My Wife My Hero

My Wife My Hero
258. undangan Ruben



Siapa sih yang terus menghubungiku membuat aku kesal saja ucap Neni lalu mengangkat panggilan telepon tersebut terdengar suara sang kakak dari balik telepon "halo Neni ini aku James bisakah aku berbicara dengan Ayah atau ibu." tanya James, "Apa kau bilang ingin berbicara dengan ayah dan ibu berani-beraninya kau setelah kau mengkhianati aku dan kedua orang tua kita kami hampir kehilangan perusahaan aku bahkan hampir saja kehilangan semua saham milikku begitupun ayah kau ingin berbicara apa lagi di mana kau sebaiknya kau jangan membuat masalah lagi Ayah baru saja keluar dari rumah sakit karena perbuatanmu jadi sekarang lebih baik kau mengurus dirimu sendiri jangan melibatkan kami." ucap Neni lalu memutuskan panggilan telepon dasar tidak tahu diri dan bodoh bagaimana bisa kau menelepon kami dengan seenak mu setelah ku melakukan hal yang begitu mempermalukan keluarga dan membuat kami harus menderita cibir neni lalu melanjutkan pekerjaannya


Sementara James yang saat ini berada di dekat Ruben tampak melihat ke arah Ruben "adikku mematikan panggilan teleponku dan aku sama sekali tidak menghafal nomor telepon ayah dan ibuku begitupun nomor rumah kami yang aku hafal hanya nomor adikku." ucap James


"Kau jangan banyak alasan aku tidak mau tahu aku ingin kau bicara dengan salah satu anggota keluargamu baiklah kau ingin bertemu dengan adikmu akan aku kabulkan." ucap Ruben lalu menyuruh bawahannya untuk mengundang neni ke kediaman Ruben di mana jemes berada


Tampak Neni yang akan kembali ke kediamannya tapi seakan saat akan naik ke mobil tiba-tiba seseorang menghentikannya maaf nona Neni aku ingin berbicara dengan nona." ucap seorang pria, Neni nampak menatap pria dari atas sampai ke bawah siapa kau." tanya Neni


"Maaf nona aku adalah bawahan Tuan Ruben pemilik perusahaan multiguna di ingin mengundang Anda untuk datang ke kediamannya." ucap pria tersebut tampak Neni yang mengetahui tentang perusahaan multiguna dan seorang Ruben pria yang tampan dan memiliki pesona yang luar biasa langsung merasa bersemangat karena berpikir bahwa Ruben mengundangnya karena Ruben menyukai dirinya, "baiklah aku menerima undangan Tuan Ruben aku akan ke sana saat makan malam tapi sebelumnya aku harus kembali pulang dulu ke kediamanku berikan saja alamat Tuan Ruben biar aku sendiri yang akan ke sana." ucap neni


Orang suruhan Ruben tampak bingung karena Ruben menyuruhnya untuk mengundang neni untuk datang saat ini juga "maaf nona tapi Tuan Ruben ingin anda datang sekarang." ucap pria tersebut, "apa tuan Ruben begitu tergila-gila padaku sampai dia ingin bertemu aku secepat ini tapi dari mana dia mengetahui tentang diriku aku sangat penasaran apakah dari Jeremy tadi dia menghubungiku dia kan mengenal Tuan Ruben pikir Neni dalam hati


Baiklah aku akan ikut denganmu tapi aku harus kembali ke ruanganku terlebih dahulu untuk melakukan sesuatu setelah itu aku akan pergi denganmu ucap Nine lalu kembali ke ruangannya dan mengganti pakaiannya lalu berdandan setelah itu langsung keluar tampak pria tadi hanya menghembuskan nafasnya kasar saat melihat ini dalam hati dia berkata untuk apa juga dia berdandan seperti itu Tuan Ruben hanya memanggilnya untuk bertemu dengan James bukan untuk dirinya


Tampak Neni sudah naik ke mobil yang disediakan oleh Ruben langsung sopir langsung melajukan kendaraan tersebut ke kediaman Ruben tampak dalam mobil memperhatikan dananya dia sudah sangat gembira karena ada seorang pria kaya dan tampan yang menyukainya kini mobil yang ditumpangi ini sudah masuk ke pekarangan kediaman Ruben tampak pria yang menyebutnya ini langsung membukakan pintu "Mari nona kita masuk." ucap pria tersebut


Tampaknya neni keluar dari mobil dengan anggun lalu berjalan mengikuti pria yang tadi membukakan pintu untuknya begitu sampai di dalam tampak Ruben dan James yang sedang duduk bersama di ruang tamu tampak Neni langsung tersenyum melihat ke arah Ruben lalu kemudian dia melihat ke arah James yang terlihat ada beberapa lebam di wajahnya "selamat datang nona Neni terima kasih telah menerima undanganku sebenarnya yang ingin bertemu anda adalah kakak anda sendiri James aku hanya sebagai perantara saja." ucap Ruben


Neni langsung melihat ke arah James ada apa ini katakan padaku jadi bukan Tuan Ruben yang mengundangku tapi kau yang mengundangku kemari tampak Neni sangat patah hati mengetahui bahwa bukan Ruben yang memanggilnya tapi James, "maafkan aku neni tapi aku membutuhkan dirimu apalagi kau mengambilkan semua panggilan teleponku dan juga pesanku aku kemarin ingin meminta kau menjual saham mu kepada tuan Ruben begitu juga saham ayah." ucap James


"apa katamu Apa kau gila Sam itu adalah satu-satunya harta yang aku miliki Dan juga saham ayah hanya itu yang keluarga kita punya apalagi setelah kau menjual saham mu pada Tuan Ruben dan membawa lari uang perusahaan jangan melibatkan aku ataupun Ayah itu masalahmu dengan Tuan Ruben aku akan pergi dari sini." ucap Neni berniat untuk meninggalkan tempat tersebut sebelum terlambat


sementara itu Ruben tampak duduk santai di kursinya mendengar perdebatan Kedua saudara itu, ini langsung melihat ke arah Tuan Ruben "maaf tuan Ruben sepertinya undanganmu harus berakhir seperti ini karena aku tidak memiliki urusan apapun dengan James terserah anda ingin melakukan apa padanya itu bukan urusanku." ucap Neni berniat meninggalkan tempat tersebut


"nona Neni sepertinya kau belum mengenal aku dengan baik kau memang sangat mudah masuk ke tempat ini tapi untuk keluar sebaiknya kau berpikir dua kali karena ini bukan tempat yang mudah untuk keluar sebaiknya kau serahkan saja semua saham milikmu agar nyawamu dan nyawa saudaramu bisa selamat." ucap Ruben


"Apa maksud anda jadi anda mengancam ku aku akan lapor ke polisi jika anda tidak membebaskanku karena aku tidak punya urusan apapun dengan anda yang berurusan dengan anda adalah kakakku James Jangan berpikir aku seseorang yang bisa digertak aku bukan James yang bodoh yang mudah diperdaya olehmu aku tahu siapa dirimu dan perusahaan multiguna jika kau melakukan kegiatan kecil seperti menghabisi ku maka itu akan menjadi masalah besar untuk perusahaan mu apalagi sopirku mengetahui bahwa aku akan kemari." ucap Neni


"Wah ternyata kau memang lebih pandai dari kakakmu walaupun kau terlihat sedikit berbeda dari penampilanmu baiklah aku tidak akan bercanda lagi masalah ini segera tanda tangan pengalihan saham ini atau kedua orang tuamu akan mati di tempat dan untuk menghilangkan jejak aku akan membakar habis rumah kalian jadi sebaiknya lakukan perintahku atau kalian akan kehilangan segala-galanya harta tidak punya nyawa pun tidak punya." ucap Ruben lalu memperlihatkan video di mana sang ibu dan sang ayah tampak diikat di sebuah kursi sontak saja Neni sangat terkejut melihat video tersebut.


Jangan lupa like, komen vote dan hadiahnya