My Wife My Hero

My Wife My Hero
28. perjanjian



Tampak sebuah pesan masuk ke ponsel adik perempuan tuan Ronald membuat adiknya sangat bahagia karena tuan Ronal d memberi pesan agar nanti mereka bersiap-siap dan dijemput langsung oleh beberapa bawahan Tuan Ronald , itu artinya kakaknya tak curiga sama sekali


"Kakakku menyuruh kita untuk bersiap dan beberapa bawahan nya akan menjemput kita untuk terbang ke sana jadi kau jangan khawatir kakakku takkan pernah curiga padaku." ucap adik tuan Ronald


"Iya sayang Kakak kamu itu memang bodoh dia tidak tahu bahwa sebentar lagi dia akan lebih dulu mati dibanding ayahmu." ucap sang suami


Itulah yang aku pikirkan Kenapa bisa Ayah lebih memilihnya daripada dirimu padahal dia tidak tahu mana musuh mana lawan, dan dia tak pernah sedikitpun berani untuk melakukan sesuatu padaku padahal dia tau aku sangat membencinya dan berniat merampas kedudukannya." ucap adik Tuan Ronald


Sementara Sofia dan Mr D yang sudah tiba di bandara tampak langsung masuk ke mobil untuk kembali ke kediaman keluarga stuart


Sofia yang langsung masuk berlari untuk mencari ayahnya ke ruang kerjanya tampak pintu ruang kerja terbuka tampak stuart sedang duduk di kursi kebesaranya menunggu Sofia, begitu melihat ayahnya sofia langsung memeluk ayahnya sambil memberikan sesuatu padanya "Ayah aku berhasil." ucap Sofia bangga


Sementara kikan yang berada di ruang keluarga tadi saat melihat kedatangan Sofia tampak menggeleng kepala karena dia tahu anak itu setelah pergi kemanapun pasti pulangnya dia akan langsung mencari sang ayah tidak pernah sekalipun dia mencari dirinya, "dasar anak ayah." ucap Kikan


Sementara itu di ruang kerja Tuan tampak tua tersenyum sambil memeluk Putri kesayangannya, "Selamat sayang kau telah lulus ujian pertama dan sudah mendapatkan giok hitam ini." ucap Stuart


Sementara di rumah sakit tampak Dinda sedang duduk di kursi miliknya sambil menghayalkan pria yang sudah menolongnya kemarin saat Dia hampir jatuh "kenapa ya dia semakin tampan saja setelah dewasa." ucap Dinda


Sementara itu di kediaman Bima tampak Bima mondar-mandir di depan kamar milik Anisa membuat Nadia sangat kesal, "Ada apa sih mondar mandi di depan kamar Anisa Sudah mereka pasti akan keluar jika sudah bangun lagi pula itu kedap suara untuk apa juga Ayah berada di depan pintu." ucap Nadia


Bima yang mendapat teguran istrinya akhirnya berjalan menuju ruang kerja miliknya, tempat ponsel Bima berdering tampak salah seorang bawahannya menghubunginya tentang Lita yang sudah mereka jemput dan sudah berada di salah satu markas


Sementara itu di sebuah markas tampak Lita kebingungan karena bukannya di bawah di sebuah rumah tapi dia dibawa di sebuah tempat yang seperti gudang tua Tapi saat masuk ke dalam Lita cukup terkejut karena bangunan itu cukup terawat "Baiklah nona Lita silahkan ada duduk tuan kami mungkin sebentar lagi akan datang." ucap salah seorang pengawal


Sementara di dalam kamar tampak pasangan pengantin baru sudah selesai melakukan aktivitasnya tampak Anisa langsung menutup tubuhnya dengan selimut dia tak menyangka bisa termakan oleh rayuan Steven membuatnya sungguh sangat malu Sepertinya dia tak bisa lagi keluar dari selimut sebelum pergi dari kamar tersebut sementara Steven melihat hal tersebut langsung tersenyum dia yakin istrinya Pasti sangat malu karena ikut menikmati Apa yang dia lakukan "Sayang ayo kita mandi bersama tapi Anisa tak menjawab apapun Sudahlah untuk apa kau malu aku kan juga sudah merasakannya ini yang kedua kalinya Ternyata enak ya saat kita melakukannya Di saat sudah sah menjadi suami istri." ucap Steven


Steven berusaha menarik selimut yang digunakan oleh Anisa tapi Anisa dengan kekeh tetap membungkus dirinya dengan selimut padahal dia sudah berjanji tak akan pernah tidur dengan Steven sampai Steven membuktikan bahwa dia memang pria yang tepat untuknya tapi apa mau dikata jika sudah terlanjur terjadi


Sementara di perusahaan tampak Abraham yang sedang berada di ruangannya sedang senyum-senyum tidak jelas dengan luka lebam di wajahnya karena Bima memukulnya cukup keras apalagi Bima tak mau menegurnya membuat Abraham harus tinggal di kediaman Stuart untuk beberapa hari " semakin dewasa dia semakin cantik saja." ucap Abraham


Sementara itu Carla yang sudah berpikir beberapa hari ini tentang apa yang harus dia lakukan Dia berminta berniat meminta maaf pada Steven tentang apa yang sudah terjadi dan ingin memperbaiki hubungannya dengan Steven dia yakin pasti akan memaafkannya


Sementara Bima setelah mendapat telepon dari bawahannya langsung bergegas keluar dari kediamannya membuat Nadia sedikit bingung karena tadi Bima tampak tak sabaran menunggu Anisa bangun


Tampak Bima yang sudah berada di markas di mana Lita berada Bima masuk tampak semua orang memberi hormat Lita langsung ke ruangan di mana Lita berada berita tampak melihat Bima yang tampan walaupun usianya sudah tidak muda lagi, "Apa kau yang bernama Lita." tanya Bima


"Benar tuan saya adalah Lita." ucap Lita dengan senyuman yang merekah indah di bibirnya, "apa kau mengenal Steven huges." tanya Bima


"Aku tidak terlalu mengenalnya aku baru bertemu dengannya di sebuah hotel." ucap Lita, " terus mengapa kau berusaha menjebaknya dengan mencampurkan obat perangsang ke minumannya Apa kau tahu akibat perbuatanmu." tanya Bima


lita terdiam sejenak melihat pria yang ada di hadapannya setelah melihat dengan jelas pria di hadapannya mirip dengan gadis yang duduk di sebelah Steven, "Tapi siapa Anda yang mengetahui apa yang aku lakukan terhadap Steven." tanya Lita


Pertanyaan Lita membuat Bima sedikit kesal "apa kau tahu gara-gara perbuatanmu putriku menjadi korbannya." ucap Bima, Lita sangat terkejut mendengar perkataan Bima, " maaf tuan aku benar-benar tak ada niat untuk mengorbankan Putri anda aku hanya berniat untuk melakukan hal tersebut kepada Steven Tapi entah mengapa Putri Anda juga bisa menjadi korbannya." ucap Lita jujur


"Baiklah aku akan memaafkanmu tapi dengan syarat kau harus membantuku untuk menggoda Steven dan mendapatkan bukti jika memang Steven termakan oleh bujuk rayumu." ucap Bima


Lita menatap Bima dengan tatapan yang sulit diartikan karena dia tidak mengerti apa maksud pria yang ada di hadapannya, "tapi tuan aku tak mengetahui tentang keberadaan Steven dan juga aku tak punya apapun untuk melakukan hal tersebut." ucap Lita


"Kau tenang saja aku akan memberikan informasi yang ku butuhkan semua akomodasi yang kau butuhkan akan aku siapkan dan aku aka membayar atas apa yang kau lakukan." ucap Bima.


Mata Lita berbinar mendengarkan perkataan Bima itu perkara mudah baginya untuk meraih seseorang apalagi Bima sudah menyiapkan segala-galanya dia tinggal melakukannya "Baiklah Tuan aku bersedia melakukannya." ucap Lita


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya