My Wife My Hero

My Wife My Hero
334. ponsel ridho



"Baiklah aku pamit dulu dan ingat kalian berdua bahwa wanita itu ke hadapanku dan kalian harus berhati-hati sepertinya wanita itu sangat licik buktinya saja Ridho entah ke mana." ucap pria tersebut lalu pergi dari tempat itu masuk ke dalam mobil sementara itu orang suruhannya tampak duduk tak jauh dari counter


Sementara itu di kamar hotel tampak anna sedang berpikir bagaimana caranya agar dia bisa menemukan barang-barang yang menurutnya telah dicuri oleh seseorang dan Anna yakin pencurinya pasti salah seorang pegawai hotel, teringat oleh Tuan Tian yang merupakan salah seorang mafia dan dia pasti mengetahui hal-hal seperti pencurian anak tersenyum karena berpikir bahwa masalahnya akan segera terselesaikan dengan cepat Anna mengambil ponsel dari tasnya lalu menghubungi Tuan Tian setelah berbicara beberapa menit ana langsung memutuskan panggilan telepon tersebut aku yakin sebentar lagi aku akan menemukan orang yang telah mencuri barang-barang itu aku harus segera pergi dari kota ini jika sampai dompet yang dicuri oleh pria tersebut ditemukan oleh pihak yang berwajib mereka pasti akan mencari tahu tentang keberadaan ridho pikir anna, tampak ana melihat jam di ponselnya ternyata 2 jam telah berlalu "oh astaga aku hampir saja melupakan ponsel tersebut aku harus segera mengambil ponsel tersebut di konter dan melihat apakah ponsel itu bisa membuatku memiliki banyak uang." ucap Anna bergegas bangkit dan keluar dari hotel menuju ke mobilnya


Sementara itu di konter tanpa kedua orang yang menunggu Anna terus melihat jam karena menurut pemilik konter ana akan datang satu jam tapi ini sudah 2 jam mereka berada di sana dan belum ada tanda-tanda keberadaan ana tapi saat mereka hendak mendatangi konter tersebut lagi untuk mengkonfirmasi tentang anak tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di depan konter tersebut keluarlah Anna dari mobil yang menggunakan wajah Maya, membuat kedua orang tersebut langsung membatalkan niatnya untuk pergi ke konter tapi langsung mengambil mobil milik mereka tampak anna masuk ke dalam counter pura-pura mengambil ponsel yang sama persis dengan ponsel milik Ridho


"Bagaimana Tuan apakah ponselnya sudah dijebol jadi sekarang kata sandinya sudah terhapus kan." ucap anna sambil mengambil ponsel yang diberikan oleh pemilik konter tersebut


"Sudah Nona tapi aku sengaja mematikan ponsel tersebut nanti Nona bisa mengaktifkannya kembali." ucap pemilik konter tersebut, baiklah berapa biayanya ucap ana sambil mengeluarkan dompetnya dan membayar harga yang dikatakan oleh pemilik counter setelah membayar tampak anna keluar dari counter dan masuk ke dalam mobilnya tapi sebelum dia masuk ke dalam mobil tiba-tiba seorang pria membekap mulut anna dengan sapu tangan dan menariknya masuk ke dalam sebuah mobil yang berada tepat di samping mobil anna tampak anna langsung tak sadarkan diri begitu berada di dalam mobil


Sementara itu di markas milik Sofia yang berada di kota D tampak beberapa orang pria baru saja kembali dengan membawa beberapa tas setelah masuk mereka langsung membawa tas itu ke sebuah ruangan "tuan ini adalah barang berharga milik wanita yang bernama Maya." ucap seorang pria yang baru saja masuk dengan membawa beberapa tas di tangannya


Sementara itu di kediaman Ruben tampak dokter baru saja selesai memeriksa keadaan Neni setelah berbicara dengan pelayan yang menjaga Neni dokter tersebut langsung diantar keluar sementara Ruben Tampak santai di ruang kerjanya takut pedulikan apa yang terjadi pada neni seorang pelayan tiba-tiba mengetuk pintu ruang kerja Ruben, setelah diperkirakan masuk oleh Ruben tampak pelayanan tersebut masuk ke dalam dan berdiri tepat di hadapan Ruben "maaf tuan dokter yang memeriksa Nyonya sudah pulang dokter berpesan agar Nyonya jangan terlalu kelelahan dan sebaiknya nyonya dibawa ke rumah sakit jika demamnya belum juga turun setelah meminum obat dan beristirahat beberapa jam." ucap pelayan tersebut


Sementara itu di dalam kamar tampak pelayan berusaha untuk memberikan obat kepada Neni setelah meminum obat nenek kembali ditidurkan diri ranjang, sementara itu di tempat lain tampak seorang pria sedang memantau ruang bawah tanah "ingat sebentar malam saat pergantian penjaga kalian harus menukar tubuh James dengan mayat ini dan usahakan kalian membakar ruang bawah tanah agar mereka tidak menyadari bahwa kita telah menukar James dengan pria yang sudah mati, setelah kalian mendapatkan tubuh James segera bawah dia ke markas dan suruh dokter untuk merawatnya di ruang kesehatan." ucap pria tersebut menyuruh anak buahnya


"Baik tuan kami mengerti." ucap kedua orang yang ditugaskan untuk menukar tubuh James dengan tubuh orang lain yang sudah meninggal, sementara itu Arthur yang baru saja kembali dari perusahaan tampak membawa beberapa makanan ringan sementara Sofia yang menyambut Arthur tampak tersenyum melihat langsung yang sangat suka membawa cemilan akhir-akhir ini, "sayang banyak sekali kau membeli jajanan memangnya kau akan menghabiskan semuanya." tanya Sofia sambil mengikuti langkah Arthur menuju meja makan untuk menyimpan beberapa cemilan yang baru saja dia beli


"Aku juga tidak tahu sayang aku hanya melihat cemilan di jalan kemudian aku ingin membelinya, saat aku melihat cemilan yang ada di toko aku jadi penasaran dan ingin mencicipinya tapi aku menginginkan beberapa cemilan yang berbeda rasanya sehingga aku mengambil banyak sekali cemilan." ucap Arthur


"Oh iya sayang di mana Kevin biasanya dia akan berkeliaran di sekitarmu apalagi ada Malika di sini." ucap Sofia, entah apa yang terjadi padanya semenjak Malika menolaknya dia jadi uring-uringan, tadi saja dia di perusahaan dia hanya menghayal tak mengerjakan apapun Untung saja dia adalah asisten kesayanganku dan juga orang kepercayaanku kalau tidak aku sudah menendangnya dari perusahaan." ucap Arthur


"Astaga kau ini mengapa kau mengatakan hal itu mungkin saja Kevin sedang galau biarkan saja untuk sementara dia seperti itu nanti juga dia akan kembali normal mungkin saja guna-gunanya tidak manjur jadi dia merasa frustasi." ucap Sofia lalu tertawa terbahak-bahak bersama Arthur, sementara itu di tempat lain tanpa Kevin yang sedang merenung di dalam apartemennya "apakah aku harus menuruti kata-kata dukun itu agar aku menaruh air yang di berikan ke dalam Bak mandi yang di gunakan Malika, tapi bagaimana caranya aku masuk ke dalam kamar Malika tanpa diketahui oleh siapapun apalagi di kediaman Arthur banyak CCTV dan pelayan pikir Kevin.


Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya