My Wife My Hero

My Wife My Hero
349.lemari besi



Tampak kakek Sofia masuk ke sebuah gudang di mana semua barang-barang peninggalan di masa lalu ada di ruangan tersebut dan disusun secara rapi seperti kebiasaannya dulu tak pernah membuang barang-barang apapun tapi selalu menyimpannya di sebuah gudang besar tampak profesor Abdullah melangkah menuju sebuah berkas yang berada di belakang pojok sebuah lemari besi di dalam ruangan tersebut tampak profesor Abdullah membuka dengan kunci yang tergantung di dinding tepat di samping lemari besi tersebut begitu pintu lemari terbuka debu langsung menyapa profesor Abdullah, tampak profesor Abdullah mengeluarkan sebuah dus yang cukup besar dari lemari besi tersebut kemudian membawanya keluar dari ruangan itu setelah mengunci lemari dan mematikan lampu serta menutup pintu gudang ini profesor Abdullah sudah berada di dalam ruang kerjanya bersama dus dengan yang masih tersegel


Sementara itu di kota D tampak pria yang memakai penutup wajah sedang berbicara dengan seseorang " ada apam" tanya pria yang memakai penutup wajah "maaf tuan kemarin saat anda menyuruhku untuk mengecek lab milik Edi aku melihat sebuah pesawat yang mendarat di pulau di mana lab Edi berada dan beberapa orang sepertinya keluar dari pesawat tersebut lalu mereka berusaha untuk membuka pintu lab milik Edi." ucap pria tersebut


"Sebuah pesawat Apa kau yakin Apa kau tahu pesawat siapa yang mendarat di pulau tersebut dan siapa orang-orang yang menerobos masuk ke lab milik Edi." tanya pria yang memakai penutup wajah, "aku tidak yakin Tuan karena aku hanya menggunakan kapal kecil dan aku melihat dari teropong yang lumayan jauh sehingga aku tidak tahu dengan jelas siapa orang-orang tersebut." ucap pria tersebut


"Baiklah lagi pula mereka pasti tak akan bisa mendapatkan apapun di lab tersebut karena memang tak ada yang kita tinggalkan setelah apa yang kita lakukan." ucap pria bertopeng, Tuan bukannya Tuan Edi memiliki Ayah angkat tapi dia tak pernah mengatakan siapa ayah angkatnya satuan bertemu dengannya dan bekerja sama dengannya hampir 10 tahun tak ada yang mengetahui hal tersebut dan dia juga tak menceritakan pada siapapun mengenai kerjasama tuan dengan dirinya Hanya Tuan Edi yang selalu datang ke kota D ini hingga setahun yang lalu tuang merayu Tuan Edi agar menutup labnya untuk siapapun dan fokus dekatnya sama di lab tersebut dengan anda." ucap pria tersebut


"Sejak aku mengenal Edi 11 tahun yang lalu di sebuah pertemuan ilmuwan di kota D kami tak pernah bicarakan tentang hal pribadi kami hanya membicarakan tentang penemuan-penemuan dan berbagai macam jenis serum yang bisa kami buat mengenai Ayah angkat Edi yang aku tahu dia juga seorang ilmuwan tapi identitas pastinya aku juga tidak tahu, aku hanya sering melihat dia menghubungi seorang wanita yang dia katakan adalah adik angkatnya mereka berdua kadang tertawa bersama dan berbicara dengan riang." ucap pria yang mengunakan penutup wajah


"Apa mungkin pesawat yang aku lihat di Pulau itu adalah milik dari Ayah angkat Edi yang memeriksa keberadaan Edi dan putranya." tanya pria tersebut, "jika yang kau katakan benar sebaiknya kau memantau situasi di sana aku harap mereka tidak menemukan apapun tentang apa yang terjadi setahun yang lalu." ucap pria yang memakai penutup wajah


"Baiklah Tuan aku dan bawahanku akan memantau keadaan di sana jika memang ada sesuatu aku akan menggambarkannya pada anda." ucap pria tersebut Lalu menuduh hormat kemudian keluar dari ruangan tersebut, sebentar itu sepeninggalan pria tersebut tampak pria memakai penutup wajah memikirkan sesuatu, "aku yakin mereka takkan bisa menemukan apapun apalagi bukti kejadian yang terjadi setahun lalu itu aku sudah mempersiapkan segalanya dengan matang tak ada yang tersisa di sana kalau kamar anak itu hanya jajaran darah yang tertinggal aku yakin mereka pasti tak akan mengira bahwa noda itu adalah noda darah apa lagi ini sudah setahun berlalu pasti ada itu sudah tertutup debu." ucap pria yang memakai penutup wajah


Sementara itu di hotel tempat mereka berada tampak Malik yang sedang bersantai menikmati anggur sambil melihat pemandangan kota sebuah pesan masuk dari Ruben "sayang istriku sudah meninggalkan kediamanku dan besok aku akan menyuruh pengacara untuk mengurus perceraian aku dengannya bagaimana denganmu apa kau baik-baik saja bagaimana urusan perceraian mu apakah kau ingin dengan caraku saja yang mengurusnya." pesan Ruben


Tampak Malik tersenyum "kali ini Ruben benar-benar sudah masuk perangkapnya terima kasih sayang tapi pengacaraku sudah mengurus segala-galanya dan besok dia akan bertemu Arthur dan membahas persoalan ini apalagi bukti perselingkuhan Arthur sudah ada di pengacaraku sehingga dengan mudah aku dan Arthur akan bercerai." ucap Malik sambil memegang surat akta cerai yang dia buat dengan tanggal sebulan yang akan datang agar meyakinkan Ruben


"Benarkah itu berarti akta cerai mu akan segera keluar dengan begitu kita bisa segera menikah dan mengadakan pesta besar-besaran kau jangan khawatir sayang untuk pernikahanku kali ini denganmu aku akan menyewa sebuah gedung yang paling mahal di kota ini untuk merayakan penyatuan kita berdua." ucap Ruben, "benarkah sayang aku memang menginginkan pernikahan seperti itu karena saat aku menikah dengan Arthur kami melakukannya secara rahasia karena saat itu kakakku pernikahan kami karena kakakku merasa atur bukan pria baik dia hanya memanfaatkan diriku saja sehingga aku menikah secara diam-diam dengan Arthur dan hal tersebut membuat kakakku sangat marah padaku untuk saja kakakku mau memaafkanku setelah beberapa hari aku menikah ya dengan caraku mengatakan bahwa urusan perceraian ku dapat segelas terselesaikan apalagi aku memiliki rekaman saat Arthur di hotel bersama wanita tersebut dan pesan wanita itu terhadapku yang mengatakan bahwa dia saat ini sedang berada di hotel bersama Arthur." ucap Malik "pantas saja aku memang sempat mendengar bahwa Arthur menikah dengan seorang wanita secara diam-diam ternyata itu yang terjadi." ucap Ruben


Sementara itu Neni yang baru saja tiba di kediamannya langsung memeluk kedua orang tuanya dengan hari akhirnya dia bisa hidup dengan damai tapi saat ini dia juga memikirkan tentang kakaknya James tapi pertama-tama dia harus menyelamatkan dirinya sendiri dari monster yang bernama Ruben Untung saja dia tidak mati di kediaman Ruben setelah semua penyiksaan yang dia laluinya walaupun bekas yang ada di tubuhnya dan hatinya tidak akan hilang tapi setidaknya dia bisa pulang dengan selamat.


Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya