
Samuel tampak melotot melihat Abraham yang hendak mengambil pakaiannya di dalam mobil bagaimana bisa asistennya itu sudah memiliki pakaian yang dia bawa sementara dirinya bahkan tak mempersiapkan apapun dan sejak kapan Abraham menyiapkan barang-barang tersebut bukankah mereka baru saja membicarakan hal tersebut saat makan siang tadi pikir Samuel, sementara itu Abraham yang sudah berada di mobil tampak langsung membuka bagasi belakang mengeluarkan sebuah koper kemudian membawa masuk ke dalam tampak Samuel menghentikan Abraham yang hendak masuk ke dalam
"Tunggu dulu....tunggu dulu sejak kapan kau menyiapkan barang-barang mu untuk menginap di villa ini bukankah baru tadi siang kita membicarakan hal ini terus kau akan ke mana memangnya kau sudah tahu kabar mana yang akan disiapkan untukmu." tanya Samuel
" Aku memang selalu menyimpan barang seperti itu di dalam bagasi mobil agar jika aku menginap atau kemana-mana secara mendadak aku tak perlu tergesa-gesa atau pulang ke rumah untuk mengambilnya karena Tuan tak memiliki perasaan berangkat begitu saja tanpa bertanya apakah aku sudah mempersiapkan barang-barang aku apa belum, jadi setelah aku berpikir dengan Jerman akhirnya aku memutuskan untuk melakukan hal tersebut." ucap Abraham
Samuel langsung tersenyum penuh arti kepada Abraham "tapi kan barang-barang milik ku belum ada di sini dan kau sebagai asisten pribadiku bukan khasiatnya kau yang menyiapkan barang-barang tersebut jadi tetap saja kau harus kembali untuk mengambil barang-barangku." ucap Samuel, "bukannya nyonya Emeli sudah membawa barang-barang Tuan bersamanya jangan bilang Nyonya tak membawa barang-barang milik tuan itu berarti tak memperdulikan Tuan sehingga aku yang masih harus menyiapkan barang-barang Tuan seperti sebelumnya jika Nyonya tidak membawakan barang-barang Tuan itu berarti Nyonya tak mengharapkan tuan ikut berlibur bersama kasihan sekali Tuan." ucap Abraham memprovokasi Samuel
"oh aku memang sengaja tidak membiarkan istriku mengurus barang-barang yang akan aku bawa apa gunanya aku memiliki pelayan kalau mereka tak bisa bekerja lagi pula istriku kan bukan pelayanku." ucap Samuel tapi dalam hati dia kesal karena Abraham menggodanya karena dia yakin pasti emeli tak akan memikirkan dirinya emeli Hanya berpikir untuk pergi keluar cepat dari apartemen dan tidak akan memikirkan hal lain
sementara seorang wanita yang sedang berada di sebuah kamar tampak sangat bahagia setelah beberapa menit yang lalu orang sewaannya berkata bahwa target sudah keluar dari kediamannya dan mereka akan menghabisi wanita tersebut beberapa menit berlalu tampak wanita tersebut menunggu
dan kini telah lewat 1 jam wanita tersebut jadi bingung kenapa para pria tersebut belum juga mengabari dirinya ke mana mereka sudah lama aku menunggu mereka belum juga memberi kabar, apa yang terjadi sebenarnya Kenapa mereka belum juga memberikan aku kabar apa mereka sudah membunuhnya apa belum sebaiknya aku menghubungi mereka untuk memastikan sesuatu ucap wanita tersebut Lalu menekan nomor orang bayarannya setelah beberapa kali menelepon tapi tak ada yang mengangkat panggilan tersebut
sementara itu di markas milik sofia tampak seorang pria dan beberapa orang serta sebuah alat yang tepat berada di samping ponsel tersebut tampak ponsel tersebut berdering beberapa kali seseorang yang melihat alat tersebut tampak seseorang berada di depan alat tersebut 'kita sudah menemukan lokasinya Tuan." ucap pria yang berada di depan alat tersebut
"kalian sudah tahu di mana lokasinya cepat bawa orang tersebut ke markas ini sebelum ketua datang." ucap pria tersebut, beberapa orang pria langsung menuju kehormatan keluar dari ruangan tersebut sementara itu wanita yang sedang berada di dalam kamarnya tampak kesal karena panggilan teleponnya diabaikan oleh orang sewaannya
sementara itu para bawahan Sofia tampak sudah berada di sekitar sebuah rumah di mana lokasi yang ditunjukkan oleh pemilik ponsel tersebut tampak Mereka melihat suasana rumah terlihat beberapa orang penjaga yang berada di sekitar rumah, sebaiknya kita menunggu sampai gelap untuk melakukan aktivitas apalagi aku lihat beberapa orang penjaga cukup berada di tempat strategis seorang pria yang sedang mengawasi rumah tersebut, tiba-tiba sebuah mobil mewah masuk ke dalam kediaman tersebut tampak seorang pria keluar dari mobil miliknya lalu masuk ke dalam rumah
"tentu saja sayang aku pulang lebih cepat agar dapat melihat senyum indah mu itu bagaimana harimu sayang." tanya pria tersebut sambil memeluk wanita itu
"kau tau sayang aku sangat bahagia saat melihat wajah dan aku pun sangat merindukanmu tanpamu sepertinya hari-hariku tak akan indah lagi." ucapan." wanita tersebut
sementara itu para pria yang tadi mengawasi rumah tersebut langsung pergi dari tempat tersebut setelah mendapatkan apa yang mereka cari
tampak mobil Sofia yang melaju mobilnya menuju villa miliknya tanpa ketiganya berbicara dengan riang terlihat wajah bahagia Emily dan Anisa karena berpikir akan terbebas dari sang suami 'tunggu Sofia bolehkah aku bertanya apakah saat kita berlibur di villa mu aktifkan tidak akan ikut bersama kita." tanya Anisa, "ah benar aku habis jangan lupa bertanya hal tersebut." ucap Emeli
tampak Sofia tersenyum tipis "Apa kalian pikir kedua suamimu yang posesif dan pencemburu itu akan membiarkan kalian menginap di villa tanpa mereka berdua itu hanya khayalan kalian berdua terimalah kegiatan hidup itu bukankah itu pilihan kalian saat menikah dengan mereka berdua walaupun kadang kelakuan mereka di luar nalar." ucap Sofia
Anisa menghembuskan nafasnya dengan kasar "kalau bukan gara-gara aku dijebak aku mungkin tidak akan menjadi Kakak iparmu tapi aku bisa apa sudah ada Steven Junior di sini ya harus pasrah saja." ucap Anisa , cinta Memang buta sangking butanya aku langsung jatuh cinta pada Samuel saat di mencium ku aku bahkan belum pernah berpacaran dengan seseorang mana aku tahu jika kakakmu sangat posesif dan kuat ." ucap emeli
Mendengar perkataan kuat dari bibir emeli membuat Anisa dan Sofia langsung saling melihat kemudian melihat ke arah Emily yang berada di belakang, " apanya yang kuat." tanya Anisa berusaha menahan tawanya jika sampai emeli salah berucap
Emeli menyadari ucapannya terlihat bingung dan malu mendapatkan pertanyaan dari anisa," mungkin tangannya yang kuat atau kakinya." ucap Sofia sambil tertawa begitupun Anisa semua itu semakin membuat Emil malu .
Jangan lupa like, komen vote dan hadiahnya