
Tampak para wanita tersebut masuk saat melihat wajah wanita yang akan mereka dandani tampak mereka terpukau melihat kecantikan wanita tersebut kecantikan yang tak bisa disembunyikan dengan mata biru yang indah mereka bahkan berpikir wanita tersebut tak perlu memakai apapun Karena kecantikannya sangat alami "astaga nona anda begitu cantik aku bahkan iri dengan kecantikan anda." ucap seorang wanita cantik yang sepertinya penata rias
Wanita tersebut tersenyum simpul saja makasih ." ucap wanita tersebut, penata rias mulai mengaplikasikan makeup ke wajah calon pengantin sementara itu pelayan langsung mengambil piring dan gelas yang di gunakan calon pengantin tadi makan, di luar tampak Ratih menunggu reaksi racun tersebut, tak berselang lama tampak bi Ija yang baru saja masuk ke dalam rumah, bi Ija langsung menarik lengan Ratih ke kamar milik mereka, "bagaimana apakah kau sudah memasukan racun ke makanan calon istri Arthur." tanya bi Ija
"Aku sudah melakukannya bibi tadi bahkan aku juga melihat piring dan gelas itu kosong dibawa keluar dari kamar calon istri Aku juga sedang menunggu reaksi racun tersebut tapi tak ada apapun yang terjadi." ucap Ratih bingung, bi Ija menatap ke arah Ratih dengan tatapan yang sulit diartikan apa maksudmu kau sudah melakukannya dan tak ada reaksi apapun itu adalah racun yang kuat tidak memerlukan beberapa menit orang tersebut akan langsung mati." ucap bi Ija
"Benar bibi aku sendiri yang memberikan racun tersebut kepada makanan yang akan dimakan oleh calon istri Tuan Arthur bahkan aku menandai gelas dan piring tersebut saat dibawa masuk ke ruangan tapi sampai saat ini tak ada reaksi apapun tidak mungkin kan para penata rias yang masuk di dalam kamar tersebut tak berteriak jika sampai calon pengantinnya mengalami sesuatu." ucap ucap Ratih
"Apa kau yakin apakah ada sesuatu yang salah apakah mungkin pemilik toko tersebut menipuku tapi itu tidak mungkin aku sudah pernah membeli racun tersebut dan menggunakannya untuk seseorang ." ucap bi Ija
"Apakah dulu bibi menggunakannya untuk membunuh suami bibi pantas saja Paman meninggal dalam keadaan tidak wajar tapi aku benar-benar menaruh racun tersebut memberikan aku racun mungkin saja kantungnya tertukar." ucap Ratih
"Tutup mulutmu kau ini sembarangan saja berbicara kalau ada yang mendengarnya bagaimana apa mungkin aku salah memberikanmu racun aku akan memeriksanya dulu semoga saja masih ada sisa racun yang aku beli." ucap bi Ija
"Bibi bagaimana jika kita melakukan sesuatu kepada pengantin seolah-olah dia mengalami kecelakaan bisa saja kan seorang pengantin tanpa sengaja jatuh dari balkon kamarnya sendiri bibi kan di tugaskan untuk menjaga wanita tersebut pasti baby bisa membuatnya jatuh dari balkon." ucap Ratih
"Aku tak ingin berfoto." ucap wanita tersebut bi Ijah sangat geram dengan wanita yang ada di hadapannya karena tak pernah mengeluarkan perkataan lebih dari beberapa kata bahkan wanita ini terkesan cuek dan dingin dan tak peduli dengan sekitarnya
Sementara itu di kamar bi Ija tampak Ratih yang sedang bersiap-siap untuk mengikuti acara pernikahan menemukan jarum suntik dan dan ada racun tikus yang disimpan oleh bi Ijah tampak Ratih tersenyum penuh arti lalu mencampur racun tikus tersebut dengan air kemudian memasukkannya ke dalam wadah jarum suntik, aku akan melihat melakukannya jika tidak aku akan menyuntikkan racun ini agar pengantin tersebut mati." ucap Ratih lalu berjalan keluar dari kamarnya kemudian mengetuk pintu kamar pengantin tampak di Ijah membuka pintu tersebut dan mempertahankan Ratih masuk Ratih kemudian memperlihatkan jarum suntik tersebut sementara itu wanita yang merupakan calon istri tampak merasakan sesuatu kemudian menatap dua orang wanita yang berjalan ke arahnya tampak menghampiri wanita tersebut aduh nona anda sangat cantik aku sungguh terpesona ucap Ratih sambil tangannya dari belakang berniat menusuk leher mempelai wanita tapi saat akan menusuk tiba-tiba mempelai tanpa sengaja menunduk membuat jarum suntik tersebut mengenai bi Ija tepat di lengannya membuat mereka berdua panik bi Ija bergegas keluar di susul Ratih, sementara calon istri Arthur tampak santai memperbaiki gaunnya, "dasar aneh ada apa dengan orang-orang di sini kenapa juga kedua orang perempuan itu tapi masih tiba-tiba sekarang juga Mereka pergi tiba-tiba apa mereka kurang kerjaan tidak bos gila bawahannya juga gila." ucap wanita tersebut
Sementara itu di kamar di Ijah tampak Ratih sangat panik "apa ini yang kau suntikan padaku." tanya bi Ija, maaf bibi itu racun tikus yang tadi aku temukan dan kemudian aku juga menemukan jarum suntik jadi aku mencampur racun tikus dengan air lalu menaruhnya di dalam jarum suntik Aku ingin menancapkan jarum tersebut ke leher calon istri Arthur dan menyuntiknya tapi saat aku akan melakukannya tiba-tiba dia menuduh sehingga mengenai bibi." ucap Ratih dengan wajah penuh rasa bersalah
" Apa katamu katamu racun tikus apa yang harus kita lakukan cepat bawa aku ke dokter Aku tak ingin mati di sini ucap bi Ija, Ratih langsung memapa bi Ija untuk di bawa ke rumah sakit beberapa pengawal dan pelayan yang melihat dan Ratih yang nampak terburu-buru keluar tampak bingung padahal sebentar lagi pernikahan Arthur akan berlangsung
Di kamar mempelai pria tampak Arthur yang sudah sangat tampan dengan balutan jas dengan Rendra yang selalu menemaninya "apa kau sudah siap sebentar lagi acara pernikahan akan dimulai." ucap Rendra, "entahlah aku sangat gugup sepertinya ada sesuatu beban yang sangat besar di pundakku." ucap Arthur
Sudahlah aku yakin semua pasti akan baik-baik saja sekarang sudah waktunya kau keluar untuk menunggu pengantin wanita tampak Rendra mendorong kursi roda Arthur keluar dari kamar menuju ke tempat acara pernikahan berlangsung sementara itu di tempat acara tampak semua orang sudah berkumpul termasuk saksi dan pak penghulu Arthur yang tiba duluan tampak berada tepat di depan pak penghulu, tak berselang lama tampak calon istri Arthur keluar dari kamar dibantu oleh beberapa orang pelayan wanita tampak wanita tersebut memakai penutup kepala membuat orang-orang tak begitu jelas melihat wajahnya tampak Arthur tersenyum saat melihat wanita tersebut berjalan anggun menuju ke arahnya.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya