My Wife My Hero

My Wife My Hero
127. ancaman Roy



Baiklah pernikahan ini telah sah dimata hukum dan agama jadi saudari Ratih silakan mengambil tangan suami anda untuk dicium sebagai simbol istri yang patuh pada suami sementara untuk saudari Rasyid silahkan anda mengecup kening istri anda


Tampak Ratih sedikit penasaran dengan pria yang menikahinya sebuah tangan yang sepertinya dia kenal tampak tepat berada di wajahnya perasaan Ratih mulai tidak enak sejak mendengar suara pria yang menikahinya tapi dia berusaha bersikap positif tapi melihat tangan tersebut yang baru beberapa jam yang lalu menariknya ke pantai membuat Ratih langsung menatap ke arah mempelai pria sontak saja mata hati terbelalak dan sangat terkejut saat mendapatkan Roy tepat berada di hadapannya


"Sontak saja Ratih langsung mundur apa yang kau lakukan di sini kenapa bisa kau yang menjadi mempelai prianya di mana pria yang bernama Rasyid." ucap Ratih, Roy tampak tersenyum sinis "akulah yang bernama Rasyid bin salam hanya para pengawal selalu memanggil namaku dengan Roy." ucap Roy santai


Ratih menggeleng kepala dia sungguh tak menyangka bahwa Tuan Arthur akan memilih Roy sebagai mempelai prianya Ratih langsung melihat ke arah Arthur dengan tatapan yang sulit diartikan "Tuan kenapa Tuan melakukan ini padaku aku pikir Tuan akan menikahkanku dengan seorang pria yang bisa membuat aku bahagia dan sejahtera." ucap Ratih


"Bukankah kau sendiri yang mengatakan padaku bahwa pesan bi Ija adalah untuk menikahkanmu dengan pria yang tepat dan bertanggung jawab aku rasa Roy adalah pilihan yang tepat dia adalah pilihan bertanggung jawab baik dan tentu saja masih perjaka Ting Ting dia sudah memiliki rumah dan memiliki pekerjaan yang baik dia bisa menghidupimu dengan baik dan layak sebagai suami dia adalah pria yang sangat bertanggung jawab, kau kan tak mengatakan harus tampan dan kaya kau hanya mengatakan secepatnya menikah."


ucap Arthur


Mendengar perkataan Arthur Ratih tampak sangat lesu dia tak pernah berpikir akan menikah dengan Roy pria yang paling jelek di pulau dan paling menyebalkan menurut Ratih, tampak para pengawal dan pelayan menatap kedua pasangan tersebut dengan tatapan yang sulit diartikan apalagi Ratih terang-terangan tadi pagi menghina Roy di hadapan semua orang dan saat ini apa yang terjadi Ratih telah menjadi istri Roy secara sah


"Tapi Tuan Aku tak ingin menikah dengan Roy Aku tak ingin menjadi istri pria menjijikan ini aku mohon tuan Aku tak ingin menikah dengannya aku ingin bercerai saat ini juga." ucap Ratih, "maaf Ratih aku tak bisa melakukan hal itu apalagi kau ingin bercerai hanya karena masalah sepele kau belum mengenal siapa Roy lagi pula saat ini aku tak punya urusan lagi karena aku sudah menjalankan amanat di Ijah sesuai dengan apa yang sudah kau katakan dan aku ingatkan tak ada perceraian dalam pernikahan kalian jika kau ingin bercerai itu jika Roy bersedia." ucap Arthur


Tampak Ratih tak bisa berkata apa-apa lagi mendengar perkataan Arthur sementara itu Roy tampak santai dengan semua yang dikatakan oleh Ratih langsung menyuruh Rendra untuk mengantarkan pak penghulu sementara itu Arthur langsung kembali ke kamar untuk melihat sang istri dia tak ingin lagi melihat drama yang dibuat oleh Ratih


Setelah kepergian Arthur tampak para pelayan dan penjaga memberi selamat ke pada Ratih dan Roy tampak muka masam Ratih tak bisa dia tutupi membuat para pelayan dan pengawal menertawakan hal tersebut karena merasa Ratih memang pantas untuk Roy karena dia selalu menghina Roy padahal Roy adalah pria yang baik hanya saja dia memang selalu bersikap seperti itu jika menyukai seseorang tapi dia takkan pernah melukai atau memaksakan seseorang untuk menjadi pasangannya jika dia tidak mau itupun di saat dia sudah ditolak puluhan kali baru dia akan menyerah, "sepertinya Ratih mendapat karma atas apa yang telah dia lakukannya dia dengan sombong menghina Roy di depan kita semua padahal Roy memang selalu menyatakan cintanya pada setiap wanita yang dia temui kalian semua dan aku juga pasti pernah menjadi orang yang Roy ungkapkan perasaannya." ucap seorang pelayan wanita


Aku juga berpikir dia menyebalkan di awal pertemuan kami karena dia langsung menyatakan perasaannya padaku padahal aku adalah pelayan baru apalagi dia sangat percaya diri tapi setelah pelayanan yang lain memberitahuku tentang Roy Aku pun tak terlalu menanggapinya dan biasa saja saat dia menyatakan perasaannya membuatnya bosan lalu tak lagi bertanya apapun padaku bahkan akhirnya kami saling bertegur apa dan menjadi teman yang baik dia adalah pria yang baik." ucap salah seorang pelayan


"Sebenarnya aku sudah mengatakan pada Ratih untuk tak terlalu mengambil hati perkataan Roy dan biarkan saja Dia berbicara apapun tak usah berdebat dengannya Roy memang seperti itu tapi Ratih nampaknya tak ingin mendengarkan perkataanku dia selalu marah dan mengeluarkan kata-kata buruk


yang melukai seseorang itu memang karma untuknya." ucap pelayan lainnya


"Tidak usah membahas Ratih sekarang dia sudah bahagia dengan menikah dengan Roy walaupun dia tak menerima Roy seutuhnya sekarang mari kita ke dapur untuk menyelesaikan tugas kita agar kita dapat beristirahat." ucap seorang pelayan lalu mereka semua pergi ke dapur


Sementara Rendra tampak tersenyum sumringah lalu mendekati Roy "selamat bung akhirnya tugasmu telah selesai dengan sempurna tuan sudah memberikan hadiah lewat rekening pribadimu." ucap Rendra sambil memeluk Roy membersihkan di telinganya


Nampak Ratih yang langsung pergi ke kamar saat para pelayan sudah pergi ratu langsung masuk ke kamarnya dan mengepak barang-barangnya dia berniat pergi dari tempat tersebut meninggalkan semuanya karena tak ingin barusan lagi dengan Roy, sementara Roy setelah bersalaman dengan Rendra tampak Roy langsung menyusul Ratih ke kamar tampak Ratih yang sedang mengepak barang-barangnya, Roy langsung membuka pintu yang tak terkunci tampak Roy yang sudah berada tepat di depan pintu kamar langsung masuk kemudian menutup pintu kamar tersebut saat melihat Ratih "apa yang kau lakukan." tanya Roy


"Apa kau melihat Aku sedang merapikan semua barang-barangku Aku akan pergi dari sini Aku harap kau cepat mengurus perpisahan kita Aku tak ingin lagi berurusan denganmu." ucap Ratih


"Kau jangan menguji kesabaranku kau jangan berani pergi dari pulau ini tanpaku atau aku akan memasungmu di rumah yang baru aku beli agar kau tak bisa kemana-mana dan aku benar-benar akan melakukannya dan kau tahu tak akan ada yang menolongmu karena Tuan Arthur sudah mengizinkan Aku melakukan apapun kepadamu bahkan merantai dirimu pun akan aku lakukan jika kau tetap berniat pergi dari tempat ini, ambil barang-barangmu kita akan tinggal di kediaman ku." ucap Roy


Tampak Ratih menatap tajam ke arah Roy yang mengancamnya tapi tatapan Ratih bagi Roy itu hal biasa dan dia akan melakukan apa yang dia katakan jika sampai Ratih benar-benar pergi.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya