
Kini semua orang sedang duduk bersama tak berselang lama tampak si tato juga datang bersama Lisa, tampak Lisa yang baru melihat Malika langsung berlari hendak memeluk Malika sementara Malika langsung bersembunyi di belakang tubuh Sofia, "astaga naga dari mana juga perempuan centil tidak tahu diri ini datang aku pikir kau hanya mengundangku dan Lusi kemarin untuk berbicara." ucap malaika sambil terus bersembunyi di belakang Sofia
"Kakak aku merindukanmu apa kau tak ingin memelukku ayolah kakak walau kau berdandan seperti apapun aku tetap mengenalmu dan aku akan selalu memeluk dirimu jika perlu aku akan melakukan apapun untukmu." ucap Lisa, " dasar gadis kecil hentikan semua obsesi mu padaku aku bukan boneka apa kau gila." ucap Malika, si tato yang melihat perubahan sikap Lisa tampak tertegun karena Lisa terlihat sangat menyukai Malika, si ditato nampak meraup wajahnya Dia terlihat sedih karena berpikir Lisa adalah seorang wanita yang mempunyai kelainan yaitu menyukai sesama wanita, buktinya saja selama ini dia sangat dingin pada pria manapun tapi melihat wanita yang ada di hadapannya dia langsung sumringah dan minta dipeluk, tampak wajah kita tuh sangat sedih melihat pemandangan tersebut sementara Sofia dan Lusi nampak tertawa melihat Malika yang berlari kesana kemari menghindari Lisa
Tampak malaika tersandung oleh roknya sendiri membuat Lisa langsung menangkap Malika dan Duduk di atas perut Malika, Lisa tanpa ragu langsung memegang dada milik Malika lalu dia remas-remas membuat Malika berusaha untuk menjauhkan tangan Lisa dari dada palsu miliknya, hal tersebut semakin membuat si tato yakin bahwa Lisa seorang wanita yang memiliki kelainan yaitu menyukai sesama jenis
"Sudahlah hentikan kalian berdua permainan itu apa kalian tak bosan ayo kalian duduk, aku ingin mendiskusikan sesuatu pada kalian berlima." ucap Sofia membuat kedua orang tersebut menghentikan yang mereka lakukan lalu bangkit dan duduk kini semua orang sudah di tempat mereka masing-masing nampak si tato menjauh dari Lisa
"Bagaimana Lusi apakah di restoran terjadi sesuatu apa kau sudah menanganinya seperti yang aku perintahkan." tanya Sofia, benar ketua sesuai dengan arahan Anda aku sudah memberi pelajaran kepada para bahan dragon pasti mereka tak akan melaporkan kepada ketuanya bahwa seorang wanita yang memukul mereka tapi akan menuduh di codet pelakunya dan para bawahannya membawa beberapa bahan yang tangguh untuk kembali menyerang hotel dengan begitu kekuatan mereka akan terbagi jika nanti ketua menyerang markas mereka, apalagi kalau tembakan ketua benar bahwa dragon juga mengincar klub malam itu akan semakin bagus bisa memberi mereka pelajaran ucap ." Lusi
"Baiklah aku ingin kau menyuruh tangan kananmu dan tangan kirimu untuk melindungi mantan ketua klan dragon yang mungkin saat ini dalam perjalanan menuju ke markas klan dragon." ucap Sofia, baik ketua akan segera aku laksanakan lalu keluar sebentar sejenak, sementara Lisa tanpa malu terus memeluk tubuh Malika tapi tangannya tak lepas dari buah dada Malika
"Ada apa denganmu si tato apakah sesuatu sedang terjadi kenapa wajahmu terlihat murung." tanya Sofia, semua orang nampak mengalihkan pandangannya ke arah si tato memang wajahnya sangat berbeda saat datang dan saat ini
"Aku tidak apa-apa ketua aku hanya merasakan patah hati setelah berharap terlalu banyak pada seorang wanita sehingga membuatku menjadi terluka." ucap si tato mendramatisir , "sejak kapan kau mempunyai kekasih apakah kau menyukai seorang wanita." tanya si codet spontan karena mengetahui bahwa selama ini si tato adalah pria jomblo sama dengannya
"Itu bukan urusanmu sebaiknya kau tidak mencampuri urusanku lagi pula apa hubungannya denganmu jika aku memiliki kekasih atau menyukai seorang wanita." ucap si tato judes, astaga patah hati ternyata membuat mulutmu menjadi seperti pantat ayam." ucap si codet, "astaga benarkah kau menyukai seorang wanita aku belum pernah melihat seorang wanita yang ada di sekitarmu di markasmu pun semuanya pria atau kau memiliki kekasih di klub malam atau wanita yang kau cintai." tanya Lisa
Tampak si tato menghembuskan nafasnya lalu melihat ke arah Lisa dengan tatapan yang sulit diartikan hal itu membuat Malika dan Sofia langsung menyadari bahwa si tato menyukai Lisa, Malika langsung tersenyum miring saat menyadari bahwa si tato menyukai Lisa, sofia langsung tertawa terbahak-bahak membuat semua orang yang ada di situ menatap bingung ke arah Sofia sementara Malika hanya bisa tersenyum tipis.
Jangan lupa like, jempolnya, komen dan hadiahnya