My Wife My Hero

My Wife My Hero
122.mimpi



"Itulah yang aku inginkan agar wanita itu bisa jadi gila dan keluar dari pulau ini sepertinya dia bukan wanita yang mudah ditangani tapi Roy bukan orang yang mudah menyerah jadi mereka sepertinya seimbang." ucap Rendra


Sementara itu di sebuah markas tampak teriakan seseorang bergema di sebuah ruangan tapi teriakan itu terus berlangsung dan tak pernah berhenti tampak Daren yang disiksa oleh Mr D di dalam sebuah ruangan setelah semua kuku jari kaki tangan dan giginya dibuka oleh para bawahan Mr D, bagaimana rasanya hukuman awalku apa kau menikmatinya kenapa kau tak berbicara ayo katakan apa kau menikmatinya aku yakin kau pasti menikmatinya apakah kita akan lanjutkan ke segmen berikutnya oh tentu saja sekarang waktunya kau bermandi garam karena aku tak punya lumpur untukmu hanya memiliki garam agar kulitmu halus." ucap Mr D dengan senyuman jahatnya


"Tu...an aaa....aku mo...hon...Bu...Nuh....sa....ja....a....ku." ucap Daren terbata-bata dan kurang jelas Karena menahan rasa sakit di kaki dan tangannya serta mulutnya , apa kau mengatakan sesuatu apakah kalian mendengar apa yang dia katakan." tanya Mr D ke pada para pengawalnya yang berada di ruang tersebut "kami tidak mendengarnya tuan." ucap serempak para pengawal Mr D


Mr D mulai menyiramkan air bercampur garam ke arah tubuh Daren membuat Daren berteriak kesakitan sambil menggeliat di lantai, melihat hal tersebut membuat Mr D sangat puas sementara itu di ruang kerja milik Stuart tampak Stuart melihat semua yang dilakukan oleh Mr D " wah pemandangan yang indah memang Mr D tidak pernah mengecewakanku dalam hal menghukum seseorang aku sangat menikmati semua adegan ini aku harap adegan selanjutnya akan lebih dramatis lagi daripada ini." ucap Stuart


Stuart melihat jam dinding astaga ternyata ini sudah malam aku keasikan menonton adegan yang dilakukan oleh Mr D sehingga aku lupa waktu, ucapkan lalu bangkit dan keluar dari ruang kerjanya menuju ke kamar miliknya begitu sampai di kamar tampak kuat melihat kikan yang Sudah terlelap, kuat lalu ke kamar mandi membersihkan tubuhnya lalu berganti pakaian setelah itu naik ke atas ranjang lalu berbaring di samping tapi tua tak langsung berbaring dia masih melihat di arahkan apalagi sampai saat ini putrinya belum juga ditemukan "aku pasti akan menemukan putri kita apapun yang terjadi." ucap Stuart selalu memeluk istrinya sambil menutup matanya, malam semakin larut terdengar suara kikan "sayang sayang bangun ada apa denganmu." ucap Kikan membangunkan Stuart


Stuart langsung terbangun dan menatap sekelilingnya "sayang aku bermimpi yang sangat mengerikan aku bermimpi Putri kita menikah lalu dia lebih mencintai suaminya dibanding aku." ucap Stuart


"Kau ini ada-ada saja apanya yang mengerikan seharusnya kau bersyukur kalau putrimu itu menikah kau tahu dia sangat keras kepala dan dia sepertinya tak berpikir untuk menikah sampai saat ini sudahlah itu hanya bunga tidur ayo kembali tidur putrimu juga masih pergi bekerja dan belum kembali saat ini hah kau ada-ada saja membuat aku sangat terkejut apalagi kau sampai berteriak seperti orang gila hanya gara-gara Sofia menikah itupun hanya mimpi bagaimana kalau Sofia sampai menikah beneran entah apa yang akan kau lakukan." ucap Kikan lalu menarik selimutnya untuk melanjutkan tidur


Kikan yang sudah menutup matanya hendak tidur langsung membuka matanya dan melihat ke arah Stuart "aku tahu maksudmu sayang Sofia pasti akan menemukan jodoh yang tepat kau jangan terlalu memikirkannya sekarang beristirahatlah." ucap Kikan lalu berbalik dan memeluk Stuart


Sementara itu di sebuah pulau tempatnya di kediaman Arthur tampak para pengawal yang akan beristirahat di asrama milik mereka sendiri sangat terkejut mencium bau yang berasal dari kamar Roy sontak saja beberapa orang pengawal langsung berjalan menuju kamar Roy dan mengetuk pintunya, tampak Roy yang membuka pintu keluar asap dari kamar tidurnya sementara Roy hanya mengenakan handuk "ada apa kalian mengetuk pintuku malam-malam begini apa kalian tidak bisa istirahat." ucap Roy yang sedikit kesal karena ritual mandi kembang 7 rupanya diganggu oleh pengawal yang lain


"Astaga Roy apa yang kau lakukan tengah malam begini jangan katakan kau sedang mandi kembang 7 rupa dengan air dari nenekmu." ucap salah seorang pengawal yang mengetahui tabiat Roy sejak dulu, "sudahlah lebih baik kalian pergi tidur saja tidak usah mencari tahu apa yang aku lakukan yang jelas aku melakukannya demi tercapainya misi yang diberikan oleh Tuan Arthur padaku." ucap Roy lalu menutup pintu dan masuk sementara lalu masuk ke kamar mereka masing-masing


Sementara itu di markas milik Mr D tampak Daren yang sudah pingsan dan tak berdaya setelah disiksa oleh Mr D sementara itu tangan kanan juga mendapatkan siksaan yang sama kini mereka berdua tergeletak di lantai tak ada rasa kasihan sedikitpun di mata Mr D untuk kedua orang yang ada di hadapannya "bagaimana rasanya apa kau menikmati sensasi hukumannya apa kau ingin beristirahat, tapi sayang sekali aku tak akan membiarkan beristirahat sampai pagi." ucap Mr D


Tampak di kediaman Arthur di kamar milik calon istri wanita tersebut bermimpi sebuah jurang tanpa dasar di mana dia berlatih sangat keras lalu dia bermimpi meracik berbagai macam obat di sebuah pulau semua mimpi-mimpi tersebut menjadi satu tapi wajah semua orang dalam mimpinya nampak buram kemudian ada suara darinya sendiri ayah dalam mimpinya saat melihat orang pria yang nampak menghampirinya lalu memeluknya wanita tersebut langsung terbangun, "kenapa wajah mereka buram Aku merasa sangat frustasi tak mengingat apapun." ucap wanita tersebut yang terbangun untuk kesekian kalinya apalagi hari sudah Subuh, sementara di luar kamar tampak para pelayan sudah mulai bangun untuk mempersiapkan acara pernikahan Arthur yang akan dilaksanakan pada pagi ini bi ija dan Ratih yang sudah bangun tampak bersiap-siap untuk melaksanakan rencana mereka, Ratih ini racun yang harus kau masukkan pergilah ke dapur dan lakukan tugasnya bibi akan pura-pura keluar untuk berbelanja sesuatu yang dibutuhkan oleh pengantin jadi tak akan ada yang curiga pada kita, tapi kau keluar setelah aku pergi dulu keluar." ucap bi Ija, Ratih hanya mengangguk mengikuti keinginan BI Ija.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya