
"Kau benar dengan melakukan hal tersebut tanda tangani perjanjian ini ingat jika sampai semua ini ketahuan akibatnya." menanggung semua akibatnya ucap Bima
Lita tanpa membaca apapun langsung menandatangani surat perjanjian yang disodorkan oleh Bima, "jadi tuan apa yang harus aku lakukan." tanya Lita
"Kau akan tinggal di sebuah apartemen dan mulai besok kau akan bekerja di perusahaan di mana Steven berada ingat kau tak boleh ketahuan, kau ikutlah pria itu dia akan menjaga dan memenuhi semua kebutuhanmu." ucap Bima lalu pergi meninggalkan markas tersebut dan kembali ke rumah
Steven yang sudah selesai mandi dan berpakaian tanpa masih tersenyum saat melihat istrinya benar-benar tidak mau melepaskan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya sayang Apa kau tidak merasa tak panas Ayo mandi dan keluar sarapan ucap Steven tapi lagi-lagi Anisa perkataan Steven membuat Steven geleng-geleng kepala akhirnya Steven keluar dari kamar menuju meja makan tampak Nadia tersenyum saat melihat sang menantu baru keluar dari kamarnya
"Sayang Ayo sarapan di mana istrimu." tanya Nadia saat Steven baru keluar dari kamar
"Iya Ibu Anisa masih tidur mungkin sebentar baru dia akan keluar." ucap Steven bohong
"Anak itu masih tidak berubah kecuali dibangunkan Kenapa kau tidak membangunkannya saja ini sudah jam berapa." ucap Nadia
"Tidak apa-apa ibu Anisa mungkin saja sedang kelelahan akibat Kemarin tidak sempat beristirahat saat pulang dari luar kota dan langsung menikah." ucap Steven mencari alasan
"Baiklah sayang langsung ke meja makan saja Ibu sudah menyiapkan menu kesukaanmu." ucap Nadia, "Baik Ibu terima kasih ucapkan lalu berjalan menuju meja makan
Sementara Anisa yang melihat sudah tak ada orang di dalam kamar langsung bangun dan berjalan menuju ke kamar mandi dengan perlahan "aduh kenapa aku bisa sebodoh ini bisa-bisanya Aku terjebak dengan perkataan Steven memang dasar bakso urat Tapi enak juga sih." ucap Anisa yang sudah berada di dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya Tapi saat dia menatap cermin sontak saja Anisa berteriak dengan keras karena tubuhnya penuh dengan tanda berwarna merah, " apa yang sudah dilakukan Kenapa kulitku menjadi belang-belang seperti ini." ucap Anisa
Sementara Bima yang sudah berada di mobilnya tampak tersenyum sambil melihat surat perjanjian tersebut "awas aja kau Steven Jika kau berani menyakiti putriku aku akan membuatmu menjadi tempe." ucap Bima
Sementara Sofia langsung keluar dari ruang kerja ayahnya setelah selesai berbicara dan melepas rindu dengan ayahnya Sofia langsung mencari sang ibu melihat ibunya di ruang keluarga sedang asyik nonton sofia langsung mendatangi sang ibu "halo ibu aku kembali." ucap Sofia
"Ya Ibu sudah tahu kau sudah kembali dari tadi Saat Kau masuk ke ruang kerja ayahmu aku pikir kau tak mengingat ibumu lagi." ucap Kikan
"Ibu ini aku tadi bertemu Ayah karena ada sesuatu yang penting yang ingin aku bicarakan bukannya aku sengaja melewati ibu tetap saja Ibu nomor satu di hatiku." ucap Sofia merayu
Sofia tersenyum lalu memeluk sang Ibu dan menciumnya "Sudahlah Ibu Jangan cemburu atau marah lagi aku tetap menyayangi Ibu apapun yang terjadi dan ibu satu-satunya wanita yang paling aku sayangi selain nenek." ucap Sofia
"Sudahlah berbicara dengan sama saja aku berbicara dengan ayahmu sekarang pergilah ke kamarmu bersihkan tubuhmu lalu makan kemudian istirahat Aku tahu Kau pasti sangat lelah ucap Kikan, mendengar perintah ibunya Sofia langsung mencium ibunya lalu pergi ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya sementara ikan hanya menggeleng kepala melihat kepergian putrinya
"Sementara itu Samuel yang berada di perusahaan tanpa sedang menikmati kopi dengan laptop yang ada di hadapannya sungguh kemarin hari yang berat ." ucap Samuel, tampak Bima masuk ke ruangan Samuel Samuel melihat Bima yang masih lebam di pipi kiri
"Selamat pagi Tuan Aku ingin memberikan laporan." ucap Abraham, menghembuskan nafasnya kasar kalau bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju sofa yang berada di ruang kerjanya "Abraham Aku ingin berbicara denganmu." ucap Samuel
Abraham berjalan menuju sofa dan duduk tepat di hadapan Samuel "Ada apa Tuan ingin berbicara denganku." tanya Abraham
"Apakah kau baik-baik saja Maaf aku tidak sempat bertanya kepadamu semalam Saat semua orang sudah pergi Aku sebenarnya ingin berbicara denganmu Tapi aku sangat kelelahan dan dirimu juga pasti lelah dengan apa yang terjadi." ucap Samuel
Abraham menghapuskan nafasnya kasar lalu melihat ke arah Samuel aku baik-baik saja sebenarnya hanya saja aku kecewa pada diriku sendiri karena tidak bisa melindungi adik perempuanku satu-satunya yang sangat disayangi oleh ayahku apa kau tahu Anisa adalah segala-galanya bagi ayahku dari kecil hingga dia dewasa ayahku begitu mencintainya walaupun ayahku juga mencintaiku tapi tak sebesar cintanya pada Anisa Untung saja kakekku sangat mencintaiku membuat aku tak pernah merasa bahwa ayahku lebih mementingkan Anisa daripada diriku ayahku tak pernah memarahiku Tapi kemarin saat dia memukul diriku aku sadar kali ini aku sudah membuat kesalahan yang fatal dengan membiarkan adikku terluka." ucap Abraham
Samuel menghembuskan nafasnya kasar lalu menatap ke arah Abraham "aku tahu bagaimana perasaanmu kau tahu kan Bagaimana Sofia dicintai oleh ayahku entah dia melakukan apapun atau membuat kesalahan apapun tapi di mata Ayah dia adalah putri yang paling sempurna Sofia dilatih oleh orang kepercayaan ayahku dan dijaga oleh mereka dan kau tahu itu aku mengerti kenapa kau kecewa pada dirimu sendiri tak bisa melindungi Anisa tapi bersyukurlah Anisa tidur dengan Steven bukan dengan pria lain Steven adalah orang yang tepat walaupun banyak berita di luar tentang sifatnya yang gonta-ganti wanita Tapi percayalah Dia tak pernah sampai tidur dengan mereka dia hanya ingin bermain saja, sebenarnya ada sebuah rahasia Steven sebenarnya dari dulu dia sudah mencintai pada Anisa tapi di tak berani mengungkapkan perasaannya apalagi Anisa selalu tak bersahabat dengannya." ucap jujur kamu Samuel
Abraham sedikit terkejut mendengar perkataan Samuel lalu Abraham menatap semua dengan tatapan penuh tanda tanya "apa kau yakin dengan perkataanmu bahwa Steven mencintai Anisa." ucap Abraham tak percaya
Samuel menatap ke arah Abraham "aku tak pernah berdusta dan aku tahu persis bagaimana Steven saat jatuh cinta pada seorang wanita Aku adalah saudara kembarnya." ucap Samuel
"Jika dia memang menyukai Anisa Kenapa tidak mendekati Anisa tapi mendekati berbagai macam wanita dan berpacaran dengan mereka." tanya Abraham
"Itu karena Anisa sangat sulit didekati apalagi ayahmu juga selalu menghalangi siapa saja yang akan mendekati Anisa membuat Steven menjadi bingung sendiri jadi untuk menutupi perasaannya dia bermain-main dengan beberapa wanita." ucap Samuel
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya