My Wife My Hero

My Wife My Hero
318. rayuan kevin



"Baiklah lanjutkan pekerjaan kalian dan ingat kalian harus tetap waspada walaupun kalian merasa aman di tempat ini aku akan pergi dulu." ucap pria yang memakai penutup wajah , para pengawal tersebut langsung menghormat setelah pria itu berjalan keluar dari ruangan tersebut tampak pria itu langsung masuk ke mobilnya dan pergi dari tempat tersebut sementara itu para bawahan Sofia tampak sedang mengawasi tempat tersebut


Di kediaman Arthur tanpa Kevin yang baru saja datang dengan senyuman manisnya masuk ke dalam rumah di mana Malika sedang duduk di ruang tamu menunggu Arthur yang sedang bersiap di kamar bersama Sofia tampak Kevin dengan senyuman manisnya datang mendekati Malika


"Halo nona cantik, indah, menawan seperti bunga matahari yang mekar bolehkah aku duduk di sini untuk menemani dunia cantik." ucap Kevin mulai melancarkan aksinya, Malika yang sedang membaca pesan di ponselnya tampak langsung melihat ke arah Kevin senyuman indah dari malika pun mulai terbit "halo pemuda tampan mempesona silakan duduk mau aku pangku atau duduk di mana." ucap Malika centil


Kevin langsung berbunga-bunga mendengar perkataan Malika lampu hijau benar-benar sudah menyala "sebenarnya aku ingin duduk di pangkuanmu atau biar aku biar kau yang duduk di pangkuanku tapi untuk saat ini biarlah aku duduk saja di hadapanmu agar bisa mengagumi wajahmu yang seindah rembulan itu, aku takut kalau duduk di pangkuanmu aku bisa khilaf sehingga langsung membawamu kehidupan pak penghulu." ucap Kevin lalu duduk tepat di hadapan Malika


Tampak Malika bangkit dari kursinya lalu duduk di samping Kevin dan meraba-raba dadah Kevin dengan menggoda "wah dadamu sangat keras apalagi dengan sangat berotot wajahmu juga sangat tampan kau memang pria impianku aku bahkan sekarang ingin mencium wajahmu yang tampan itu." ucap Malika menggoda Kevin, tempat Kevin barang melek saat tangan Malika sudah meraba-rama bagian dada dan lengannya tapi hal itu tidak berlangsung lama tiba-tiba atur dan Sofia datang membuat mereka menghentikan kelakuannya


Melihat Malika yang seperti itu membuat Sofia ingin tertawa terbahak-bahak sementara Arthur tampak menggeleng kepala melihat Kevin yang sudah jatuh cinta membabi buta terus menatap Malika tanpa mengalihkan pandangannya, "eh ada Nyonya Dan Tuan sudah datang maaf Nyonya Tuan aku tadi memeriksa jantung Tuhan Kevin aku pikir jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya aku takut dia terserang penyakit jantung." ucap Malika lalu pindah tempat duduk


"Sudahlah malik berhenti main dokter-dokteran ini sebaiknya kalian segera pergi ke kediaman Ruben, sayang hati-hati di sana Malika berhati-hatilah jaga selalu Tuan dan ingat kalian harus tampil senatural mungkin tapi ingat kau jangan terlalu berlebihan." ucap Sofia


"Siap Nyonya aku akan melaksanakan sesuai dengan perintah Nyonya aku akan menjaga Tuhan dengan sangat baik menjaganya dengan nyawaku sendiri." ucap Malika "jangan khawatir Nyonya beban yang berat itu biar aku yang menanggungnya aku akan menjaga Tuan dan juga menjaga Nona Malika dengan segenap jiwa dan ragaku." ucap kevin, melihat asistennya yang sudah berapi-api Karena rasa cinta membuat atur hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar entah apa yang akan terjadi jika sampai Kevin mengetahui bahwa wanita incarannya adalah seorang pria mungkin saja Kevin akan patah hati dan bersedih selama 7 hari 7 malam dan berkurung di kamar, tampak Sofia mengantar mereka sampai di depan pintu kemudian Arthur dan Malika duduk di bangku belakang sementara Kevin duduk di samping pengemudi ini mobil yang ditumpangi oleh ketiga orang tersebut sudah melaju keluar dari kediaman Arthur menuju ke kediaman Ruben


Kini mobil yang ditumpangi oleh Arthur dan yang lain sudah memasuki pekarangan kediaman Ruben tampak mobil berhenti tepat di depan kediaman Ruben, tanpa Kevin terlebih dahulu keluar kemudian Arthur kemudian Malika yang dibantu oleh Arthur tanpa keduanya bergandengan menuju ke pintu rumah Ruben, sementara Ruben yang berada di dalam rumah tampak langsung bangkit dari tempat duduknya begitu pelayan mengatakan bahwa Tuan Arthur sudah datang, tampak Ruben berjalan menuju ke pintu di mana Arthur dan Malika juga sudah dekat dengan pintu masuk kediaman Ruben tampak mereka sudah saling bertemu Ruben langsung terpanah melihat kecantikan yang sangat cantik elegan seperti model sampul majalah seorang putri membuat Kevin sedikit kesal dengan tatapan Ruben yang seperti singa kelaparan yang hendak menerkam Malika


"Halo Tuan Ruben." ucap Arthur Ruben yang tadinya sedang terpanah melihat Malika akhirnya tersadar saat Arthur menegurnya "halo tuan Arthur maafkan aku mari silakan masuk." ucap Ruben tapi masih terus melirik ke arah Malika mereka semua sudah berkumpul di ruang tamu tampak Neni baru saja turun dari lantai 2 di mana kamarnya berada Neni langsung menyapa Arthur sesuai dengan perintah Ruben ini harus bersikap seperti biasa "selamat malam Arthur dan selamat malam kakak ipar."ucap Neni


Tampak Malika tersenyum melihat ke arah neni "selamat malam Neni senang bisa bertemu dengan aku selama ini selalu mendengar tentangmu ternyata kau sangat cantik ucap Malika lalu mengambil tangan ini agar duduk di sampingnya apakah kau baik-baik saja aku rasa kau pasti sangat bahagia karena memiliki suami seperti Tuan Ruben yang sepertinya sangat baik dan penyayang, waktu atur bercerita tentangmu aku tidak menyangka bahwa dia memiliki seorang sepupu yang cantik." ucap Malika


"Kakak ipar bisa saja aku tak menyangka bahwa sudah menikah dengan wanita cantik seperti kakak ipar." ucap Neni, biarkan aku memelukmu sayang akhirnya aku bisa bertemu dengan sepupu dari suamiku ucap Malika mengambil kesempatan dalam kesempitan ingin memeluk seorang wanita Arthur langsung menggeleng kepala melihat Malika ternyata tidak hanya pada laki-laki tapi pada perempuan juga setelah beberapa menit memeluk Neni Malika pun melepaskan pelukan tersebut


"Terima kasih pujiannya aku hanya suami biasa yang selalu memberikan yang terbaik untuk istriku agar dia bisa bahagia berada di sisiku aku tak ingin wanita yang ada di sisiku tidak merasa bahagia." ucap Ruben penuh kebohongan,"benarkah Tuan Ruben sungguh pria yang sangat baik dan sempurna untuk dijadikan pasangan hidup tidak seperti suamiku yang kadang membuat aku sedikit curiga padanya apakah dia memiliki wanita lain di luar sana." ucap Malika sok dramatis .


Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya