My Wife My Hero

My Wife My Hero
233. pasien kecewa



Tampak perawat yang biasa berada di depan ruangan kerja Sofia untuk mendaftarkan para pasien yang akan diperiksa oleh Sofia mengetuk pintu ruangan Dinda yang terbuka Dinda yang berada di ruangannya sedang menelepon Abraham tampak menyuruh perawat tersebut masuk dan duduk setelah menyuruh perawat tersebut masuk mematikan ponselnya setelah berpamitan kepada Abraham, maaf dokter saya menganggu anda tapi saya disuruh oleh dokter Sofia untuk mengalihkan beberapa pasien ke ruangan anda karena pasien terlalu banyak sehingga membutuhkan waktu yang sedikit lama apalagi dokter Sofia akan melakukan operasi beberapa jam lagi dan hal tersebut pasti akan sangat membuat dokter sofia lelah." ucap perawat tersebut


"Baiklah aku mengerti kau serahkan saja daftar pasien tersebut kepada perawat di depan nanti mereka yang akan mengurusnya sekalian pasien tersebut kau arahkan kemari." ucap Dinda pasalnya hal tersebut memang biasa terjadi saat Sofia sibuk maka pasien Sofia akan dialihkan kepada Dinda, setelah mendapatkan jawaban dari Dinda perawat tersebut tersenyum lalu keluar kembali ke tempat dokter Sofia tampak dokter perawat tersebut langsung mengalihkan beberapa orang pria muda yang sedang duduk mengantri tampak pria para pria tersebut bingung kenapa mereka dialihkan ke tempat lain tapi tapi mereka tidak bisa menolak hal tersebut takutnya mereka akan ketahuan bahwa sebenarnya mereka bukan datang untuk berobat tapi datang untuk melihat Sofia


Kini para pria tersebut sudah berada tepat di depan ruangan Dinda perawat yang melihat hal tersebut tampak kegirangan karena semua yang ada untuk pemeriksaan kesehatannya pemuda-penuhmu dan tampan dan tampaknya sangat kaya para perawat tersebut memanggil satu persatu pasien tersebut saat masuk Dinda sedikit bingung karena para pria tersebut tidak ada gejala sakit apapun bahkan saat di ruang pemeriksaan mereka hanya mengatakan sedang sakit kepala saja dan membutuhkan obat bahkan ada yang hanya mengisi formulir langsung pergi saat mengetahui bahwa bukan dokter Sofia yang akan memeriksa mereka sementara itu di dalam ruangan Dinda tampak bingung melihat para pria tersebut yang dia tangani sementara para pria tersebut keluar dari rumah sakit dengan rasa kecewa karena tak bisa bertemu dengan Sofia secara langsung


Sementara itu Sofia setelah memeriksa semua pasiennya tampak keluar dari ruangannya untuk makan siang Sofia langsung ke tempat Dinda dengan senyuman sejuta waat "bagaimana sayang apakah kau sudah memeriksa para pria tadi." tanya Sofia


"Aku bingung mereka itu tidak sakit apapun tapi datang kemari untuk diperiksa katakan sebenarnya apa yang terjadi sampai para pria itu yang kelihatannya dari keluarga kaya raya datang ke rumah sakit jangan-jangan Mereka ingin bertemu denganmu astaga Sofia Jangan katakan kau sudah mulai memperlihatkan dirimu di depan umum apakah misimu berhasil terus bagaimana dengan pria yang pernah kau katakan dulu apa rencanamu aku harap kau mengatakan hal ini terlebih dahulu pada ibu aku yakin ibu pasti akan membantumu." ucap Dinda


Sofia menghembuskan nafasnya kasar aku memang berencana akan mengatakan pada ibuku beberapa hari lagi sebaiknya kita keluar untuk makan siang bersama aku sangat lapar." ucap Sofi lalu keluar makan siang bersama Dinda saat mereka keluar dan menuju parkiran mobil tanpa sengaja harus melihat Sofia dan Dinda yang keluar menuju ke mobilnya Aris yang hendak ke kantin langsung berbalik arah menjauh entah apa yang terjadi padanya walaupun dia lupa apa yang terjadi tapi sepertinya dia sangat takut jika melihat Sofia seperti ada rasa trauma yang tak bisa diungkapkan


"Astaga sayang kau jangan khawatir aku masih memiliki dua orang adik yang bisa menangani perusahaan kau pikir Sofia adalah dokter biasa dia mempunyai gelar bisnis dan merupakan otak di Balik beberapa bisnis milikku dan milik Steven hanya saja dia selalu berada di belakang layar tak ingin terjun langsung untuk menjadi pemimpin sebuah perusahaan dia lebih nyaman menjadi seorang dokter apa bahkan kau tahu hartanya lebih banyak daripada hartaku dan juga harta Steven." ucap Samuel, kan pakai militer belalang mendengar perkataan Samuel karena terlihat Sofia seperti gadis biasa yang sangat menyenangkan bahkan saat bersama Sofia Emeli merasa Sofia adalah gadis lugu yang baik hati "benarkah sayang wah aku tak menyangka Sofia adalah wanita yang hebat dan dia memiliki wawasan yang luar biasa aku sangat iri padanya." ucap emeli


"Jangan khawatir sayang kau bisa seperti Sofia setelah kita berbulan madu dan berkeliling dunia kau akan bersekolah seperti perempuan lainnya di keluargaku memiliki gelar pendidikan yang baik dan kau juga bisa memiliki sesuatu sebuah bisnis yang kau inginkan atau menjadi ibu rumah tangga itu adalah pilihanmu aku tak akan memaksamu jika kau menginginkan untuk menjadi wanita karir sekaligus menjadi ibu rumah tangga hanya ada beberapa syarat jika kau ingin menjadi wanita karir bersama kau hanya boleh bekerja dalam rumah kedua kau hanya bisa berinteraksi dengan para wanita ketiga kau akan dikelilingi oleh pengawal jika keluar dari kediaman kita." ucap Samuel


"Benarkah Kakak aku boleh bersekolah kembali dan melanjutkan pendidikanku bahkan sampai mendapatkan gelar sarjana aku sangat bahagia terima kasih Kakak, tapi Kakak jika itu peraturannya itu sama saja bohong lebih baik aku menjadi ibu rumah tangga saja." ucap Emily tidak mengerti dengan syarat yang diajukan oleh sang suami yang menurutnya sangat berlebihan tapi dia juga memahami hal tersebut apalagi keluarga sang suami merupakan pengusaha besar yang pasti banyak memiliki musuh, Samuel tersenyum Tiara Emily yah pilihanmu tepat dengan menjadi ibu rumah tangga tapi kau tenang saja menjadi ibu rumah tangga kau bebas melakukan apapun asalkan itu baik dan aku mengizinkannya." ucap Samuel


Sementara itu di kerajaan Gale tampak pangeran yang sedang duduk bersama beberapa selirnya sementara Wulan tampak sejak dan menyajikan buah untuk pangeran galee tapi saat menyajikan buah tiba-tiba buah itu jatuh menimpa pangeran membuat pangeran galee sangat kesal "dasar pelayan bodoh, seharusnya kau lebih kuat memegangnya itu hanya piring buah bukan balok kayu sepertinya kau ingin dihukum pengawal bahwa dia untuk bekerja mengangkat balok kayu di luar." ucap pangeran galee lalu meraih rambut Wulan dan menamparnya dengan keras sebelum para pengawal membawanya.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya