
"Ayah kan tau aku juga sudah berusaha dan berobat kesana kemari untuk bisa memiliki keturunan tapi semuanya sia-sia, entah apa masalahnya sampai saat ini aku masih belum memiliki keturunan padahal aku dan suamiku sudah memeriksa ke dokter semuanya baik-baik saja tak ada masalah apapun." ucap bibi Emeli
Sebaiknya kau mencari dokter yang lebih hebat lagi agar kau bisa memiliki keturunan agar mereka bisa menjadi pewaris suatu saat nanti." ucap kakek Emeli
"Sudahlah ayah aku tak ingin membahas hal itu saat ini aku akan mencari dokter terbaik agar aku bisa memiliki keturunan." ucap bibi Emeli
Sementara itu Emil yang baru keluar dari ruang milik ayahnya tampak sangat bahagia karena ayahnya setuju untuk membawanya ke kota A saat dia berkunjung, kini Emeli sudah masuk kembali ke dalam kamarnya tampak sang bibi pengasuh sudah menunggunya di dalam kamar Miliknya "bagaimana tuan Putri apakah paduka raja setuju untuk membawamu." tanya sang pengasuh
"Iya bibi ayah setuju membawaku saat kunjungannya nanti aku sangat bahagia." ucap Putri Emeli
"Syukurlah tuan Putri bibi sangat senang tapi seperti bibi lihat tuan Putri lebih bahagia dari biasanya apakah ada hal lain yang membuat Putri bersemangat." tanya bibi pengasuh
"Apa bibi tahu aku tadi berbicara dengan ayah dan akhirnya aku merasa tenang karena ternyata ayah. peduli padaku lebih dari yang aku pikirkan karena aku karena itu aku bertekad untuk membahagiakan ayah." ucap Putri Emeli
"Syukurlah kalau Putri menyadari bahwa Baginda sangat menyayangi tuan Putri hanya saja ayah tuan putri sedang banyak memikirkan kerajaan sehingga kurang memperhatikan tuan putri." ucap pengasuh
Waktu berlalu dengan cepat nampak Samuel dan Abraham yang sedang berada di hotel miliknya yang sedang mempersiapkan kedatangan raja-raja di seluruh dunia, kini Samuel dan Abraham tampak berada di dalam ruangan Samuel sudah duduk di kursi kebesarannya sebentar Abraham sudah berdiri di sampingnya beberapa orang petinggi hotel nampak masuk ke dalam ruangan tersebut
"Bagaimana dengan persiapan kalian akan acara pertemuan lusa apakah semuanya sudah kalian Persiapkan dengan baik ingat keamanan yang utama dan pelayanan harus sesuai standar internasional yang berkunjung di hotel ini harus merasa puas." ucap Samuel
"Tuan tenang saja masalah keamanan aku sudah bekerja sama dengan beberapa pihak agar hotel dijaga 1 kali 24 selama acara pertemuan tersebut berlangsung, dan untuk pelayanan dari bandara ke hotel sudah disiapkan dengan baik." ucap seorang pria
"Untuk masalah akomodasi dan lain-lain semuanya sudah disiapkan sesuai dengan pesanan para pemimpin kerajaan masing-masing dan kami juga sudah mencari tahu tentang hal-hal yang mereka sukai dan mereka tidak sukai agar kita tidak salah dalam menyambut kedatangan mereka dan menyediakan hidangan untuk mereka." ucap yang lain
Tampak ketiga pria tersebut langsung keluar dengan perasaan lega, karena Samuel termasuk pria yang tak suka melihat seseorang yang tak becus dalam menyampaikan apa yang dia kerjakan." bagaimana apa hasil yang kau dapatkan apakah sesuai dengan apa yang dikatakan oleh mereka tadi." tanya Samuel
"Benar tuan sepertinya mereka bekerja keras dan istirahat hati-hati saat mempersiapkan acara besar ini apalagi hotel kita cukup terkenal di ranah internasional karena kita selalu mempersiapkan semuanya secara baik dan matang." ucap Abraham
Sementara itu di rumah sakit tampak Sofia sangat kesal karena sudah seminggu belakangan ini dokter Aris terus saja mengganggunya bahkan berkeliaran di sekitarnya padahal Sofia sudah terang-terangan menolak Aris tapi tetap saja dokter Aris dengan berbagai macam alasan mendekatinya membuat Sofia sangat kesal, tampak dokter Aris yang sudah menunggu Sofia yang akan pulang ke kediamannya
"Bagaimana dokter Sofia apakah kau ada waktu aku ingin sekali mengajakmu untuk makan bersama sudah satu minggu ini aku selalu mempersiapkan makan malam tapi kau sedang sibuk aku pikir hari ini adalah waktu yang tepat karena semua pekerjaan di rumah sakit telah selesai ucap dokter Aris yang langsung datang menghampiri Sofia yang hendak membuka pintu mobilnya
Sofia yang tadinya hendak masuk ke dalam mobil tampak menghembuskan nafasnya kasar lalu melihat ke arah dokter Aris, "dokter Aris maafkan aku tapi aku sudah beberapa kali mengatakan padamu bahwa aku tak ingin makan malam denganmu aku harap kau bisa mengerti aku tidak tertarik padamu aku hanya tertarik padamu sebagai rekan kerja yang sama-sama suka membantu pasien yang kurang mampu." ucap Sofia tegas
"Ayolah Sofia ini aja makan malam anggaplah kau sedang makan malam dengan temanmu aku harap kau bersedia untuk makan malam denganku." ucap dokter Aris saat dokter aris sedang berbicara tiba-tiba Dinda datang menghampiri mereka "kenapa kau belum pulang dan dokter Aris apakah ada sesuatu." tanya Dinda pura-pura tidak mengetahui apa yang terjadi
"Oh Dinda aku hanya mengajak Sofia untuk makan malam tapi sepertinya dia menolak untuk kesekian kalinya aku harap kau bisa membuatnya mengerti agar dia mau makan malam bersamaku walaupun hanya malam ini saja." ucap dokter Aris
"Oh astaga dokter Aris maafkan aku dan dokter Sofia sebenarnya bukan tak ingin makan malam dengan dokter tapi masalahnya setiap makan malam dia harus makan rumahnya dan tak boleh makan di luar itu adalah peraturan yang dibuat oleh ayahnya, coba dokter Aris pikirkan bukankah selama ini dokter Sofia selalu pulang sebelum makan malam dan saat ada acara makan malam di rumah sakit dia tak pernah ikut itulah penyebabnya Karena itu adalah peraturan yang turun-temurun dibuat oleh kakek dokter Sofia dan di terapkan oleh ayahnya." ucap Dinda mencari alasan agar dokter Aris tak lagi mengajak Sofia makan malam
Tampak dokter Aris terdiam merasa bahwa itu hal yang sangat tak bisa dipercaya bagaimana bisa di zaman seperti ini orang masih saja melakukan makan malam bersama setiap malam, "benarkah maaf aku tidak mengetahui hal tersebut oh baiklah bagaimana kalau kita makan siang bersama saja ucap dokter Aris mencari cara agar bisa makan berdua dengan Sofia
"Makan siang tentu saja dokter Sofia akan setuju besok pasti dokter Sofia akan makan siang dengan dokter Aris di kantin kita akan makan siang bersama." ucap Dinda lalu menarik setia untuk masuk ke dalam mobilnya kemudian Dinda juga ikut masuk meninggalkan dokter Aris yang tampak Dia membeku mendengar jawaban Dinda, dampak dokter Aris menepuk jidatnya setelah menyadari apa yang terjadi.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya