My Wife My Hero

My Wife My Hero
114. kontrak perjanjian



Tiba-tiba seorang dokter langsung datang mendekat ke arah Arthur "maaf tuan sepertinya pasien mengalami amnesia sehingga membuatnya tak mengingat apapun tapi kami tak tahu sampai kapan dia akan mengalami amnesia bisa saja tiba-tiba Dia teringat akan masa lalunya." ucap dokter tersebut


Arthur mengingat akan pesan kakeknya untuk segera mencari calon istri dan wanita yang ada di hadapannya adalah wanita yang tepat untuk dijadikan istri selain wanita tersebut ke peringatan dan Arthur memang sudah tertarik pada wanita itu sejak pandangan pertama apalagi melihat mata indahnya membuat Arthur sangat mengagumi kecantikan wanita yang ada di hadapannya, karena Arthur berpikir mungkin saja wanita tersebut adalah takdir yang Tuhan berikan untuknya apalagi dia adalah orang yang menemukan wanita tersebut dia bisa menggunakan alasan telah menyelamatkan hidup wanita tersebut untuk menahannya di pulau dan hidup bersamanya walaupun terlihat egois tapi dia akan memberikan segalanya untuk wanita tersebut walaupun wanita itu tak mengingat apapun jika memang suatu saat nanti wanita tersebut mendapatkan ingatannya kembali Arthur berharap wanita tersebut akan terus mengingatnya


"Kalian semua keluar dari ruangan ini aku harus berbicara dengan calon istri ku." ucap Arthur spontan membuat semua orang menatap bingung kepada Arthur tapi mereka tetap melakukan perintah Arthur


"Apa kau bilang calon istri bukanya kau baru saja menemukan ku di tepi pantai bagaimana bisa aku langsung menjadi calon istrimu apalagi aku tak mengingat apapun dan kau pikir aku akan setuju begitu saja menjadi calon istrimu." ucap Sofia tegas


"Kau memang calon istriku seperti janjimu tadi saat kau tak sadarkan diri di pantai kau sempat siuman dan mengatakan jika aku menyelamatkan mu maka kau akan menjadi istriku." ucap Arthur bohong sementara itu di luar ruangan tampak semua orang berusaha mendengar percakapan antara Arthur dan wanita tersebut


"Itu tidak mungkin bagaimana bisa aku menjanjikan hal seperti itu aku tak percaya." ucap wanita tersebut walaupun ingatannya hilang tapi sepertinya dia masih tetap pada pendiriannya tak ingin menikah , "Aku memiliki saksi yaitu pengawal yang membantu mengangkat dirimu kau bisa bertanya padanya apa ucapakan benar apa tidak tapi kalau memang kau tidak ingin menepati janji yang sudah kau buat kau boleh keluar dari pulau ini aku tak ingin bertemu dengan seseorang yang mengingkari janjinya sendiri hanya untuk menyelamatkan nyawanya dan setelah dia berhasil selamat Dia melupakan janjinya begitu saja." ucap Arthur sok mendramatisir


Wanita tersebut tampak terdiam sesaat berusaha merangsang otanknya tapi saat dia melihat sekelilingnya dia sepertinya sangat akrab dengan semua benda yang ada di ruangan tersebut, "apakah benar aku pernah berjanji padamu baiklah aku mau menikah dengan mu karena aku berhutang nyawa padamu aku akan menebusnya dengan menikah dengan mu tapi aku ingin kau tak boleh menyentuh ku selama kita menikah sampai ingatanku pulih dan aku bersedia untuk bersamamu." ucap wanita tersebut


"Karena aku pria baik, pengertian dan jujur serta penuh sopan santun dan tampan maka aku akan setuju tapi sebelum kau berubah pikiran kau harus menandatangani sesuatu agar semua ini bisa aku dan kau pertanggung jawabkan nanti aku tak ingin saat kau sudah sudah kembali mengingat siapa dirimu kau akan melupakan aku jadi aku ingin kau menandatangani sesuatu sebagai bukti atas apa yang terjadi." ucap Arthur


Wanita tersebut memutar bola matanya malas melihat pria yang sok cakep di depannya"jadi kau ingin aku mendatangkan kontrak pernikahan, baik sini berikan padaku." ucap wanita tersebut


"Baiklah tunggu sebentar." Arthur kemudian mengambil ponselnya lalu menyuruh asistennya untuk datang ke ruang perawatan sepertinya Arthur sudah mengatur semuanya saat tadi dia kembali ke kamarnya


Tampak asisten Arthur datang dengan beberapa berkas di tangannya asisten tersebut menunduk lalu menyerahkan berkas tersebut kepada Arthur lalu keluar dari ruangan tersebut "kau boleh membacanya atau langsung tanda tangan mengunakan jempol juga bisa jangan takut aku tak akan menipumu Aku adalah pria baik aku tahu kau sedang sakit kau pasti tak bisa lama-lama membaca jadi aku sarankan tanda tangani saja." ucap Arthur


"Baiklah aku sudah menyuruh pelayan untuk menyiapkan makanan mereka akan membawanya kemari kau akan beristirahat di sini sampai besok lalu kemudian pindah ke kamar karena lusa kita akan menikah." ucap Arthur


Wanita tersebut yang hendak tidur langsung terbangun tiba-tiba "apa katamu kita akan menikah lusa kenapa bisa secepat itu bukannya aku sudah tanda tangan kontrak aku tak mungkin melarikan diri kenapa tidak 5 bulan lagi atau 1 tahun lagi." ucap wanita tersebut


"Itu sudah menjadi keputusan kita bersama dan tertuang di kontrak yang sudah kau tandatangani jadi maafkan aku kita akan menikah lusa sesuai dengan kesepakatan kita bersama baiklah istirahatlah Aku akan kembali dulu aku akan mengurus identitasmu yang baru oh apa kau memiliki nama yang kau inginkan sebagai nama identitasmu yang baru saat kita menikah." tanya Arthur


"Terserah kau ingin membuat aku memakai nama apa Aku malas berkomentar saat ini terserah apapun yang kau lakukan aku tak peduli." ucap wanita tersebut terlihat kesal lalu menutup kaki sampai kepalanya dengan selimut, baiklah asalkan kau suka saja dengan nama barumu ucap Arthur lalu keluar dari ruangan tersebut tapaka semua orang langsung menyebar begitu mengetahui Arthur akan keluar


"Kalian semua tak boleh ada pria yang masuk ke dalam ruang perawatan selama calon istriku berada di dalam Dan bila kalian melihat calon istriku kalian harus tunduk jangan mencoba menatapnya Aku tak suka ucap Arthur memberi peringatan lalu kembali ke kamar di ikuti asisten dan beberapa pengawal


Sementara itu di kota A di sebuah rumah mewah tampak ramai sepertinya ada seseorang yang telah meninggal dunia, di sebuah ruangan kerja pemilik rumah tampak berkumpul beberapa orang pria dan wanita


"Aku tak pernah tau bahwa kakek memiliki adik dan harta milik kakek harus di bagi dan di berikan pada cucunya bukannya itu hal yang lucu kita selama ini yang membangun perusahaan hingga memiliki beberapa cabang perusahaan harus berbagi dengan orang yang bahkan tidak aku kenal." ucap seorang pria yang merupakan anak pertama dari Kakak nenek Arthur


"Kalian tidak tau karena saat ayah kecil bibi pergi mengikuti suaminya dan menitipkan hartanya untuk membantu perusahan saat itu bibi berdalih menitipkan warisannya tapi sebenarnya membantu kakek kalian yang sedang kekurangan dana di perusahaan." ucap seorang pria paruh baya yang merupakan ayah pria yang protes tadi


"Ayah tak usah membela kakek apapun alasannya aku tak bisa menerima itu semua apalagi semua di bagi dua sama rata bukanya itu sangat konyol kenapa tidak mengembalikan saja warisan yang dia titipkan yang mungkin jumlahnya tak sampai 5% saham perusahaan." ucap seorang wanita.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya