
Sementara Kevin yang sendiri di rumah sakit Bingung hendak mencari tuannya Kemana apalagi dia tidak mengetahui apa yang sedang terjadi saat ini, yang dia tahu Tuannya terluka gara-gara dipukuli oleh mertuanya dan saat di rumah sakit tiba-tiba Tuan yang menghilang begitu saja entah ke mana, Kevin akhirnya menghubungi kakek Arthur untuk menceritakan semua apa yang terjadi, tapi ponsel kakek Arthur sama sekali tidak aktif
Astaga di mana Kakek kenapa teleponnya tidak aktif sama sekali oh astaga apa yang harus aku lakukan, Kevin tampak menerima sebuah pesan kembalilah ke kota D jaga perusahaan untuk ku kau tau apa yang harus kau lakukan untuk mengamankan aset milikku." isi pesan tersebut
Kevin langsung menelepon nomor ponsel tersebut tapi ponsel itu sudah tidak aktif sama sekali membuat Kevin hanya bisa melihat ponselnya tampak Kevin langsung menghubungi Abraham dia berniat bertanya tapi belum juga menelepon tiba-tiba Abraham datang menghampirinya
"Segera kembali ke kota D tunggu kabar dari tuanmu ini bukan masalah yang mudah jadi kau tak usah memikirkan apapun cukup tenang di kota D cukup mereka yang akan menyelesaikan semua masalah ini, ini adalah tiket pesawat dan semua yang kau butuhkan ada di tas ini sedangkan semua barang-barang mu ada di mobil sekarang ayo kita keluar segera naik ke mobil dan pergi ke bandara." ucap Abraham
Tapi bagaimana dengan tuan Arthur apa yang harus aku lakukan tanpanya bagaimana jika orang bertanya tentang keberadaannya." tanya Kevin," kau katakan saja Arthur sedang melakukan perawatan di luar negeri dan akan kembali beberapa Minggu lagi dia memberikan kuasanya padamu untuk mengawasi perusahaan sudahlah cepat jalan." ucap Abraham sambil menarik tangan Kevin menuju sebuah mobil yang terparkir sempurna, tampak Kevin yang sudah masuk di dalam mobil mobil itu langsung melaju menuju bandara di dalam mobil tampak Kevin Hanya bisa pasrah yang terjadi ini Kevin sudah berada di atas pesawat
sementara itu di kota D sebuah pernikahan sedang berlangsung di sebuah hotel tampak Ruben dan Neni berada di pelaminan, tanpa kebahagiaan jelas diraut wajah orang tua Ruben sementara Ruben hanya tersenyum pada tamu sementara wajah Neni tampak terlihat raut wajah ketakutan Dia hanya bisa mengikuti semua yang diarahkan oleh Ruben
sementara James yang berada di kurungan tampak sangat merasa frustasi dengan apa yang terjadi sekarang mereka tinggal menunggu waktu yang tepat untuk disingkirkan oleh Ruben setelah Ruben mendapatkan apa yang dia inginkan karena James tahu Ruben menikahi adiknya hanya untuk bisa memiliki saham adiknya sehingga dengan begitu dia juga bisa memiliki saham ayahnya
pernikahan Ruben dan Neni yang berlangsung di sebuah hotel mewah tampak telah berakhir kini Neni dan Ruben sudah berada di kamar hotel milik mereka, tampak ini yang duduk di ranjang dengan ketakutan karena Ruben melihatnya seperti mangsa yang siap untuk dicabik apalagi Ruben memegang cambuk dan tali membuat Neni semakin ingin lari dari kamar hotel tersebut, "kau tahu kau jangan sok polos bukannya aku sudah menjadi suamimu menjadi layak menikmati tubuhmu walaupun aku tidak terlalu menyukaimu tapi aku tak mungkin menyia-nyiakan barang gratis yang ada di depan mataku bukankah seperti itu." ucap Ruben
di kediaman kakek Leo tampak ikan yang baru saja selesai berbicara lewat telepon dengan ayahnya merasa lega karena sang menantu berada di kediaman sang ayah, "bagaimana nak apa pri itu ada di tempat ayahmu." tanya kakek Sofia, syukurlah ayah dia ada di tempat ayahku dan saat ini ayahku sedang merawatnya ternyata bukan hanya luka luar yang parah ada beberapa luka dalam yang parah." ucap Kikan
sementara itu di kamarnya tampak Sofia yang sedang duduk sambil menatap jendela tiba-tiba mual bergegas Sofia menuju kamar mandi tapi saat melewati tanggal yang ada di ruangan tersebut Sofia langsung terbelalak kemudian mereka memeriksa tanggal yang ada di dinding tersebut Dia seorang dokter jelas saja dia tahu apa yang terjadi pada tubuhnya saat ini
sementara itu di kediaman kakek Sofia tampak Arthur yang mulai kembali siuman kini wajahnya sudah tidak menggunakan perban lagi tapi diberikan salep oleh kakek Abdullah tampak mister D langsung mendekati Arthur, "Jangan khawatir kau aman di sini apakah kau menginginkan sesuatu." tanya Mr D
"Sofia." kata pertama yang keluar dari bibir Arthur setelah dia bisa berkomunikasi, " Sofia baik-baik saja kau jangan mengkhawatirkannya sebaiknya kau khawatirkan saja dirimu sendiri." ucap Mr D, tak berselang lama tampak profesor Abdullah datang mendekati kedua orang tersebut Mr D langsung menyingkir, tampak profesor Abdullah langsung memeriksa keadaan Arthur lalu dia tersenyum "wah rupanya dia memiliki tubuh yang sangat kuat sehingga dengan mudah obat tersebut bereaksi di dalam tubuhnya membuat lukanya akan segera sembuh, kau pilih yang sangat hebat hingga dapat menarik perhatian cucuku dan sekarang membawa masalah untuk dirimu sendiri kau harus menghadapi Ayah mertuamu yang gila itu." ucap profesor Abdullah
sementara itu Stuart yang sejak kemarin tidak keluar dari ruangannya tanpa keluar dari ruang kerjanya lalu berjalan masuk ke dalam kamarnya dia mengganti pakaiannya setelah mandi kemudian keluar melajukan mobilnya menuju ke kediaman orang tuanya di mana Kikan berada tampak Stuart datang ke kediaman tersebut Lalu masuk begitu saja ke dalam kemudian duduk di ruang makan di mana sang ayah dan sang ibu berada sementara kikan sedang ke kamar Sofia untuk membawakan makanan pada Sofia karena Sofia tidak mau keluar dari kamar, kedua orang tua Stuart yang sedang makan tampak tak berbicara apapun Hanya melanjutkan makan mereka Stuart tampak langsung mengambil makanan kemudian melahap makanan tersebut tanpa mengatakan apapun
kini Kikan sudah berada di depan pintu kamar Sofia tampak kikan mengetuk pintu kamar Sofia sayang ini ibu buka pintunya ibu membawakan mu makanan sejak kemarin kau belum makan ibu takut kau sakit." ucap Kikan, di dalam kamar tampak Sofia yang baru saja melihat tanggal langsung menghembuskan nafasnya kasar kemudian meraup wajahnya dengan kasar mendengar ketukan dari sang ibu akhirnya Sofia pun membuka pintu.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya