruben tampak Neni yang sedang berpikir bagaimana caranya agar Ruben tak melakukan hal yang tidak-tidak kepada Malika, "oh astaga apa yang harus aku lakukan agar Ruben tidak melakukan niatnya kepada istri Arthur aku sangat takut jika sampai terjadi sesuatu kepada istrinya." ucap Neni, sementara Ruben yang baru saja kembali dari ruang kerjanya tampak melihat ini yang belum tidur entah apa yang dipikirkannya sampai semalam ini dia belum tidur "apa yang kau pikirkan Apa kau ingin aku memberimu pelajaran lagi cepat tidur ingat kau jangan berpikir macam-macam urus saja urusanmu sendiri tidak usah mencampuri urusan orang lain." ucap Ruben lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, tampak Nini langsung menutup matanya begitu mendapatkan teguran dari Ruben Dia sangat takut jika sampai Ruben memulai aksinya pasti tubuhnya akan terasa sakit semua walaupun akhir-akhir ini Ruben tidak memukulnya membabi buta seperti awal-awal mereka bersama tapi beberapa pukulan kadang ditayangkan oleh Ruben saat akan memulai penyatuan mereka


pagi telah menyapa di kediaman Arthur tampak Kevin yang sudah datang pagi-pagi buta entah apa yang dilakukan oleh pria satu itu sedangkan tuan rumah saja belum bangun tapi dia sudah berada di kediaman tersebut dengan pakaian rapi penjaga dan pelayan sampai bingung melihat Kevin yang datang setiap pagi itu biasanya Kevin datang jam 08.00 sekalian sarapan tapi kali ini dia datang jam 06.00 pagi


Selamat pagi Tuan aku hanya ingin datang pagi-pagi sekali dan tak ingin terlambat sekalian siapa tahu aku bisa membantu melakukan sesuatu ucap Kevin membuat atur hanya bisa menggeleng kepala melihat tingkah asistennya itu dia yakin pasti pria itu sedang menunggu Malika bangun tidur oh Tuhan Kevin apa yang harus dilakukan pada asistennya tersebut atur bingung hanya bisa meneruskan langkahnya untuk pergi ke taman meninggalkan Arthur yang sedang duduk di ruang tamu


Sementara itu di kamar Malika tampak Malika sedang tertidur lelap dengan nyaman hanya dengan celana kolornya saja entah apa yang diimpikan oleh malaikat tapi dia terus tertawa dalam mimpinya, sementara Sofia yang hendak menuju dapur untuk menyiapkan sarapan untuk Arthur tampak terkejut melihat Kevin yang duduk di ruang tamu "Kevin ada apa kau datang seperti ini." tanya Sofia


"Aku sedang menanti pujaan hatiku bangun tidur Nyonya agar aku bisa melihat wajahku saat dia pertama kali bangun tidur begitupun aku ingin melihat wajahnya baru bangun." ucap kevin, tampak saya Sofia melotot sambil menahan senyumannya kemudian hanya mengangguk dan meneruskan langkahnya menuju ke dapur sementara Kevin tetap menanti sang pujaan hati yang masih tertidur lelap, Sofia yang hendak pergi ke dapur langsung mengalihkan langkahnya menuju taman di mana sang suami berada, "sayang apa kita tidak keterlaluan mengerjai Kevin apa sebaiknya kita mengatakan saja Yang sejujurnya kepada Kevin bahwa malika bukan seorang wanita tapi seorang pria aku sedikit takut melihatnya dia seperti seorang pria yang sangat kasmaran Jangan katakan padaku bahwa malaika adalah cinta pertamanya, oh astaga jika memang Malika adalah cinta pertamanya itu pasti akan jadi pukulan berat untuknya jika dia mengetahui bahwa malaikat adalah laki-laki." ucap Sofia


"Jangan dulu sayang nanti setelah kita menyelesaikan urusan kita dengan Ruben baru kita mengatakan padanya karena jika sampai kita mengatakan sekarang sifatnya pasti akan berubah kepada Malika dan itu akan membuat Ruben sangat curiga biar saja Kevin dan Ruben bersaing untuk Malika agar rencana kita berjalan mulus, Malika adalah cinta pertama kevin jadi wajar saja nanti jika Kevin akan sangat kecewa dan terluka atas hal ini tapi itu adalah pelajaran hidup yang harus dia lalui untuk sebuah cinta karena tak selamanya cinta itu berujung bahagia mungkin saja setelah kekecewaannya pada Malika dia benar-benar bisa menghargai wanita yang ada di hidupnya." ucap Arthur.


Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya