
Kini Sofia dan Kikan sudah berada di dalam mobil langsung melajukan kendaraan tersebut menuju kediaman kedua orang tua tua Stuart, "ibu bagaimana dengan atur aku yakin dia pasti terluka sangat parah pukulan ayah bukan pukulan terlihat biasa." ucap Sofia, kau jangan khawatir ibu sudah mengurus semuanya tadi saat ibu di mobil ibu sudah menelpon kakek dan nenekmu dan Dinda sudah membawa Arthur ke rumah sakit milik nenekmu dan di sana dia dijaga oleh pengawal kakek mu jadi kau jangan khawatir." ucap Kikan
Sementara itu kakek dan nenek Sofia tampak sangat gelisah menunggu kedatangan kikan dan Sofia setelah tadi dia mendapatkan telepon dari Kikan atas apa yang terjadi membuat mereka sedikit khawatir pasalnya Stuart sangat egois dan emosional apalagi ini mengenai putrinya yang paling dia sayangi sudah pasti dia akan tinggal diam
"Tampak Stuart yang masih duduk di kursi kebesarannya tetap bertahan lama seseorang masuk pria bawakan aku pria yang tadi aku pukul di rumah sakit ke markas tempatkan Dia di ruang kesehatan dan jaga dia." ucap Stuart hormat dan keluar dari ruangan tersebut
Sementara itu di rumah sakit tanpa Kevin sangat terkejut saat keluar dari ruangan itu tiba-tiba berapa orang penjaga masuk dan yang lain di luar tanpa Kevin sedikit bingung mengapa Arthur harus di jaga seketat itu
kini Sofia sudah ada di kediaman sang kakek dan sang nenek di pelukan sang kakek membuat semua orang sangat sedih melihat hal tersebut bahkan Kikan langsung berpaling begitupun sang nenek karena baru kali ini cucunya menangis seperti itu dari kecil Sofia tidak pernah menangis seperti itu paling dia hanya menangis sedikit kemudian berhenti tapi kali ini tangisannya sangat menyayat hati bahkan Sang kakek ikut menangis Sofia juga tidak tau kenapa dia sangat melankolis
"Kau tenang saja kakek dan nenek pasti akan membantumu sekarang pergilah di kamar untuk beristirahat." ucap sang kakek setelah kepergian Sofia Kikan tampak duduk bersama kedua orang tua Stuart Ayah ibu aku tahu pria itu bersalah tapi di sini itu bisa jadi adalah unsur ketidak kesengajaan dia sempat mengatakan bahwa Sofia mengalami hilang ingatan saat dia menikah dengan Sofia jadi itu juga bukan 100% kesalahan pria itu jika dipikir dengan baik tapi Stuart tak mau tau tentang hal tersebut yang sekarang ada di otaknya adalah membunuh pria tersebut yang telah menikah dengan putrinya
Nampak di kamar Sofia mencuci mukanya melihat ke arah kaca tampak Sofia mengambil ponselnya "paman." disertai isak tangis oleh Sofia membuat seorang dibalik telepon terlihat sangat cemas katakan pada Paman Apa yang terjadi aku mendengar bahwa ayah memukul seorang pria di rumah sakit Paman tidak mengetahui apa yang terjadi mengapa kau sampai menangis seperti ini jelaskan pada Paman ." ucap pria di seberang telepon
"Anggap saja pria itu sudah aman ucap pria tersebut tak berselang lama sambungan telepon pun terputus tampak pria tersebut langsung keluar dari ruangannya, sementara itu di rumah sakit tampak beberapa orang berjalan menuju ruangan di mana Arthur berada para penjaga yang sudah bersiap tampak menghalangi para pria tersebut yang berniat untuk mengambil Arthur sementara Kevin sangat terkejut karena terjadi perkelahian di luar Kevin yang berada di luar ruangan tampak bingung dengan apa yang terjadi karena kedua pengawal tersebut saling bertarung tanpa mereka sadari beberapa orang sudah membawa tubuh Arthur keluar dari rumah sakit tersebut para pengawal yang menjaga atur tampak tumbang satu persatu para pria yang sudah berhasil mengalahkan semua pria yang ada langsung masuk dan berniat mengambil tapi sayangnya atur sudah tidak berada di ranjang pasien lagi "sial kita kecolongan ayo kejar mereka." ucap salah seorang pria tersebut lalu pergi dari tempat tersebut
Sementara itu di kediaman kakek Sofia tampak sang kakek baru saja menerima telepon dari para pengawal yang menjaga Arthur mereka mengabarkan bahwa Arthur telah dibawa oleh seseorang kakek tampak sangat gusar mendengar hal tersebut sementara itu ikan yang mendengar hal tersebut tampak semakin kesal kepada sang suami, langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Stuart "Apa yang kau lakukan Jangan katakan kau mengambil Arthur dari rumah sakit, jika kau melakukan hal itu aku benar-benar akan membuat perhitungan denganmu jangan membuat aku terlalu kesal Stuart." ucap Kikan
"Aku tidak melakukannya aku hanya mengamankannya agar tak ada orang yang berniat jahat padanya." ucap Stuart beralasan, kau masih saja beralasan awas saja kau jika sampai dia menghilang dari rumah sakit kau yang akan pertama aku cari." ucap Kikan mematikan panggilan telepon tersebut tak berselang lama pria yang tadi disuruh oleh Arthur tampak mengetuk pintu lalu masuk ke dalam ruangan "maaf tuan aku gagal mengambil pria tersebut sepertinya sudah ada orang lain yang mengambilnya dari rumah sakit dan sepertinya mereka juga orang-orang kita." ucap pria tersebut
Sementara itu di sebuah kediaman tampak seorang pria yang sedang tergeletak tak berdaya di ranjang mulai sadar dari pingsannya tampak rasa sakit di sekujur tubuhnya dan di mukanya membuatnya meringis kesakitan tampak pria tersebut melihat ke sekelilingnya ruangan tersebut seperti ruangan klinik kecil seorang pria tua tampak sedang mengambil sesuatu melihat pasiennya sudah mulai sadar dokter tersebut langsung mendekatinya "sebaiknya kau jangan banyak bergerak karena ada beberapa luka dalam di tubuhmu tapi baguslah kau sadar kakek sudah menyiapkan beberapa obat agar kau cepat pulih." ucap pria tua tersebut Lalu membantu pria itu duduk kemudian meminum obat dia sudah siapkan, sekarang kau istirahatlah lagi karena tubuhmu masih belum bisa beradaptasi dengan obat yang aku berikan mungkin besok baru kau bisa leluasa berbicara denganku sekarang istirahatlah aku akan keluar untuk melihat ucap pria tersebut Lalu meninggalkan Pasien itu sendiri tampak pasien itu langsung terlelap begitu selesai minum obat yang diberikan oleh kakek tua itu
Kakek tua tersebut keluar dari ruangan tersebut lalu melangkah menemui seseorang yang mengatakan pria yang terluka tadi.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya