
"Tidak mungkin Tuan Arthur macam-macam di luar dengan istri secantik Nyonya di sampingnya aku saja kagum akan kecantikan nyonya yang begitu sempurna." ucap Ruben
"Terima kasih Tuan Ruben kau memang pria yang tepat dan pria sejati aku sangat mengagumimu." ucap Malika sementara Kevin yang mendengar setiap percakapan Ruben dan Malika tanpa sedikit kesal karena tuan Ruben sepertinya terpesona oleh Malika apalagi Malika merespon hal tersebut walaupun itu hanya basa-basi tapi bagi Kevin itu adalah hal yang paling menjengkelkan
"Sayang jangan terlalu memuji Tuan Ruben nanti Neni bisa cemburu apalagi Tuan Ruben tak ingin melihat istrinya cemburu kepadamu jadi sebaiknya kau jangan terlalu memuji Tuan Ruben." ucap Arthur pura-pura cemburu
"Oh sayang maafkan aku tenang saja aku sudah memilihmu untuk menjadi suamiku dan aku akan selalu bersamamu ucap Malika sambil memeluk Arthur membuat Arthur hampir saja ingin muntah
"Sepertinya ini sudah waktunya jam makan malam bagaimana kalau kita langsung ke meja makan untuk menikmati hidangan yang kami sediakan." ucap Ruben, kelima orang tersebut bangkit dan berjalan menuju ruang makan tapi saat hendak berjalan tiba-tiba malaikat tersandung membuat grup band dengan cepat menangkap tubuh malaikat yang berjalan beriringan dengannya sontak saja seperti adegan di film tapi saat mata mereka hendak saling menatap tiba-tiba Kevin memunculkan kepalanya di antara Ruben dan malika membuat Ruben jengkel "apakah Nyonya tidak apa biar aku bantu nyonya." ucap kevin membuat adegan tersebut hancur
Tak berselang lama atur tampak sudah berada di belakang kedua orang yang sama-sama ingin membantu Malika "maaf bisakah kalian melepaskan istriku." ucap Arthur membuat Ruben sadar sementara Kevin langsung senyum-senyum tak jelas, sementara itu ini tampak melihat ke arah ketiga orang tersebut terima kasih Tuan Ruben karena sudah menolongku jika tadi kau tidak menahan tubuhku mungkin saja aku sudah terjatuh ucap Malika yang sudah memperbaiki posisinya dan sudah merangkul tangan Arthur kini mereka semua sudah berjalan menuju tempat makan dan sudah duduk di posisi mereka masing-masing
Tampak Malika dengan sigap mengambil piring yang akan Arthur gunakan untuk makan "sayang kau ingin makan apa." ucap Malika seperti istri sesungguhnya menunjuk beberapa makanan yang dia sukai menikah dengan cekatan langsung mengambilkan makanan tersebut dan menyiapkan tepat di hadapan Arthur
Sementara Kevin tampak memegang piringnya sambil melihat adegan tersebut berharap Malika juga akan mengambilkan makanan untuknya sementara Ruben terus memperhatikan gerak-gerik Malika yang terlihat begitu peduli pada Arthur sementara atur biasa saja membuat Ruben merasa bahwa Arthur tidak bersyukur ada wanita secantik Malika
Tampak makan malam telah selesai kini kelima orang tersebut sudah kembali lagi ke ruang tamu di mana tadi mereka berada oh iya ini apakah kau punya kegiatan besok bagaimana jika kita pergi berbelanja bersama kebetulan aku baru di kota D ini dan belum pernah pergi berbelanja pasalnya Arthur sangat sibuk setelah kami selesai menikah dan dia tidak pernah mengajakku berjalan-jalan." ucap Malika
Tampak Nene melihat ke arah Ruben pasalnya dia tidak diperbolehkan oleh Ruben untuk pergi ke mana pun dia bahkan tak bisa keluar dari kediaman tersebut sementara Ruben tampak bingung untuk keluar bersama dengan Malika bisa saja ini kabur dan jika pun dia tidak kabur saat berada di mall jika mereka sampai mencoba pakaian jelas saja beberapa luka lebam di tubuh Neni pasti akan terlihat jelas maaf kakak ipar untuk sementara waktu ini aku tidak bisa keluar berbelanja karena aku sedang kurang enak badan untuk pergi berjalan-jalan bagaimana jika kita berbelanja minggu depan saja atau jika mau kakak ipar bisa datang kemari untuk bercerita denganku." ucap Neni, tampak senyuman licik terlukis tipis di wajah Malika itulah niatnya dia akan berpura-pura menjadi teman Neni dengan begitu dia bisa mendekati Ruben dia akan melancarkan aksinya setelah Ruben tergoda barulah dia akan melanjutkan siasatnya
"Benarkah aku boleh datang kemari dan bercerita denganmu itu ide yang sangat bagus kebetulan aku juga sendiri di rumah tak memiliki teman jadi jika aku datang kemari aku bisa menemanimu juga." ucap Malika , sementara itu dalam otak Ruben tampak sebuah gambar kotor mulai merasuki otaknya saat Malika berada di kediamannya tentu saja Arthur tak akan ada di perusahaan dengan begitu dia bisa menggoda Malika agar mereka bisa bersamanya apalagi sepertinya mereka juga memiliki ketertarikan dengan dari pandangan mata Malika yang selalu meliriknya dengan tatapan yang sulit diartikan
"Itu hal yang bagus mungkin kalian para wanita bisa bercerita satu sama lain sehingga kalian tak perlu kesepian aku harap Tuhan Arthur tidak akan melarang istrinya untuk datang bermain di kediamanku." ucap Ruben padahal dia memiliki niat lain saat Malika akan datang dia tak ingin Malika sampai berbicara banyak dengan putrinya apalagi sampai mengetahui bahwa selama ini dia sudah menyiksa istrinya
Sementara Kevin nampak was-was dengan apa yang terjadi bukannya apa pria seperti Ruben melihat Malika seperti mangsa baginya sementara Arthur tampak terdiam pura-pura berpikir sejenak padahal ini semua adalah rencana dirinya dan Sofia "tapi sayang apakah tidak apa-apa kau datang di kediaman ini sendiri bagaimana jika Kevin menemanimu." ucap Arthur
"Sayang apa yang harus kau khawatirkan Tuan Ruben pasti memiliki orang-orang yang akan menjaga aku dan juga istrinya jadi kau jangan khawatir aku pasti akan baik-baik saja jika memang kau mengkhawatirkan ku kau bisa mengantarku ke sini sebelum ke perusahaan lalu menjemputku setelah kau pulang untuk Kevin biarkan dia membantumu tidak usah merepotkannya untuk hal-hal seperti ini lagi pula aku tidak apa-apa di kediaman ini ini bukan tempat berbahaya bagaimana sayang apakah kamu mengizinkanku please sayang aku mohon aku kan kesepian berada di rumah kita apalagi aku tak memiliki teman sejak berada di kota ini kau tahu kan aku berasal dari kota A dan di sana aku meninggalkan teman-temanku yang baik." ucap Malika manja sambil terus melengket kepada Arthur membuat Arthur ingin menjambak rambut Malika karena mendekatkan dadanya ke arah lengan Arthur dan menggeseknya apalagi dada mereka seperti asli membusung keluar sehingga saat digesek-gesek dadanya timbul semakin besar membuat Ruben tak bisa melepaskan pandangannya dari dadah Malika sementara Kevin tanpa kesal dengan Ruben yang selalu melihat Malika.
Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya