
Tampak si tato menghembuskan nafasnya kasar setelah wanita tersebut duduk tepat di hadapannya "maafkan Aku Eli sebaiknya kau jangan lagi datang mencariku atau mengharapkanku karena aku telah menikah dan memiliki seorang istri jadi aku harap kau berhenti terus terobsesi padaku carilah pria yang lebih baik dariku di luar sana apalagi kau seorang wanita cantik yang sangat kaya raya pasti banyak pria yang akan bersedia menikah denganmu." ucap si tato terus terang
Eli nampak tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan si tato yang dianggap hanya sebuah lelucon kau "tidak usah berbohong atau membuat lelucon mana mungkin kau menikah, sudahlah percuma membohongiku aku takkan percaya bahwa kau telah menikah sebelum kau memperlihatkan buktinya kepadaku ucapan Eli
Si tato bangkit dan duduk tepat di sebelah di samping Lisa kenalkan dia adalah istriku Lisa kami baru saja menikah kalau kau tak percaya silakan bertanya pada ibuku." ucap si tato to the point dia malas menggubris Eli dan salah satu penyebab dia ingin mndiri agar dapat menghindari eli apalagi selama ini si tato sudah menolak Eli beberapa kali tapi eli tak bergeming dan selalu berusaha untuk dekat dengannya
Eli yang tadinya hanya fokus ke arah si tato tampak langsung beralih melihat Lisa yang di apit oleh si tato dan nyonya snip, tanpa Eli fokus melihat ke arah Lisa wanita yang tak kalah cantik darinya memiliki tubuh seksi dan wajah yang sangat manis apalagi hidungnya mancung dengan bibir tipis seksi serta kulit yang sangat putih
"Tante apa benar yang di katakan gilbran bahwa dia telah menikah, Tante tak mungkin tak mengundang keluarga kami di pernikahan Gilbran apakah mungkin mereka hanya menikah kontrak atau gilbran terpaksa menikah dengan wanita ini karena telah di jebak olehnya ." ucap Eli,raut wajah Lisa mulai berubah mendengar setiap tuduhan yang di ucapkan Eli
"Eli sebaiknya kau pulang berhenti mengatakan hal yang tidak-tidak tentang Lisa gilbran telah menikah dengan Lisa dan pernikahan itu atas dasar cinta jadi sebaiknya kau pulang santai tak ingin ada masalah apalagi saat ini Tante ingin beristirahat." ucap nyonya snip
Tampak Eli langsung mengambil tasnya lalu keluar dari kediaman nyonya snip dengan rasa kecewa, marah dan kesedihan dia tak menyangka akan mendapatkan kabar yang paling buruk dalam hidupnya setelah sekian, nampak Eli langsung masuk ke dalam mobil lalu sang sopir tampak terkejut saat Eli membanting pintu dan masuk dengan airmata yang berderai, "ke rumah." ucap singkat Eli, nampak mobil tersebut melaju keluar dari halam rumah milik nyonya snip
Sementara di kediaman nyonya snip tampak Lisa ingin menyampaikan sesuatu kepada nyonya snip yang akan bangkit untuk beristirahat "ibu panggil Lisa, nyonya snip yang hendak berjalan Langsung menghentikan langkahnya lalu menoleh melihat Lisa, "ada apa nak apakah kau menginginkan sesuatu atau ada yang membuatmu kurang nyaman." tanya nyonya snip
"Ibu bolehkah aku besok malam ikut bergabung dalam penyerangan yang di lakukan oleh nona Sofia aku mohon ibu aku sudah berlatih untuk besok apalagi ini pertama kalinya aku turun lapangan aku akan menjaga diriku dengan baik lagipula aku bersama saudara ku, aku berjanji setelah semua ini aku akan menjadi menantu ibu yang paling baik." ucap Lisa dengan wajah imutnya berusaha merayu mertuanya
Tampak nyonya snip tertawa dalam hati melihat menantunya yang sepertinya sangat baik dan sangat setia kawan, sementara si tato tampak tersenyum sinis karena merasa ibunya tak akan mengabulkan keinginan Lisa , " baiklah asalkan kau bisa menjaga diri dan bawalah beberapa pengawal bersamamu dan jangan lupa ke kamar ibu, karena ibu sudah menyiapkan sesuatu untuk kau pakai." ucap nyonya snip
"Tutup mulutmu dan kau ikuti istrimu di manapun di pergi kau akan menjadi perisai untuk istrimu jika ada yang menyerangnya dari belakang atau ada pukul yang mendekat padanya kau yang harus melemparkan dirimu , ayo Lisa ikut ke kamar ibu akan memberikan mu sesuatu." ucap nyonya snip lalu berjalan di ikuti Lisa, tampak si tato juga berdiri mengikuti ke dua wanita tersebut
Tampak Lisa membalikan kepalanya lalu tersenyum mengejek pada si tato, kini mereka sudah berada di dalam kamar tampak nyonya snip membuka sebuah lemari tua dan mengeluarkan sebuah pakaian yang seperti karet tapi sepertinya baju tersebut memiliki kualitas yang baik , "sayang ini adalah baju anti peluru yang di ciptakan oleh nenek buyut ku, semua jenis senjata apapun dan baju ini sangat ringan dan hanya ada lima buah di dunia pakailah ini saat kau bergabung besok dalam penyerangan." ucap nyonya snip
Si tato terbelalak melihat baju tersebut lalu menatap ke arah ibunya baju tersebut sangat berharga, itu adalah warisan keluarga bahkan ibunya tak pernah mengeluarkan baju tersebut hampir dua puluh tahun , terus aku mana ibu." tanya si tato, nyonya snip melihat ke arah putranya lalu mengambil rompi anti peluru yang tergantung di dekat pintu ini pakailah rompi anti peluru bekas ayahmu." ucap nyonya snip
Si tato mantap sinis ke arah ibunya dia berada menjadi anak tiri di sini sementara Lisa di beri baju dengan kualitas kelas satu semester dirinya hanya di beri barang kualitas palsu negri Konoha, dasar pilih kasih aku tak mau lagi berbicara dengan ibu." ucap si tato ngambek lalu keluar dari kamar ibunya, terserah kau saja ibu mau beristirahat, sayang pergilah beristirahat kamar si tato ada di sebelah kamar ibu." ucap nyonya snip, Lisa mengangguk lalu keluar menuju kamar si tato tampak Lisa membuka pintu dan langsung masuk ke dalam kamar, melihat si tato yang sedang ngambek membuat Lisa ingin tertawa
"Sebaiknya kau jangan bersikap seperti itu atau aku tak akan mau satu kamar denganmu." ucap lisa mendengar hal tersebut si tato yang sedang bersembunyi di balik selimut langsung bangkit dari ranjang , baiklah nyonya apapun untuk mu." ucap si tato
Sementara Eli yang sudah pulang langsung masuk ke dalam kamarnya dan merusak semua barang yang ada di kamarnya tampak kedua orang tua Elis sedikit terkejut kedua orang tua Eli langsung bergegas menghampiri kamar Eli sayang ada apa, "sayang buka pintumu kita bisa membicarakan hal ini ayo sayang buka pintumu ayah dan ibu akan membantu apapun yang kau inginkan tapi tolong jangan melakukan hal-hal yang bodoh karena Eli memiliki jiwa yang sedikit labil." ucap kedua orang tua Eli karena takut anaknya akan bunuh diri
Tampak Eli membuka pintu kedua orang tuanya langsung masuk betapa terkejutnya Mereka melihat semua sudah hancur berserakan tampak Eli sedang duduk di ranjang dengan wajah sembab, "ada apa sayang coba ceritakan pada ayah dan ibu." tanya orang tua Eli, Gibran sudah menikah ibu aku tak punya harapan apapun lagi apalagi sepertinya Gilbert dan sangat mencintai istrinya dia terang-terangan menolakku di hadapan istrinya ibunya dan beberapa orang pelayar Aku sangat malu ibu aku hanya menginginkan Gibran aku tak menginginkan apapun berikan Gibran padaku ibu." ucap Eli.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya