
"Wah ternyata Arthur tampan dan sangat berkarisma saat dia menduduki jabatan CEO, walaupun dia lumpuh tapi kharismanya memang luar biasa." ucap Neni
"Aku memanggilmu kemari bukan untuk memuji Arthur tapi untuk berdiskusi mengenai apa yang akan kulakukan selanjutnya." ucap Jeremi
"Aku akan ke kantornya untuk mengajaknya keliling ke berbagai ruangan di perusahaan ini agar dia tahu dan aku berencana untuk makan siang dengannya." ucap Neni penuh percaya diri
"Apa kau yakin kau ingin pergi makan siang dengan Arthur, tapi sepertinya itu bukan ide buruk lakukanlah sesuai dengan apa yang kita rencanakan kau jangan sampai bertindak bodoh apalagi sampai benar-benar mencintai Arthur." ucap Jeremi
"Kau tenang saja wanita sepertiku sangat pemilih terhadap seorang pria Arthur bukanlah tipe ku apalagi dia menggunakan kursi roda membuat aku hanya merasa iba." saja ucap Neni
"Kau jangan terlalu percaya duri belum tentu juga Arthur menyukaimu aku yakin dia pasti mempunyai seorang wanita yang dekat dengannya." ucap Jeremi
"Itu tidak mungkin aku adalah wanita cantik yang berkelas jika pun memang rayuanku tidak berhasil aku akan menggunakan semua cara yang aku bisa agar dia bisa menjadi milikku." ucap Neni
sementara itu di ruangan Arthur tampak Rendra sedang memberikan laporan mengenai pencariannya terhadap dokter Robi dan juga mengenai edi, jadi teman ini adalah seorang mafia yang cukup disegani dan sangat terkenal pantas saja memiliki otak dan sejarah kriminal ternyata dia mengikuti jejak pamannya terus bagaimana dengan sila." tanya Arthur
"ya seperti biasa dia sangat kecanduan berbelanja online dan selalu melakukan berbagai macam kegiatan di media sosial untuk memperlihatkan barang-barang mewah yang sudah dibelinya." ucap Rendra
Tampak seseorang mengetuk pintu dari luar membuat Rendra langsung berjalan ke arah pintu untuk membukanya setelah mendapatkan anggukan dari Arthur begitu pintu dibuka tampaknya membuat Rendra geli sementara Arthur hanya menatap heran ke arah Neni yang tiba-tiba datang ke ruangannya, "halo Arthur maaf ya tiba-tiba aku datang kemari aku hanya ingin lebih dekat denganmu apalagi selama ini kami sama sekali tidak mengenalmu oh ya bagaimana kalau kita berkeliling perusahaan agar kau lebih mengenal perusahaan ini." ucap Neni beralasan
"Terima kasih dengan penyambutannya tapi maafkan aku tadi setelah aku keluar dari ruang rapat pengacara langsung membawaku berkeliling perusahaan dan memperkenalkan aku secara langsung kepada beberapa karyawan." ucap Arthur
"Oh benarkah wah aku sedikit terlambat tampaknya baiklah bagaimana kalau kita makan siang bersama untuk membuat kita saling mengenal lebih jauh aku harap kau bersedia." ucap Neni
"Aku sebenarnya ingin sekali makan siang denganmu tapi sayang hari ini adalah hari di mana aku janjian dengan dokter untuk melakukan beberapa terapi agar aku bisa berjalan kembali." ucap Arthur bohong padahal dia sangat tak ingin makan siang dengan Neni melihat dandanan Neni saja Arthur sudah hampir mau muntah apalagi jika berjalan bersamanya mau ditaruh di mana mukanya apalagi istrinya yang cantik jelita bagaikan Dewi kayangan jika sampai melihat bahwa dia makan siang dengan wanita seperti ondel-ondel entah apa yang akan dilakukan oleh istrinya
Terlihat jelas wajah kekecewaan Neni karena sepertinya Arthur menolak semua yang dia tawarkan "oh maafkan aku baiklah mungkin lain kali kita bisa pergi bersama." ucap Neni lalu bergegas keluar dari ruangan Arthur begitu Neni keluar dari ruangan Arthur Rendra langsung menutup pintu "oh astaga jangan katakan si ondel-ondel tadi mengincar tuan apa jadinya jika nyonya mengetahui hal itu mungkin saya nyonya akan tertawa terbahak-bahak." ucap Rendra yang saat ini sudah berada di depan Arthur
"Tuan benar memang mereka membenci Tuan itu terlihat jelas saat Tuan pertama kali datang dan memasuki rumah tersebut mereka sangat tidak ramah bahkan terkesan sangat kesal melihat tuan atau jangan-jangan dia memang menyukai Tuan hanya pura-pura membenci Tuhan saja," ucap Rendra
Sudahlah berhenti bergosip sekarang pergilah ke ruangan mu dan kerjakan apa yang harus kau kerjakan aku juga ingin melihat sesuatu ucap Arthur tampak Rendra keluar dari ruangan lalu berjalan menuju ruangannya yang tidak jauh dari ruangan Arthur sementara itu yang terlihat kesal dan kecewa tanpa langsung berjalan ke ruangan sang kakak begitu tiba di depan ruangan membuat apalagi dia sedang bermesraan dengan sekretarisnya
"Apa-apaan sih kau ini kenapa kau langsung masuk saja tidak mengetuk pintu kau tahu kan aku tidak suka orang yang masuk begitu saja mengganggu kesenanganku." ucap Jeremy yang sudah memperbaiki bajunya sementara sekretaris tampak selesai merapikan pakaiannya lalu keluar begitu saja dari ruangan Jeremi
"Kau jangan banyak bicara aku sedang kesal kepada Arthur berani-beraninya dia menolak ku saat aku mengajaknya berkeliling perusahaan dan juga makan siang." ucap Neni
Jeremi menghembuskan nafasnya kasar "aku kan sudah mengatakannya padamu merayunya tak akan mudah apalagi dandanan mu seperti ondel-ondel begini ubahlah sedikit make up mu yang lebih natural aku tahu wajah mu sedikit bopeng karena bekas jerawat tapi setidaknya jangan seperti ondel-ondel di siang bolong." ucap Jeremi
"Apa katamu ondel-ondel apa kau gila apa kau terlihat penampilanku yang cantik begini sebenarnya aku kesal karena sampai saat ini Mama masih melarangku untuk melakukan operasi plastik padahal umurku sudah pas dan aku sudah berkonsultasi dengan beberapa dokter itu tak akan ada masalah jika aku melakukan operasi plastik." ucap Neni
"Mama bukannya tak setuju kau melakukan operasi plastik tapi kau harus ingat kau alergi obat-obatan jika kau ingin melakukan operasi kau harus banyak mengkonsumsi obat terlebih dahulu karena jika operasi itu akan berbahaya bagi nyawamu jika gagal." ucap Jeremi
"Entahlah aku bingung harus berbuat apa aku harus mencari cara agar atur bisa menjadi milikku dengan seperti itu rencana kita akan berhasil." ucap Nini
"Seharusnya kau bisa mencari ide untuk melakukan sesuatu dengan memanfaatkan kelemahan Arthur kenapa kau tidak mencoba menjebak Arthur saja dia kan lumpuh pasti dengan mudah dia akan masuk perangkatmu karena tak berdaya kau bisa menggunakan kesempatan di saat dia tidak sadar untuk membuatnya bertanggung jawab atas sesuatu yang tidak dia lakukan dengan begitu kau bisa menjadi istrinya." ucap Jeremy
Tampak neni mengangguk setuju "kau benar juga kenapa aku tak memikirkan hal tersebut bagaimana kalau kita mengundang Arthur dan kakeknya untuk makan malam di rumah itu akan memberikan aku kesempatan untuk menjebak Arthur." ucap Neni
"Sebaiknya kita makan malam di hotel saja aku akan menyediakan kamar dan yang lainnya kau hanya perlu memasukkan obat ke minuman Arthur." ucap Jeremi
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya