
Walaupun Sheila terkesan dan semakin melihat Doni dengan perkaranya yang sedingin es "apa tadi kau baru saja mengatakan bahwa semua terserah pada ku kau tak berniat menjelaskan dengan cara merayuku seperti para pria yang merayu kekasihnya saat marah." tanya Sheila dengan polosnya
Doni yang polos dan tak bisa berkata-kata manis tampak terdiam mendengar perkataan Sheila dia bingung bagaimana bersikap romantis seperti pria lain karena dia belum pernah merayu wanita bahkan dia jarang berinteraksi dengan seorang wanita Dion jadi bingung sendiri
"Maaf aku bukan pria romantis seperti pria yang lain tapi aku pria serius dan setia aku tak akan pernah menyakiti orang yang aku sukai." ucap Doni
Sheila langsung memeluk Doni, membuat Doni sangat terkejut karena Sheila tiba-tiba memeluknya padahal dia hanya mengikuti ucapan Steven saat dulu merayu seorang wanita yang sempat dia dengar "astaga kau pria yang sangat romantis dan aku percaya padamu, ayo kita kembali ke dalam." ucap Sheila langsung menarik Doni masuk ke dalam rumah
Kini mereka semua sudah kembali ke ruang tengah mengobrol seperti biasanya sementara Steven tampak sedang berada di dalam kamar setelah mempertemukan si timun dan goa love hingga Anisa tertidur karena kelelahan, Steven tampak ikut terlelap mungkin dia juga lelah
Sementara itu di sebuah pulau dan jauh di sana tampak Arthur yang sedang duduk di kursi kebesarannya sambil terus menatap cincin pemberian Sofia, "aku harap kau baik-baik saja dan kita bisa secepatnya bertemu aku akan membuatmu bangga aku akan menjadi seseorang yang mampu membuatmu hidup nyaman disisiku." ucap Arthur
Tampak pelayan yang biasa membersihkan kamar Arthur terlihat panik karena semua foto pernikahan Arthur serta foto milik Sofia yang selama ini terpajang di kamar milik Arthur hilang entah ke mana dan hal tersebut tak disadari oleh Arthur sementara pelayan tersebut langsung berlari menuju ke ruangan kerja Arthur untuk memberitahu kan pada tuanya pasalnya tuanya sudah memperingatkan dirinya tentang foto yang tak boleh di sentuh tampak Arthur mendengar ketukan dari luar hari ruang kerjanya Arthur tampak sedikit bingung karena dia tak memiliki tamu lagi pula Rendra baru saja keluar untuk beristirahat, tampak Arthur mempersilahkan pelayan tersebut masuk, melihat pelayan yang biasa membersihkan kamarnya selama ini membuat Arthur sedikit bingung
"Maaf tuan aku kemari karena aku ingin bertanya sesuatu apakah tuan memindahkan foto pernikahan tuan dan beberapa foto nyonya ." tanya pelayan tersebut dengan gugup
Arthur Menatap bingung kearah pelayan tersebut apalagi bertanya tentang foto pernikahannya yang selalu terpajang sempurna di meja dekat ranjang miliknya dan beberapa foto Sofia yang sempat di abadikannya saat amnesia
"Aku tak mengerti apa maksudmu memindahkan foto kau kan tau untuk membersikan foto itu aku lakukan sendiri dan tak memperbolehkan siapa pun menyentuh foto tersebut jangan katakan kau sudah melakukan sesuatu ada foto pernikahan ku." tanya Arthur pada pelayan yang tampak takut saat melihat raut wajah Arthur
"Maaf tuan tapi saat aku masuk ke kamar tuan seperti biasanya untuk membersihkan kamar tersebut semua foto nyonya sudah tak ada di tempatnya seperti semula jadi aku bertanya pada tuan ." ucap pelayan tersebut , mendengar perkataan pelayan tersebut Arthur langsung bangkit dan berlari ke kamar miliknya tampak Arthur tak menyadari bahwa dia baru saja menguapkan bahwa dia telah kembali sehat tampak para pelayan dan pengawal sangat terkejut saat melihat Arthur berlari keluar dari ruang kerjanya seolah-olah Arthur tak pernah lumpuh sama sekali sementara Rendra yang hendak beristirahat tampak terkejut saat beberapa pengawal mengetuk kamar miliknya
Mata Rendra terbelalak langsung berlari untuk mencari Arthur sementara Arthur yang baru saja tiba di kamarnya tampak memeriksa setiap sudut ruangan untuk mencari foto pernikahannya dan foto istrinya tapi semua nihil Arthur yang mengingat ponselnya yang memiliki semua foto istrinya tampak berlari kembali ke ruangan kerjanya untuk mengambil ponsel miliknya tampak Rendra yang melihat Arthur yang melintas di hadapannya dengan berlari langsung berbinar dan berlari mengejar Arthur yang berlari ke ruang kerja miliknya
Tampak Arthur langsung mengambil ponselnya untuk memeriksa foto milik istrinya tapi saat membuka galeri dan mencari foto istrinya Arthur tak dapat menemukan foto tersebut, membuat Arthur langsung terduduk lesu "apa yang sebenarnya terjadi bagaimana bisa semua foto yang aku simpan semuanya hilang tanpa bekas." ucap Arthur
Rendra langsung masuk ke ruangan Arthur melihat Arthur yang duduk di kursi dengan pandangan kosong membuat Rendra mendekati Arthur tuan apa tuan baik-baik saja aku baru melihat keajaiban tuan berlari dari kamar ke ruang kerja tuan sudah sembuh ini sebuah keajaiban." ucap Rendra kegirangan tapi tak ada reaksi apapun dari Arthur seolah-olah dia tak mendengar apa yang di katakan oleh Rendra
Melihat Arthur tanpa reaksi membuat Rendra kebingungan "tuan sadarlah apa yang terjadi kumohon tuan jangan membuat aku takut." ucap Rendra sambil berusaha menyadarkan Arthur yang tampak sangat shock
"Semuanya hilang tak ada apapun yang tersisa dia sudah mengambil semua yang bisa membuat ku dapat mengobati rinduku dengan melihat wajahnya walaupun hanya dalam foto, selembar pun tak dia sisahkan untuk aku lihat saat rindu padanya ." ucap Arthur
"Tuan Ku mohon Sadarlah aku tak mengerti apa maksud dari ucap tuan apa yang hilang foto siapa." ucap Rendra
Arthur mengalihkan pandangannya dari tatapan kosong ke arah Rendra tak ada yang tersisa istriku mengambil semuanya bahkan fotonya pun tak dia simpan untuk dapat kulihat dia sangat kejam, apa dia tidak mengerti foto miliknya adalah obat saat aku merindukannya aku bahkan tidak mengerti kenapa dia harus melakukan itu." ucap Arthur sambil menatap lesu pada Rendra yang saat ini ikut duduk di hadapan Arthur
"Tenanglah Tuan itu hanya sebuah foto yang penting di hati tuan tergambar jelas wajah nyonya aku yakin semua itu pasti ada tujuannya seperti yang di katakan oleh nyonya dia akan kembali setelah menyelesaikan sesuatu jadi aku mohon Tuan jangan seperti ini tuan jangan jadikan kepergian nyonya sebagai penghambat tapi jadikan kepergian nyonya sebagai motivasi agar Tuan bisa sukses dan jika Tuan berhasil dengan mudah Tuan akan bisa mencari keberadaan nyonya, apalagi saat ini kaki Tuan sudah sembuh itu berarti kita bisa pergi dari pulau ini untuk kembali menjalankan perusahaan yang sudah Tuan tinggalkan beberapa bulan ini." ucap Rendra.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya