
"Benarkah paman aku yakin pasti Sofia anak yang sangat lucu dan menggemaskan saat dia kecil dia pasti sangat lemah lembut dan baik suka menolong orang dan juga sangat ceria dan aktif." ucap Arthur
"Kau benar dia sangat aktif dan juga suka menolong baiklah sebaiknya kita bergegas untuk pergi aku yakin semua orang sudah berkumpul, oh aku ingin berpesan padamu sebaiknya kau mendekati ibu mertuamu dia adalah pelindung terbaik untukmu dari tuan Stuart dan Sofia." ucap Mr D, ya D benar kau harus bisa mengambil hati ibu mertuamu karena dia adalah wanita pemegang kekuasaan tertinggi di keluarga tersebut." ucap profesor Abdullah, sementara Arthur hanya menggaruk kepalanya tidak mengerti dan mengangguk, ketiganya tampak bangkit lalu keluar kemudian masuk ke dalam mobil yang telah disediakan oleh sopir beberapa pengawal tampak memberi hormat pintu gerbang pun sudah dibuka kediaman tersebut
Sementara itu di kediaman Tuan Leo tampak Tuan Leo memanggil Sofia dan ibunya ke ruang keluarga agar mereka bisa berkumpul, "Kikan Ayah memanggilmu ingin mengatakan bahwa aku dan ayahmu sepakat kita akan membicarakan persoalan ini secara bersama-sama mungkin sebentar lagi ayahmu akan kemari dan Sofia aku harap kau bisa menerima semua keputusan yang dibuat oleh kami karena kami selalu memutuskan semua persoalan seadil-adilnya aku tau kau sangat sedih atas apa yang terjadi tapi ketahuilah semua yang ayah mu lakukan karena dia menyayangi mu." ucap tuan Leo, keduanya tampak mengangguk setuju dengan perkataan Tuan Leo
"Baiklah kalau memang kalian setuju dengan apa yang aku katakan kita akan menanti Stuart yang sebentar lagi Dia mungkin akan datang begitupun dengan ayahmu." ucap tuan Leo, tak berselang lama tampak mobil milik Stuart memasuki kediaman Tuan Leo tampak para pengawal langsung memberi hormat Tuhan nampak turun dari mobilnya lalu masuk ke dalam rumah
Sementara itu mobil yang di tumpangi oleh profesor Abdullah Mr D dan Arthur sudah melaju menuju ke kediaman tuan Leo, di perjalanan ada orang beberapa orang terus mengawasi mobil tersebut "bukankah ini waktunya kita menyerang mereka." ucap pria tersebut, "jangan ini bukan waktu yang tepat apalagi Mr D ada di dalam mobil itu apalagi dari tadi aku perhatikan ada beberapa orang yang mengikuti mobil tersebut jika sampai semua terbongkar maka penghianat yang kita kirim ke dalam Markas Stuart akan terbongkar."ucap pria tersebut
"Terus kapan waktunya yang tepat bukannya kita harus melukai mertuanya dan menimpakan semua kesalahan kepadanya apalagi profesor Abdullah sangat jarang pergi dari kediamannya selama 1 tahun ini dia hanya keluar beberapa kali dari kediamannya." ucap pria tersebut
"Kau jangan berbuat gegabah dan ingin melakukan sesuai dengan apa yang kau inginkan kau tidak tahu bagaimana kekuatan Stuart dan bawahannya mereka bisa muncul kapan saja dan di mana saja kau berada itulah mengapa Tuan sangat berhati-hati saat menyusun rencana untuk mengawasinya apa kau tahu Tuan melakukan semua ini hingga bisa memasukkan seseorang ke dalam markas tersebut setelah beberapa tahun lamanya Apa kau tahu orang itu bahkan diterima setelah 5 tahun mengabdi hanya sebagai penjaga sebuah pulau yang tak berpenghuni dan saat dia masuk ke markas hanya dijadikan sebagai penjaga pintu dia tidak tahu apa yang terjadi di dalam dia bahkan tidak tahu siapa wakil ketua mafia yang saat ini baru diangkat." ucap pria tersebut, mendengar perkataan tersebut pria yang tadi hendak menyerang mobil tersebut langsung terdiam
Sementara mister di sepanjang perjalanan tampak was-was dan mengawasi setiap gerak-gerik yang ada di sepanjang jalan kadang kedua alisnya berkerut kemudian wajahnya kembali normal seperti ada sesuatu yang dia lihat dalam perjalanan
"Stuart Jangan berbicara sembarangan dia bukannya mengkhianatimu dia hanya ingin agar semua masalahnya bisa teratasi dengan baik jika dia mengkhianatimu pasti dia sudah menyarankan Sofia untuk pergi dengan Arthur ke tempat di mana kau tak bisa menemukan mereka kau jangan seperti itu biar bagaimanapun D adalah bagian dari keluarga kita kau ini selalu saja berbicara dan berpikir sembarangan jangan bertindak gegabah." ucap profesor Abdullah, membuat Stuart seketika menutup mulutnya mendengar ucapan sang mertua
Tampak Mr D merespon perkataan Tuhan dia langsung duduk dan menarik Arthur duduk di sampingnya Sofia melihat Arthur dalam keadaan baik-baik saja merasa sangat lega tanpa keduanya saling mencuri-curi pandang membuat Stuart kesal "Sofia kemari kau duduk di samping ayah." ucap Stuart, mau tidak mau Sofia bangkit lalu berjalan ke dekat sang ayah lalu duduk di kursi sofa di mana ayahnya berada tampak kuat langsung menghalangi tubuh Sofia dengan tubuhnya membuat Arthur tak berani menatap ke arah Sofia, kikan memutar bola mata malas melihat kelakuan sama suaminya sementara yang lain hanya bisa menghabiskan nafasnya kasar
"Baiklah kita berkumpul di tempat ini untuk menyelesaikan semua persoalan yang terjadi yang bisa merambat ke mana-mana jadi aku harap semuanya bisa tenang dan jangan selalu berbuat seenaknya terutama kau Stuart, aku menyuruh satu persatu dari kalian bicara apakah ada yang sesuatu yang ingin kalian sampaikan sebelum kita mulai." ucap tuan Leo
"Aku ingin berbicara sebelum semua ini dimulai." ucap Sofia, "aku juga ingin berbicara sesuatu sebelum hal ini dimulai." ucap Kikan, "baiklah silahkan kalian sudah mengatakan apa yang ingin kalian katakan." ucap tuan Leo, tampak semua orang menunggu apa yang akan dikatakan oleh Sofia dan Kikan tanpa keduanya bersiap-siap untuk mengatakan apa yang ingin mereka ucapkan
"Aku hamil." ucap keduanya membuat semua orang langsung bingung dengan jawaban dua wanita beda usia itu.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya