
Sementara itu Arthur dan Kevin yang juga tampak ikut ke rumah sakit tampak berdiri tidak jauh dari keluarga huges berada yang melihat Sofia memiliki arah tuan beberapa kali langsung berjalan ke arah Sofia Sofia tampak sedikit cemas saat ibunya datang menghampirinya apalagi sang ayah yang selalu mengawasi sang ibu kemanapun dia pergi
"Sayang siapa pria itu." tanya Kikan dia adalah rekan kerja Samuel ibu kebetulan sama undang-undangnya untuk datang kemari tapi tiba-tiba kebakaran dan terpaksa mereka menginap di villa milikku." ucap Sofia dengan suara yang agak kecil agar tak terdengar oleh sang ayah yang tak jauh dari mereka, Kikan langsung mengangguk mengerti pria itu pasti adalah suami putrinya
Tampak kikan berjalan mendekati Arthur dan Kevin tampak Arthur sudah keringat dingin dan cemas sepertinya tulangnya akan patah semua melihat sang ibu mertua datang menghampirinya tapi dia harus bisa menahan semua itu "selamat malam nyonya." ucap Arthur saat Kikan menghampirinya, datang dan merangkul istrinya tepat dihadapan atur Apa yang kau lakukan pada istriku kau ingin menggoda istriku ya dasar anak ingusan istri ku memang cantik dan seksi tapi lihatlah dia sudah mempunyai tiga anak bahkan lebih dewasa darimu kau ini kau jangan berani macam-macam atau aku akan langsung membuatmu bertemu dengan pencipta mu." ucap Stuart tanpa bertanya apapun
Sayang jangan menakuti anak ini dia adalah teman putra kita aku hanya sedang bertanya kepadanya sebaiknya kau pergi melihat putrimu lihatlah Sofia sepertinya tadi Dia berkata Dia sedikit merasa kurang nyaman." ucap Kikan " apa katamu putriku sakit Stuart langsung bergegas memeriksa keadaan putrinya, " sayang kau baik-baik saja kata ibumu kau kurang sehat apa yang terjadi apa kau membutuhkan dokter." tanya Stuart sambil menarik putrinya untuk memeriksa keadaannya dengan lembut dan semua tu di lihat jelas oleh Arthur dan Kevin
"Aku tidak apa-apa ayah aku hanya sedikit demam itu hal biasa ayah tak usah khawatir." ucap Sofia , kau lihat itu hanya Sofia yang bisa mengalihkan pandangannya dari orang yang dia cintai karena Sofia sangat berharga untuknya mungkin orang berpikir dia adalah Ayah yang gila melindungi putrinya dengan berbagai cara agar putrinya jauh dari semua kepedihan dan rasa sakit tapi dia melakukan itu semua karena dia hanya ingin melindungi putrinya yang berharga walaupun Sofia berada di Medan yang diciptakan sendiri olehnya tapi dia selalu melindungi Sofia aku hanya ingin yang terbaik untuk putriku dan aku selalu berharap dia memiliki seseorang yang tepat untuk mendampinginya." ucap Kikan
Tampak Arthur menurut hormat dia mengerti apa maksud dari perkataan sang mertua maafkan aku." ucap Arthur, "aku tak ingin mendengar perkataan maafmu aku ingin mendengar pertanggungjawaban mu aku ingin kau datang ke hadapan kami sebagai pria sejati temui Ayah Sofia dan katakan yang sebenarnya padanya." ucap Kikan
Tampak Arthur langsung berlutut di hadapan Kikan karena dia masih merasa bersalah tampak semua orang melihat Arthur yang berlutut di hadapan Kikan begitupun Sofia yang sedang bersama sang ayah Sofia bergegas berjalan mendekati sang suami sementara Stuart terlihat bingung kemudian berjalan ke arah sang istri tampak Sofia langsung menarik Arthur yang berlutut di hadapan ibunya tapi Arthur menolak untuk berdiri sementar Kevin sudah menjauh dari tempat tersebut
"Berdirilah mengapa kau sampai berlutut seperti itu Arthur bangun aku bilang bangun Arthur." ucap Sofia sambil menarik Arthur tapi Arthur tak bergeming sama sekali sementara semua orang tampak terpaku melihat kejadian tersebut sesuatu yang datang menghampiri sang istri merasa bingung seorang pria berlutut di hadapan istrinya dan Sofia berusaha menyuruh pria itu bangkit dengan menyebut namanya secara akrab
"Tuan, Nyonya aku bersalah maafkan aku, aku adalah suami Sofia kami menikah beberapa waktu yang lalu di sebuah pulau kecil aku yang bersalah di sini karena aku sudah melakukan sesuatu yang licik dengan menikahi Sofia saat dia kehilangan ingatannya apalagi tak ada yang mencarinya sampai ke pulau dan tak ada berita tentang kehilangan seorang wanita di laut membuat aku berpikir bahwa Sofia tidak memiliki keluarga lagi sehingga akan memutuskan untuk menikahinya karena aku sudah jatuh cinta padanya sejak pandangan pertama." ucap Arthur
Mendengar perkataan Arthur semua orang tampak terkejut hanya tuan yang wajahnya memerah menahan amarah kuat dengan cepat langsung menarik Arthur dan menghajarnya habis-habisan membuat semua orang hanya bisa diam begitupun Sofia dia tahu peraturan yang ada apalagi dia wakil k sang ayah, sementara Arthur tak membalas atau menghindar sama sekali tampak Arthur dengan beberapa luka sobekan di wajah dan tubuhnya melihat hal tersebut Sofia langsung memeluk sang ayah ayah aku mohon dia adalah suamiku jangan membunuhnya ucap Sofia membuat Stuart langsung melepaskan cengkraman Arthur membuat Arthur terjatuh di lantai, Stuart langsung menarik Sofia pergi dari tempat tersebut sementara Arthur tampak di bawah oleh beberapa perawat di ruang UGD
Suasana yang mencekam di luar tiba-tiba teralihkan dengan suara bayi dari ruang persalinan membuat semua orang langsung mengalihkan pandangannya pada ruang persalinan tak berselang lama dokter keluar dengan senyuman tampak semua orang penasaran dengan bayar dikandung oleh Anisa "selamat baiknya kembar laki-laki." ucap dokter tersebut
Tampak semua orang saling berpelukan satu sama lain seolah-olah lupa dengan apa yang baru saja terjadi sementara Kevin di pojok tampak meringkuk karena ketakutan melihat Apa yang terjadi sungguh dia tidak menyangka bahwa atasannya akan dipukul seperti itu Kevin dengan cepat pergi untuk menjaga atasannya yang berada di ruang UGD, sementara Steven yang baru keluar dari ruang persalinan tampak acak-acakan dengan baju yang sudah robek sana-sini, tampak Nadia, Bima dan Kikan masuk ke dalam ruangan persalinan untuk melihat dua bayi kembar yang lahir
Tapak Anisa yang masih terbaring lemas di ranjang pasien dan kedua bayi pun sudah dibersihkan oleh perawat tanpa kedua bayi sangat tampan dan gagah sangat mirip dengan Steven, sementara itu dan Sofia yang sedang berada di dalam mobil tampak tak ada yang berbicara di antara mereka berdua mobil itu terus melaju menuju ke kediaman utama keluarga huges begitu sampai Stuart langsung memarkirkan mobilnya adzan masuk ke dalam rumah diikuti oleh Sofia yang tampak sedang tertunduk berjalan mengikuti sang ayah
Sementara Kikan setelah melihat cucunya dan menantunya dalam keadaan baik-baik saja dengan segera Kikan pulang ke kediaman utama diantar oleh Samuel, sementara Kevin terlihat sedih melihat bosnya yang terkapar tidak berdaya bahkan seluruh wajahnya sudah dibalut seperti mumi.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya