My Wife My Hero

My Wife My Hero
178.ruang rahasia



"Ibu aku ingin bercerita tapi aku hanya ingin ibu yang mengetahuinya." ucap Sofia sambil melihat ke arah ibunya dengan tatapan yang sulit di artikan


Mendengar perkataan putrinya Kikan langsung menatap ke arah Sofia "apakah ini sesuatu yang tak boleh diketahui oleh ayahmu." tanya Sofia hanya mengangguk, "baiklah sekarang mari ikut ibu ke kamar ibu ini memperlihatkan sesuatu padamu." ucap kikan lalu bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju kamarnya dan diikuti oleh Sofia di belakangnya


Tampak kikan dan Sofia sudah berada di dalam kamar milik Kikan dan Stuart, tampak kikan berjalan lalu membuka sebuah pintu yang terhubung dengan ruang ganti sayang kemarilah." ucap kikan sambil membuka pintu ruang ganti


Sofia lalu melangkah maju kemudian masuk ke dalam ruang ganti di mana Ki kan sudah duluan masuk setelah melihat Sofia masuk Kikan kemudian mendekat ke pintu lalu menguncinya kemudian berjalan menuju sebuah kaca besar setelah menekan sebuah tombol kaca tersebut langsung terbagi menjadi dua, Sofia terbelalak melihat ruangan tersebut yang tak pernah dia lihat selama ini padahal dari kecil hingga besar dialah yang sering tidur dan masuk ke kamar kedua orang tuanya tapi dia tak pernah tahu kalau kaca yang dia kira hanya sebagai penghias di ruang ganti adalah pintu ke sebuah ruangan lain, "ayo sayang mari masuk ke dalam di sini adalah tempat teraman dalam rumah ini yang dibangun oleh nenek ayah mu dan hanya diberitahukan kepada perempuan anggota keluarga Stuart." ucap Kikan lalu duduk di sebuah sofa empuk setelah menekan tombol lain yang membuat kaca tersebut kembali tertutup seperti semula, tampak ruangan tersebut seperti ruang tamu mini tapi lengkap dengan berbagai macam furniture dan barang-barang yang memang diciptakan untuk tempat tersebut


rRaut wajah Sofia berbinar saat melihat ruangan tersebut "aku tak menyangka ibu bahwa ada ruangan seperti ini di kamar ibu padahal aku sudah mencari cari ruang rahasia di rumah ini tapi aku hanya menemukan ruang rahasia di ruang kerja ayah." ucap Sofia


"Yah begitulah sayang ruangan ini memang hanya bisa dibuka oleh ibu karena menggunakan sidik jari ibu jadi ayahmu tak bisa membukanya dan jika tak menggunakan sidik jari kita bisa menggunakan kode pintu tapi ibu tak pernah menggunakannya." ucap kikan


"Apa ayah mengetahui tempat ini." tanya Sofia "tentu saja dia mengetahui bahwa tempat ini ada tapi dia tidak pernah tahu di mana lokasinya dan dia juga tak bisa membuka tempat ini jadi aku rasa dia tak peduli dengan tempat ini selama tempat ini digunakan dengan baik, sekarang katakan pada ibu apa yang mengganggu pikiranmu sehingga kau tampak lesu tadi keluar dari ruangan ayahmu." tanya Kikan


Tampak Sofia ragu untuk menceritakan apa yang terjadi pada dirinya saat dia lupa ingatan di pulau milik Arthur tapi dia sudah bertekad ingin mencari menciptakan semua ini kepada ibunya karena satu-satunya orang yang bisa meluluhkan ayahnya jika sedang marah adalah ibunya, tapi kemudian Sofia berpikir ulang jika dia menceritakan kecelakaan yang terjadi padanya otomatis dia harus menceritakan tentang misi rahasia yang dia lakukan sebelum terjadi kecelakaan dan itu tidak boleh dia katakan apapun yang terjadi


"Ibu bolehkah aku jatuh cinta pada seorang pria." tanya Sofia, sontak saja mendengar pertanyaan Sofia membuat Kikan tertawa terbahak-bahak bagaimana tidak Sofia adalah gadis yang sangat tomboy dan tak pernah memperhatikan seorang pria manapun apalagi Sofia sangat dekat dengan ayahnya dan Mr D, lagi pula Sofia adalah anak kesayangan ketua jika ada pria yang mendekatinya belum berkenalan saja pria itu sudah menghilang entah ke mana, kikan yang menyadari bahwa dia salah karena sudah tertawa kemudian berusaha menetralkan perasaannya


"Astaga Sofia kau membuat ibu cemas dan takut saja ibu pikir kau ingin menceritakan sesuatu yang penting tapi sebenarnya ini penting juga jangan sampai ayahmu tahu kau bertanya tentang masalah seperti ini aku yakin dia pasti tak akan menerima jika kau menyukai seorang pria dia akan menguji pria tersebut hingga pria itu mungkin saja bisa menyerah tentu saja kau bisa jatuh cinta pada siapapun sayang dan ibu akan selalu mendukungmu apapun yang kau pilih asalkan itu yang terbaik untukmu tapi apakah kau sudah menemukan pria yang membuat jatuh cinta." tanya Kikan


"Oh sayang itu bukan hal yang baik kau tahu bagaimana ayahmu bagaimana bisa kau menikah secara diam-diam tanpa persetujuan ayahmu apa kau ingin pria tersebut dibunuh oleh ayahmu sekarang katakan yang sejujurnya pada ibu agar ibu bisa mencarikan solusi untukmu, tapi tunggu dulu bagaimana kau bisa menikah diam-diam sedangkan selama satu kali 24 jam ayah mu selalu memantau dan mengawasi mu itu tidak mungkin terjadi terkecuali kau pernah hilang untuk waktu yang lama dan tak diketahui di mana keberadaan mu." ucap kikan lalu melihat ke arah Sofia dengan tatapan curiga


Tampak Sofia sedikit terkejut karena ibunya bisa mengetahui apa yang terjadi jika sampai Sofia terus melanjutkan perkataannya tentang pernikahannya yang dilakukan secara diam-diam dengan Arthur walaupun saat itu dia sedang kehilangan ingatannya tapi tetap saja dia sudah menikah


"Ini kan seandainya aku menikah secara diam-diam ibu aku hanya bertanya saja tidak bermaksud lain jadi apakah ibu tahu apa yang harus aku lakukan agar bisa melindungi pria tersebut dari ayah jika sampai ayah mengetahuinya." tanya Sofia


"Itu persoalan yang gampang sayang kau tinggal datang kepada ibu bersama suamimu lalu ibu akan menyelesaikan semua masalah yang terjadi antara ayahmu dirimu dan juga suamimu." ucap Kikan


"Baiklah ibu aku mengerti, terima kasih ibu karena sudah mendengarkan ceritaku dan selalu mendukung ku sekarang aku ingin keluar dari ruangan ini ada sesuatu yang ingin aku kerjakan." ucap Sofia


"Baiklah sayang ayo kita keluar dari ruangan ini ingat tapi sebelumnya ibu ingin mengatakan sesuatu ayah sebenarnya akan selalu memaafkan semua yang kau lakukan hanya saja dia memang pertama tak akan menerima sesuatu yang menurutnya bisa membuatnya terluka atau membuat orang yang dia sayang terluka tapi dia melakukan semua itu karena rasa cintanya terlalu besar." ucap kikan


"Aku mengerti ibu aku akan melakukan yang terbaik untuk bisa membuat ayah dan ibu bahagia dan apa yang diinginkan oleh ayah akan selalu aku lakukan dan aku berharap aku tak akan mengecewakan ayah dan ibu kedepannya." ucap Sofia.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya