
Tampak Sofia yang masih duduk di kursi milik Arthur menatap lurus ke depan setelah dia berbicara dengan sang kakek ada kemungkinan besar pria yang menciptakan serum tersebut adalah pria yang merupakan rekan kakek buyutnya yang paling muda diantara beberapa ilmuwan yang bekerja sama dengan kakek buyutnya dan Sofia merasa ada sesuatu yang aneh dengan pria yang selalu memakai penutup wajah, "tapi di mana Paman Edi jika memang hilang bersama putranya setahun yang lalu itu adalah waktu yang sangat lama tapi bagaimana bisa lab Paman Edi dirancang sendiri oleh Paman Edi tak ada yang bisa keluar masuk sesuka hatinya tanpa persetujuannya." pikir Sofia
Sementara itu di sebuah gudang tampak pria yang memakai penutup wajah berdiri tepat di hadapan monster yang diciptakan "aku tak percaya kau akan percaya dengan semua omong kosong ku dan membuat kau berakhir seperti ini." ucap pria tersebut, nampak pria yang seperti monster yang ada di hadapannya menarik kencang semua rantai rantai yang terikat di tangannya dan kakinya seolah-olah dia ingin menerjang pria tersebut yang saat ini ada di hadapannya, "tambahkan dosis untuknya sepertinya ingatannya tentang hidupnya dulu masih tersisa sedikit dari amarah yang terlihat aku ingin dia melupakan segala-galanya dan mematuhi semua keinginanku." ucap pria tersebut
"Tapi tuan untuk hari ini dosis serum yang kita gunakan sudah lebih dari cukup takutnya jika dosisnya ditambahkan dia bisa mengamuk karena merasakan sakit di bagian kepalanya apalagi jika dia mengamuk seperti itu beberapa bagian tubuhnya akan terluka dan rantai ini tidak akan bisa menahannya." ucap salah seorang yang ada di ruangan tersebut
"Jangan khawatir aku yang menciptakan serum itu jadi aku tahu sampai di mana batasnya lihatlah dia sudah setahun lebih tapi buktinya dia hanya berubah menjadi monster tak Sampai mati kalau hanya terluka kecil itu karena kesalahannya sendiri, jadi lakukan saja apa yang aku perintahkan tidak usah memprotes apapun yang aku inginkan aku memperkerjakan kalian untuk mengembangkan serum tersebut bukan untuk mengadu pendapat denganku." ucap pria yang menggunakan penutup wajah, lalu bergegas meninggalkan ruangan tersebut sementara itu para ilmuwan tampak saling melihat satu dengan yang lain Mereka juga sangat kasihan pada pria yang ada di hadapan mereka saat ini tampak seorang ilmuwan hendak melaksanakan apa yang diperintahkan oleh pria yang menggunakan penutup wajah tapi salah seorang temannya tampak mengkode entah apa yang mereka lakukan setelah menyuntikkan serum tersebut mereka semua keluar dari ruangan tersebut meninggalkan pria yang tampak sangat marah setelah menghentikan beberapa saat reaksinya pun tampak pria tersebut benar-benar mengalami sakit kepala yang hebat dan terus berusaha untuk membuka rantai tangan dan kakinya para penjaga di luar hanya bisa melihat hal tersebut tak bisa melakukan apapun Untung saja rantai yang menahan pria yang seperti monster tersebut tidak sampai putus
Setelah beberapa jam menempuh perjalanan akhirnya Stuart dan Mr D tiba di pulau di mana lab milik Edi berada tampak Stuart melihat sekeliling lab tersebut sementara Mr D dan seseorang yang sedang berusaha membuka pintu lab, "tuan sepertinya aku membutuhkan beberapa jam lagi untuk membuka pintu utama lab ini karena dia memakai tujuh lapis kunci di dalamnya dengan beberapa kata sandi dan angka yang berbeda jika kita salah memasukan angka kata sandi di pintu utama maka semua sistem akan terkunci dan lab akan tertutup selamanya tak bisa di buka lagi." ucap pria yang merupakan ahli dalam bidang tersebut
Benarkan baiklah kau berhati-hatilah bekerja kami akan menunggu hasilnya ." ucap Mr D lalu pergi ke arah Stuart yang sedang berdiri melihat sekalinya, "Tuan sepertinya kita harus mendirikan di sini karena kita harus menunggu agar pintu lab bisa terbuka." ucap Mr D, tampak tua hanya mengangkut saja mengiyakan perkataan mr D
Tampak Arthur yang keluar dari perusahaan dan langsung masuk ke dalam mobilnya sang sopir langsung melajukan kendaraannya tapi saat mengingat pesan sang istri yang ingin memakan nasi goreng sopir untuk singgah di warung tersebut beberapa lama mobil yang ditumpangi oleh Arthur sudah tiba di tempat penjual nasi goreng tersebut setelah membeli beberapa bungkus Arthur menyuruh untuk membawanya ke hotel begitu tiba di hotel Arthur langsung melihat ke arah sopir ini ada nasi goreng untukmu dan juga kau pergilah ke apartemen Kevin bawakan nasi goreng ini dia belum makan seharian aku takut dia jatuh sakit cobalah untuk membujuknya aku pikir kalian berdua adalah teman yang baik." ucap Arthur lalu memberikan kantongan nasi goreng kepada sopir dan kantongan lainnya dia bawa
Tampak arthur masuk ke dalam hotel setelah menaiki akhirnya Arthur tiba ke sebuah kamar setelah mengetuk beberapa kali pintu kamar pun terbuka tampak Sofia tersenyum menyambut kedatangan Arthur setelah Arthur masuk Sofia langsung menutup pintu sayang kau ingat aku menginginkan makanan ini aku pikir kau akan melupakannya." ucap Sofia sambil menerima kantong plastik yang berisi nasi goreng
"Sayang dari mana kau tahu bahwa aku membawakan mu nasi goreng bukankah kau belum melihat apa yang aku bawa." tanya Arthur, "sayang aku bisa mencium bau nasi goreng dari kantong plastik tersebut jadi aku sangat yakin kau pasti membelikan aku nasi goreng yang dekat perusahaan." ucap Sofia, tebakan ku benar sayang oh iya bagaimana kalau kita bermain dokter-dokteran dulu sebelum kita melakukan adegan drama yang mengurus hati bersama Ruben dan Malika mumpung kita sedang berada di hotel sejak kita menikah kita tak berbulan madu kan lumayan sensasinya." ucap Arthur sambil mengedipkan mata pada Sofi, ternyata otak kita satu server mesumnya sayang aku juga memikirkan hal yang sama itulah mengapa aku mengatakan kepada Malika gara adegannya di lakukan saat malam sedikit larut." ucap Sofia tanpa malu entah apa yang terjadi pada ibu Hamil ini.
Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya