My Wife My Hero

My Wife My Hero
383.memyelinap



Sementara Kevin yang tertidur pulas tampak sedang bermimpi indah dengan Senyuman di wajahnya, sementara itu di kediaman Arthur tampak ke dua pasangan suami istri itu sedang berbaring sambil bercerita sejak jam berapa kakek dan dirimu bermain catur dan bagaimana pernikahan Arthur apa dia tampak bahagia pasti dia sangat bahagia menikah dengan keponakan Malik yang cantik dan aku dengan ayahnya memiliki perusahaan penyiaran." ucap Sofia


Tampak Arthur menghembuskan nafasnya "aku bermain setelah kembali dari pernikahan Kevin ternyata kakek juga sangat menyukai permainan catur Dan Dia bahkan tak istirahat dia hanya istirahat akan makan saja, membuatku sedikit frustasi karena takut kakek jatuh sakit karena kurang istirahat dan mengenai pernikahan Kevin aku juga tidak tahu apa yang terjadi tapi sepertinya dia sedang dalam masalah dengan pernikahannya ini karena dia sempat berkeluh kesah padaku bahwa istrinya sebenarnya tak ingin menikah dan juga sangat keras kepala dan dia juga mengatakan padaku bahwa sebenarnya dia juga tak berniat menikah sama dengan istrinya tapi karena sudah diancam oleh Malik mau tidak mau dia harus tetap menikah sekarang Dia hanya bisa menerima nasibnya entah apa yang terjadi padanya tapi yang jelas katanya mungkin dia akan menjadi suami yang takkan pernah merasakan malam pertama bersama istrinya." ucap Arthur


"Benarkah wow sungguh malang nasib Kevin setelah cinta pertamanya yang gagal dan sekarang dia harus menikah dengan wanita yang sama sekali tak ingin menikah bahkan tak ingin berada di sisinya tapi itu adalah sebuah tantangan untuk Kevin aku yakin suatu saat pasti wanita itu akan luluh kepada Kevin memang kau sudah memberikan hadiah apa kepada Kevin aku juga akan memberikannya hadiah karena kinerja baiknya selama ini." ucap Sofia


"Ya itu namanya takdir aku memberikan dia rumah yang tak jauh dari kediaman ini aku memang sengaja membelinya untuk dirinya bahkan rumah itu sebenarnya atas namanya hanya saja aku tidak memberitahukan kepadanya memangnya hadiah apa yang akan kau berikan padanya jika memang kau ingin memberikannya nanti kita akan ke kediamannya untuk memberikan hadiah itu." ucap Arthur


"Benarkah memangnya kapan rencananya Kevin dan istrinya akan pindah ke rumah tersebut." tanya Sofia, "kata Kevin setelah dia menikah dan dia bicara dengan kedua mertuanya dia akan langsung menempati kediaman tersebut." ucap Arthur, tampak Sofia mengangguk mengerti sebaiknya kita tidur saja sayang aku sudah sangat mengantuk dan capek." ucap Sofia, tampak Arthur tersenyum dan menggeleng kepalanya dalam hati Arthur berkata bukannya tadi dia yang mengajaknya untuk bercerita pikir Arthur "sayang apakah kau mau aku pijat kakimu agar merasa lebih enak." tanya Arthur mendengar tawar tawaran suami yang sangat menggiurkan spontan Sofia mengangguk Arthur langsung bangun dari tidurnya kemudian memijat kaki sang istri sementara sofia langsung memejamkan mata mengamati sensasi pijatan lembut dari tangan Arthur, tapi saat dinikmati sensasi pijatan dari Arthur, ada. Sesuatu yang aneh di wajah Sofia karena dahinya semakin mengkerut saat pijatan tersebut bukan lagi di telapak kaki tapi sudah naik ke arah paha dan sebentar lagi akan sampai di gua miliknya membuat Sofia langsung menahan tangan Arthur yang sudah hampir sampai di goa miliknya


"Sayang apa yang kau lakukan kenapa pijatan mu Sudah mulia salah arah." ucap Sofia " sayang arahnya sudah benar kan setelah memijat dirimu aku harus mendapatkan hadiah ekstra jadi aku berniat mengambil sendiri hadiah ku ." ucap Arthur sambil cengengesan menatap kearah Sofia yang gaun tidur yang dia kenakan sudah tersibak ke atas menyisakan dalaman motif bunga mawar hitam, "oh astaga sayang aku pikir kau ikhlas memijit kakiku ternyata kau menginginkan imbalan." ucap Sofi sambil berusaha menahan tangan Arthur yang mulai nakal


Sementara itu di tempat lain tampak kepala yang mengecek keadaan pulau di mana lab Edi berada tampak bingung hendak melaporkan apa pada tuannya akhirnya mereka memutuskan untuk kembali terlebih dahulu untuk menceritakan apa yang mereka temui di sana, sementara itu di markas Stuart tampak Mr D yang sedang duduk di ruang kerjanya tak bersarang lama seorang bawahannya masuk ke dalam ruang kerja Mr D "tuan sepertinya ada sebuah kapal yang memeriksa keadaan pulau dan mencari kapal yang sudah kita tenggelamkan bersama kru-nya." ucap pria yang baru masuk tersebut


"Aku tahu itu akan terjadi jadi kau sudah menyuruh seseorang untuk mengikuti kapal tersebut secara diam-diam Jangan sampai ada yang mengetahui bahwa kapal itu sudah kita buntuti biarkan mereka pergi ke tempat di mana Tuhan mereka berada." ucap Mr D, "sesuai dengan perintah Tuan kami memantau kapal itu bidadari mereka datang ke wilayah pulau tersebut." ucap pria itu


Sementara itu di kediaman Ruben tampak Ruben belum juga bisa beristirahat karena mengingat tentang Neni dan keluarganya apalagi orang suruhannya memberikan kabar apapun padanya kini dia sedang menunggu kabar dari salah seorang bawahannya yang biasanya selalu memata-matai atau mencari informasi malam ini bawahannya berencana untuk menyelinap masuk ke kediaman neni secara diam-diam untuk mencari tahu informasi mengenai kediaman tersebut dan di mana orang-orang yang sudah dikirim oleh Ruben, tampak bawahan Ruben yang sedang bersiap untuk melakukan aksinya diam-diam masuk ke kediaman ini melewati pagar belakang yang tidak dia sadari adalah ada CCTV yang terus mengawasi setiap langkahnya sementara itu nenek dan keluarganya sedang tertidur pulas di kamar mereka masing-masing sementara itu penjaga yang berada di kediaman ini yang sedang duduk santai di depan layar tampak tersenyum lihatlah pria itu "dia mengendap-endap masuk seolah-olah tidak kita ketahui dan dia dengan percaya diri masuk tanpa mengetahui bahwa CCTV sedang mengikuti langkahnya." ucap salah seorang pria di ruang tersebut


"Kau benar dia sangat lucu oh iya kenapa kita tidak langsung menangkapnya dan membiarkannya masuk ke dalam seperti itu." tanya pria lainnya, "bentar lagi kita akan menangkapnya tapi bukankah kita harus menonton pertunjukannya dulu sebelum kita menangkapnya." ucap pria lainnya, "sepertinya ada seseorang yang mengawasiku tapi aku tidak melihat siapapun dan di sini tidak ada CCTV setahu ku, apakah hanya perasanku saja ." ucap pria yang menyelinap dalam hati sambil terus melangkah menuju pintu belakang kediaman Neni, tapi saat pria tersebut hendak mendekati pintu tiba-tiba dua orang langsung membekap mulutnya kemudian menariknya menjauh dari pintu tersebut walaupun pria tersebut berusaha untuk memberontak tapi tenaganya tidak sebanding dengan dua orang yang sudah membawanya pergi.


Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya