
"Jadi kau sudah tau ya terus, apalagi yang ingin kau katakan ." ucap Sofia, "tidak ada itu saja aku ke ruanganku dulu kk tapi yang aku pikirkan mungkin dokter Aris gila karena terlalu sering mengajak Kakak makan ucap Dinda sambil tertawa terus berlari keluar dari ruangan Sofia
"Dasar anak itu paling suka bermain-main dengan masalah seseorang." ucap Sofia lalu duduk kembali di kursi miliknya
Sementara di sebuah rumah tampak dokter Aris yang sudah satu bulan lebih bertingkah seperti orang gila "aduh sayang ada denganmu kenapa kau bisa begini dan para dokter jiwa pun tak ada yang bisa menyembuhkan mu." ucap sang ibu
Ibu tenang saja kata nyonya besar Aris akan sembuh dalam waktu tiga Bulang asalkan terus mengkonsumsi pil yang dia berikan kemarin." ucap ayah Aris
"Semoga saja itu terjadi ayah aku sudah tidak sabar menunggu 3 bulan lagi untuk melihat perkembangan arus agar dia bisa kembali normal dan seperti sedia kala hanya dia putra kita satu-satunya ya aku ingin lihat segera menikah dan kita bisa menggendong cucu tapi jika dia gila apa yang harus kita lakukan." ucap ibu Aris
"Ibu tenang saja aku yakin Aris pasti akan sembuh total dan seperti biasa seolah-olah dia tak pernah gila sebelumnya dan aku yakin harus juga akan menemukan wanita yang tepat untuk menikah dengannya sebenarnya aku menyuruhnya untuk mendekati Sofia cucu dari cucu besar tapi sepertinya harus belum mendapatkan jalan untuk bisa merebut hatinya." ucap ayah Aris
"Maksud ayah Putri satu-satunya Tuhan kuat Sofia aku rasa keinginan ayah terlalu berlebihan ayah kan tahu bagaimana Sofia dia wanita yang punya sejuta pesona walaupun dia jarang tersenyum dan tidak terlalu lama tapi para pasiennya sangat menyukainya dan banyak orang yang ingin berebut agar bisa berpisah dengan Tuan setuat sebaiknya harus kita jodohkan saja tidak usah lagi dia memikirkan Sofia." ucap ibu Aris
Kenapa ibu bisa berkata seperti itu lagi pula Aris dan mereka teman dan itu membuat peluang Aris semakin besar untuk mendapatkan hati Sofia ibu jangan jangan mundur dulu dong sebelum berperang aku yakin pasti Sofia akan Luluh juga pada Aris putra kita tampan Dia seorang dokter yang sangat hebat dan keluarga kita juga cukup kaya raya walaupun kita bekerja di bawah kepemimpinan keluarga Stuart." ucap ayah dokter Aris
"Terserah ayah saja tapi aku ingin setelah harus sembuh dia akan pergi ke luar negeri untuk sementara waktu meninggalkan semua pekerjaan yang ada di sini aku tak ingin dia tertekan dan kemudian menjadi orang gila seperti saat ini tentang Sofia dan Aris ayah jangan terlalu memaksa Aris biarkan saja dia memilih mana yang terbaik dan jika memang dia tak bisa mendapatkan hati Sofia sebaiknya ayah menasehati Aris agar berteman saja dengan Sofia dan jangan mengganggu Sofia dengan hal-hal yang tak disukainya." ucap ibu Aris
Sementara itu Samuel yang baru tiba di bandara dan langsung ke dalam mobilnya tampak terus senyum-senyum tidak jelas memikirkan Emeli yang sudah menunggunya di apartemen, tampak Samuel yang sudah tiba di depan pintu apartemennya lalu masuk ke dalam mencium aroma masakan yang sangat lezat membuat sambal tersenyum dia yakin Emeli sudah memasak makan malam untuknya, tampak Samuel langsung menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya tampak sama yang sudah membersihkan tubuhnya dan memakai pakaian rantai langsung keluar dari kamar tampak Samuel mencari keberadaan Emily tapi tidak ada mungkin saja di kamar pikir Samuel lalu sambil menuju meja makan tampak hidangan sudah tertata dengan rapi tapi saat hendak duduk tiba-tiba sebuah catatan membuat Samuel sangat kesal
"Kakak aku meminjam kakak ipar ya kami akan bersenang-senang dan makan malam bersama serta tidur bersama aku harap Kakak tidak marah karena hari ini aku akan memperkenalkan Emeli pada Dinda dan Sheila dan Anisa ini adalah pesta perempuan jadi terima kasih sudah meminjamkan emeli pada kami, dan akan kami kembali kepada kakak setelah makan siang." tanda tangan Sofia
"Oh Tuhan apalagi yang dia lakukan kali ini aku sungguh tak mengerti mengapa memiliki adik perempuan seperti itu untung saja aku sangat menyayanginya dan mencintainya jika tidak aku pasti akan mencarinya dan membawa pulang emeli." ucapkan walaupun dia kesal tapi dia tak mungkin marah kepada wanita yang dia cintai yaitu adik perempuannya Sofia
Sementara itu di tempat lain di sebuah hotel mewah tampak Sofia dan Emily yang tampak menunggu kedatangan beberapa orang wanita lagi tiba-tiba muncul Anisa yang diantar oleh Steven tampak saat melihat Steven Emily terlihat bingung karena wajahnya sangat mirip dengan Samuel tampak Steven menuntut istrinya yang sedang hamil besar untuk duduk besok kalau di dalam kamar hotel tak mempedulikan siapapun dia hanya fokus pada istrinya setelah istrinya duduk Steven langsung mengelus perut dan istri "sayang jangan kasih susah ibu ya sayang hubungi aku jika kau inginkan sesuatu." ucap Steven, dan semua itu dilihat jelas oleh Emeli sementara Sofia tampak terkekeh melihat Emeli yang melotot tak berkedip melihat ke arah steven dan Anisa
"Iya aku tidak apa-apa sayang sudahlah kau kembalilah aku baik-baik saja di sini juga ada Sofia Nanti Dinda dan Sheila juga akan datang." ucap Anisa," iya aku tahu sayang baiklah aku pergi dulu ucapkan lalu mengecup jidat istrinya yang kemudian mencium seluruh wajahnya setelah itu tampak Steven bangkit lalu melihat ke arah Sofia "adikku sayang tolong jaga Kakak iparmu aku tak ingin terjadi sesuatu apapun padanya." ucap Steven tanpa melihat ke arah emeli yang terus melihatnya
"Kakak jangan khawatir aku akan menjaga Kakak ipar, sebaiknya Kakak sudah pergi saja Kakak bisa mengganggu acara jika berlama-lama di sini." ucap Sofia , tempat Steven melihat ke arah dengan bingung karena sudah dari tadi wanita itu terus menatapnya tak berkedip apalagi seolah-olah wanita itu mengenalnya membuat menjadi bingung tapi karena dia tak ingin bertanya akhirnya keluar saja dari kamar hotel tersebut, sementara Emeli tampak terduduk lemas di ranjang entah apa yang terjadi tapi sepertinya hatinya terasa sakit saat melihat Steven yang dia sangka Samuel sudah menikah dan memperlakukan istrinya sangat baik.
Jangan lupa like, komen, vote, dan, hadiahnya