
Tampak Anisa tersenyum kecil saat mendengar perkataan Steven Dia sedikit lega sebenarnya menikah dengan Steven setidaknya seluruh keluarga Steven sangat menyayanginya tak terkecuali kedua orang tua Steven
Tampak semua orang sudah mengambil makanan mereka masing-masing dan makan dengan lahap setelah makan tampak kembali berkumpul di ruang keluarga, tampak semua orang sedang bercerita dengan santai dan penuh kekeluargaan
Dinda yang sedang berusaha menghubungi Sofia dengan berjalan sambil menelepon membuatnya hampir saja terjatuh Untung saja ada seseorang yang langsung menangkap adinda hingga adinda Tak Sampai terjatuh
Sementara Lita Setelah dia membersihkan tubuhnya dan mengobati beberapa luka lebam di tubuhnya serta meriasi wajahnya agar bekas tamparan tidak terlihat jelas di wajahnya dia berniat mencari temannya untuk memastikan bahwa dia adalah pelakunya tanpa kita keluar dari kamar hotel menuju restoran dia yakin temannya pasti sedang sarapan di sana sudah berada di restoran melihat temannya bersama dengan pria yang sudah beberapa hari ini dia sudah rayu tampak Lita sangat geram, kita langsung melangkah tanpa berpikir panjang menuju kedua orang tersebut
Aku ingin berbicara denganmu ucap Lita tentang teman hanya memandang sinis ke arah Lita sementara pria tersebut tampak cuek membuat Lita bingung, "wanita murahan sepertimu sebaiknya pergi dari sini." ucap teman Lita dengan santai
Mendengar perkataan temannya membuat Lita menatap tajam ke arah temannya tersebut dia yakin kali ini pasti temannya adalah pelaku yang menyuruh beberapa pria semalam masuk ke kamar hotelnya
"Oh jadi kau yang sudah menjebak ku semalam dan menyuruh para pria tersebut masuk ke kamarku baiklah kau akan merasakan akibatnya nanti." ucap lita dengan perasaan sakit lalu kembali ke kamar hotelnya sementara temannya tampak tersenyum sinis melihat ke arah lita
"Sayang sebaiknya kita kembali ke kamar juga." ucap pria tersebut, baiklah sayang." ucap teman Lita lalu kedua pasangan tersebut kembali ke kamar mereka
Sementara Lita di kamarnya langsung merapikan barang-barangnya dia melihat meninggalkan hotel dan akan membuat perhitungan pada temannya tersebut
Sementara para bawahan Bima tampak masuk ke hotel tersebut setelah bertanya mereka Langsung pergi ke kamar milik lita tampak Lita terkejut karena seseorang mengetuk pintunya, Lita pun bangkit lalu membuka pintu dan bingung melihat beberapa pria berjas berada di depan kamarnya
"Ada apa siapa kalian." tanya ke Lita, "Kami adalah orang suruhan Tuan Bima dia ingin bertemu dengan Nona untuk membicarakan sesuatu." ucap salah seorang pengawal
Lita yang melihat para pengawal berpikir bahwa pasti pria kaya raya yang akan bertemu dengannya Baiklah ucap Lita lalu mengikuti para pengawal keluar dari hotel dan masuk ke dalam mobil
Di kediaman keluarga Stuart tampak semua orang sudah selesai berbincang-bincang waktunya untuk pulang, tampak kikan memeluk dan mencium Anisa seperti putrinya sendiri, sementara Steven yang sudah merapikan beberapa pakaiannya sudah siap dengan kopernya, setelah berpamitan pada seluruh anggota keluarganya, Steven dan Anisa langsung dibawa oleh Bima dan Nadia ke kediaman mereka sesuai dengan perjanjian yang ada bahwa untuk sementara Stefan dan Anisa akan tinggal di kediaman Bima sampai memutuskan untuk tinggal sendiri
Setelah kepergian keluarga Bima keluarga komandan serta Darmanto juga kembali ke kediaman mereka masing-masing tampak Dinda yang sudah berada di kamarnya senyum-senyum saat mengingat kejadian yang terjadi di kediaman Stuart
Beberapa jam telah berlalu Sofia yang sudah beristirahat keluar dari kamar tampak Sofia mencari mr.D, sementara mr dan Tuan Ronaldo sedang berada di taman belakang untuk menguji beberapa senjata yang baru saja datang
Sofia yang sudah berada di taman belakang tampak melihat, Sofia langsung berjalan mendekati mereka berdua tampak Mr D yang menyadari keberadaan Sofia langsung menoleh ke belakang begitupun Tuan Ronald saat melihat mister D menoleh dia pun ikut menoleh
"kau sudah bangun mari lihatlah senjata baru yang baru saja datang." ucap Mr D, tampak Sofia melihat sekilas senjata tersebut "senjata ini kurang bagus digunakan untuk membunuh seseorang karena senjata ini sering macet." ucap Sofia
Tuan Roland yang tadi melihat senjata tersebut dengan tersenyum puas tampak senyumannya hilang lalu mengarahkan pandangannya pada Sofia "maksudnya senjatanya rusak." tanya tuan Ronald
"Tidak senjatanya tidak juga bisa dibilang rusak hanya kadang macet dan aku yakin senjata ini Tuan ambil dari daerah selatan." ucap Sofia
Tampak Tuan Roland sangat terkejut mendengar perkataan Sofia karena semua yang dikatakan Sofia benar, "kau benar aku mengambil senjata ini dari daerah Selatan di sana ada beberapa pedagang senjata yang sudah bekerja sama denganku beberapa tahun ini tapi kemarin ada yang menawarkanku senjata Ini dengan harga yang sedikit murah dibandingkan dengan harga pasaran." ucap tuan Ronald
"Senjata ini sebenarnya senjata milik pemerintah yang dibuat secara massal sepuluh tahun yang lalu tapi karena senjata ini sering macet saat digunakan beberapa kali membuat pemerintah menyimpan senjata ini di gudang mereka Tapi beberapa tahun yang lalu ada seseorang yang mencuri senjata-senjata tersebut yang dia kira senjata model terbaru." ucap Sofia
Tampak tuan Ronald terkejut mendengar perkataan Sofia dia bahkan tahu mengenai senjata tersebut hingga kapan dibuat, "Benarkah itu berarti senjata ini bukan senjata modal terbaru tapi senjata yang memang tak digunakan." ucap tuan Ronald
"Anda benar dan senjata ini tidak bisa digunakan secara bebas karena pemerintah sudah mencari senjata ini untuk dimusnahkan, Anda memusnahkan senjata ini, Jika anda ingin membeli senjata sebaiknya anda tetap membeli pada pedagang senjata yang sudah lama bekerja sama dengan anda karena sekarang ada beberapa penjual senjata baru yang menjual barang tak sesuai dengan harga barang dan juga ada barang yang mereka jual bercampur barang rusak dan barang bagus." ucap Sofia
"Benarkah aku tak menyangka penjual senjata sekarang sangat berbeda dengan penjual senjata yang dulu kami dulu berdagang sangat berhati-hati dan selalu memprioritaskan yang terbaik untuk pihak yang ingin membeli senjata kami." ucap tuan Ronald
"Oh iya Sofia Ada apa kau mencariku." tanya Mr D," "Aku hanya ingin mengatakan kalau besok Sepertinya kita belum bisa kembali kalau Ayah Tuan Ronald belum sadarkan diri tapi jika ayah Tuan Ronald sadar sebentar malam Kita bisa pulang pagi." ucap Sofia
"Baiklah aku mengerti kapan saja kau mengatakan untuk pulang kita akan langsung pulang ucap Mr.D.
Jangan lupa like, komen, vote, dan, hadiahnya