
Tampak di Ijah keluar dari kamar lalu berjalan untuk bertemu kepala pelayan setelah berbicara beberapa menit dengan kepala pelayan langsung keluar dan pergi dari kediaman tersebut, Ratih langsung keluar dari kamar menuju ke dapur di mana semua pelayan berada tanpa kepala pelayan memilih beberapa orang untuk mengantarkan sarapan ke pada calon istri Arthur saat kepala pelayan sedang memberikan perintah tiba-tiba Roy datang dengan keharuman sempurna sepanjang masa membuat dapur seperti toko parfum yang sedang mengadakan diskon besar-besaran membuat wanginya ada di mana-mana sampai-sampai kepala pelayan terbatuk-batuk begitupun pelayan-pelayan yang lain sedangkan pengawal yang berjaga tampak memakai masker sepertinya mereka sudah mengantisipasi duluan apa yang akan terjadi
"Astaga Roy apa yang kau lakukan di sini dan apakah kau mandi parfum tolong kau jangan menghalangi udara yang masuk ke dapur ini sebentar lagi kami harus menyiapkan sarapan untuk Tuhan dan calon istrinya koki bisa bisa pingsan karena mencium bau wangi parfum milikmu." ucap kepala pelayan, "maaf kepala pelayan aku ke sini hanya untuk melihat kekasih ku tercinta halo Ratih ku sayang aku akan menunggumu aku berjaga di situ, kita bisa bertemu setelah kau selesai bekerja dan jam gajagaku juga bertepatan dengan kau selesai bekerja." ucap Roy dengan penuh percaya diri
Kepala pelayan yang sudah mengetahui sifat Roy tampak menahan tawanya begitupun nelayan yang lain sedangkan Ratih nampak sangat terkejut dan kesal melihat pria yang penuh percaya diri sambil menatap genit padanya "aku tak mengenalmu siapa kau aku bukan kekasihmu, sebaiknya kau berkaca dulu sebelum muncul di sini." ucap Ratih dengan lantang karena sangat kesal, "kau jangan berpura-pura tak ada yang mengetahui siapa Aku disini semua orang mengenalku adalah aku adalah Roy si tampan kau harus bersyukur karena aku menyukaimu banyak pelayan di sini yang menyukaiku kalau kau tidak percaya kau boleh bertanya kepada kepala pelayan jadi kau harus bersyukur karena Aku memilihmu diantara sekian banyak wanita." ucap Roy penuh percaya diri tinggi, Ratih langsung melihat ke arah kepala pelayan dengan pandangan yang sulit diartikan kepala pelayan hanya bisa tersenyum lalu mengangguk membenarkan perkataan Roy
"Sebaiknya kau pergi apa ku tak sadar kau sangat menjijikan, wajahmu jelek dan wangi parfum yang membuat aku mual kau jangan mencoba untuk mendekatiku Aku jijik melihatmu." ucap Ratih membuat para pelayan dan para pengawal melihat terapi dengan tatapan yang sulit diartikan karena berpikir berarti sudah keterlaluan menghina Roy
"Hai wanita kau jangan terlalu memandang fisikku dan melihatku seperti itu kau belum tentu bisa mendapatkan pria sebaik dan setampan aku apa menjijikan sebaiknya berkaca dulu kau tidak cantik, bodimu tidak bagus dan apa yang bisa kau andalkan Aku tidak tahu apakah kau masih tersegel atau tidak tapi aku pikir kau sudah tidak tersegel lagi sebaiknya kau terima saja kalau aku menyukaimu siapa tahu saja di perutmu sudah ada anak aku rela bertanggung jawab walaupun itu anak dari pria lain." ucap Roy tanpa filter
"Dasar gila ucap Ratih lalu beranjak hendak pergi dari ruangan tersebut tapi mengingat bahwa dia harus melakukan misi yang disuruh oleh bibi Ija, Ratih tetap menahan diri hanya mengepalkan tangannya karena sangat emosi melihat Roy yang berbicara seperti itu padanya tunggu saja nanti jika Aku menjadi nyonya rumah di sini orang yang pertama aku usir adalah dirimu ucap Ratih dalam hati
Kepala pelayan melihat jam karena dia tahu bagaimana sikap Roy, "Roy sebaiknya kau kembali dulu ke tempat penjaga mu kekasihmu di sini baik-baik saja kalian bisa melanjutkan pertengkaran mesra kalian setelah acara pernikahan Tuan selesai." ucap kepala pelayan Roy langsung tersenyum kiku lalu beranjak pergi dari ruangan tersebut
"Ayo semua kalian persiapkan makanan untuk tuan dan calon istrinya Ratih dan tiga orang lainnya sebaiknya kalian membersihkan ruangan di sana dan urusan dapur biar yang lain yang menyelesaikan." ucap kepala pelayan, tampak semua orang sudah bangkit dan ingin melaksanakan tugas mereka masing-masing tapi Ratih tampak terdiam jika dia ke sana bagaimana caranya untuk memasukkan racun ke makanan calon istri Arthur melihat Ratih yang belum berjalan seperti yang lain membuat kepala pelayan menatap Ratih dengan bingung "ada apa Ratih apakah ada sesuatu yang salah atau kau sudah kurang enak badan." tanya kepala pelayan
Aku akan segera ke sana Aku hanya ingin minum dulu ucap Ratih lalu berjalan ke arah dispenser setelah minum tampak Ratih langsung menyusul teman yang lain sementara kepala pelayan tampak terus mengawasi dapur dengan cermat karena dia tak ingin terjadi kesalahan apapun
Tampak Ratih terus bekerja tapi dirinya tidak berkonsentrasi memikirkan sebentar lagi makanan milik calon istri Arthur akan di bawah ke kamar calon pengantin, tanpa sengaja berarti memecahkan sebuah fase karena terus melihat ke arah dapur membuatnya tidak konsentrasi para pelayan yang lain langsung menata tidak suka ke arah Ratih yang sangat cerebon mereka menjaga sikap selama ini karena berpikir Ratih adalah keponakan bi Ija, "Ratih apa yang kau lakukan cepat bersihkan sebentar lagi orang-orang yang dekorasi ruangan ini akan datang." ucap seorang pelayan
"Maafkan aku, aku akan segera membersihkannya dan membawanya ke belakang untuk dibuang ucap berarti bergegas membersihkan vas tersebut dari lantai setelah itu dia langsung ke dapur untuk membuang sampah tersebut sampai di dapur tanpa Ratih yang melihat makanan yang akan dibawa oleh salah seorang pelayan ke kamar calon istri Arthur tampak berpikir keras bagaimana agar dia bisa memasukkan racun tanpa diketahui oleh siapapun apalagi dua orang itu tampak pelayan berjalan ke sana kemari Ratih melihat situasi di dapur tiba-tiba dia mendapatkan sebuah ide dia langsung berjalan pura-pura berjalan sempoyongan langsung berpegang di tempat di mana makanan itu berada dengan cepat Ratih menuangkan racun ke dalam makanan tersebut tanpa diketahui oleh siapapun setelah Ratih melakukan aksinya dia pura-pura berdiri lalu meminum air "aduh sepertinya kepalaku agak pusing." ucap Ratih beberapa pelayan menatapnya
Ratih langsung kembali ke ruangan di mana dia ditugaskan untuk membersihkan ruangan tersebut bersama yang lain tampak Ratih tersenyum setelah melakukan aksinya, seorang pelayan wanita dari dapur tampak membawa anak punk tersebut ke kamar calon istri Arthur sementara itu di dalam kamar tampak calon istri Arthur yang baru selesai membersihkan tubuhnya melihat makanan yang sudah ada di meja wanita tersebut langsung duduk dan memakan sarapan paginya setelah makan tanpa wanita tersebut duduk dengan santai tak berselang lama beberapa wanita mengetuk pintu setelah dipersiapkan masuk , para wanita tersebut langsung masuk ke kamar mereka adalah make up artis yang diperintahkan oleh Rendra untuk mendandani calon pengantin.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya