
Melihat perawat tersebut tampak Tuan Roland dan Mr D semakin panik tapi mereka berusaha tenang tenang dengan tetap duduk menunggu di depan ruang operasi
Sementara di dalam ruang operasi selfie yang masih berjuang untuk menyelamatkan nyawa Ayah Tuan Rolan perawat dan dokter tampak kelelahan tapi mereka berusaha kuat Setelah beberapa jam langsung menghembuskan nafasnya lega saat sesuatu yang dia cari sudah diangkat begitupun para dokter setelah Sofi mengeluarkan daging yang seperti lemak terkumpul, Sofia langsung menjahit bekas pisau operasi, setelah menjahitnya Sofia langsung duduk sejenak karena dia sedikit lelah sementara para dokter yang lain langsung melakukan tindakan seperlunya
Sofia keluar dari ruang operasi membuat Tuan Roland dan Mr. D bernafas lega, "Bagaimana Apakah operasi ayahku berhasil." tanya Tuan Roland saat melihat Sofia yang baru saja keluar dari ruang operasi, "operasinya berhasil Tuan Roland tapi kita menunggu lagi hasilnya untuk malam ini kita harus menjaga kondisi ayah anda agar tetap stabil dan kembali sadar." ucap Sofia
Tuan Roland langsung memeluk Mr D lalu melihat ke arah Sofia lagi "terima kasih nak sudah menyelamatkan ayahku aku sangat berhutang Budi padamu." ucap tuan Roland
Sofia tersenyum "Baiklah tuan Roland aku harus kembali ke kamarku untuk beristirahat sejenak ucap Sofia lalu berjalan kembali ke kamarnya mengingat hampir 5 jam dia berada di ruang operasi
Sementara itu di sebuah rumah mewah tanpa pasangan ini istri sedang berdebat "jadi apa yang harus kita lakukan saat ini apalagi dokter Efendi tak ada kabar itu berati dokter Efendi sudah tak berguna lagi." ucap wanita tersebut
"Aku juga tidak tahu apa yang harus kita lakukan aku belum menemukan ide yang baik apalagi Tidak sembarangan orang bisa masuk ke pulau di mana kakakmu berada." ucap pria tersebut
"Apakah aku yang harus ke sana dan langsung membunuhnya saja atau meracuninya." ucap wanita tersebut
Benar sekali kenapa kau tidak langsung saja melakukannya sendiri daripada kita harus mengirim orang-orang yang sama sekali tidak berguna." ucap pria tersebut
"Ya kau benar sayang itu hal yang tepat yang akan aku lakukan besok atau lusa aku akan menghubungi Roland dan meminta izin untuk menjenguk ayah." ucap wanita tersebut
"Kau benar sayang kau pura-pura saja berdamai dengan Roland dan ayahmu setelah kau mendapatkan kesempatan yang baik habis saja mereka berdua." ucap pria tersebut
Sementara di kediaman stuart setelah kesepakatan antara Bima dan stuart akhirnya terjadi pernikahan antara Anisa dan Steven dengan berbagai drama yang dibuat oleh Bima tapi untung saja semua bisa terkendali dengan baik walaupun pada awalnya Bima ragu tapi akhirnya dia luluh juga menikahkan Anisa dan Steven
Tampak penghulu sudah berada di rumah keluarga stuart, masih didandani oleh ikan dan Nadia sedangkan Steven sedang dibantu berpakaian oleh Samuel sementara Dinda yang mengetahui hal tersebut berusaha untuk menghubungi Sofia tapi ponsel Sofia tidak aktif "entah apa yang akan dilakukan Sofia jika mengetahui bahwa Anisa dan Steven sudah menikah." ucap Dinda
Tampak pernikahan akan segera dimulai Steven sudah duduk di depan Pak penghulu
Sementara Anisa sudah selesai bersiap dan akan segera keluar dari kamar tampak Bima masuk ke dalam kamar di mana Anisa berada Bima yang sudah masuk ke dalam tampak melihat putrinya yang sangat cantik hari itu dana dia langsung keluar dari kamar meninggalkan Bima dan Anisa
"Ayah maafkan Aku." ucap Anisa untuk sekian kalinya, "udahlah sayang berhenti meminta maaf pada Ayah, Ayah sudah bilang itu bukan kesalahan dan ini mungkin takdir yang harus Ayah terima Ayah harap kau bisa hidup bahagia Ayah sangat menyayangimu Apa kau tahu saat kau lahir ayah begitu gembira hingga ayah melompat-lompat bahkan Ayah memeluk dokter sampai dokter tersebut pingsan Ayah sangat bahagia melihat kau lahir." ucap Bima dengan mata memerah
"Ayo sayang kita keluar orang-orang sudah menunggu kita." ucap kikan, tampak Anisah berdiri diapit oleh Kikan dan Nadia menuju ke ruangan akad nikah semua orang kagum melihat kecantikan Anisa yang telah dipoles sedang Steven tak melihat istrinya tapi hanya tertunduk karena Bima terus menatapnya tajam, Anisa langsung duduk di samping Steven tepat di hadapan ayahnya barulah Bima mengarahkan pandangannya ke Anisa
"Baiklah kedua pengantin sudah berada di sini Apakah ada yang tidak setuju atas pernikahan ini kalau tidak ada maka kita akan melakukan pernikahan antara saudari Steven huges dengan Anisa Putri Bima." ucap pak penghulu
Baiklah siapa yang akan menjadi walinya tanya dan saksinya, "saya ayah kandung dari mempelai perempuan dan kedua kaki mereka adalah saksinya." ucap Bima
"Baiklah mari kita mulai ijab Kabul." ucap pak penghulu, acara ijab kabul pun dimulai tak berperang lama terdengar
Sah......
Sah.....
Sah....
Membuat semua orang merasa lega atas pernikahan Steven dan Anisa tampak beberapa orang mengucap syukur, aktifkan langsung menyodorkan tangannya ke arah Annisa sesuai arahan sang Pak penghulu tampak Anisa menyambut tangan Steven lalu menciumnya kemudian Steven berniat mencium jidat Anisa Tapi saat Anisa mengangkat wajahnya tampak Steven terpanah dibuatnya karena istrinya sangat cantik membuat mata Steven berbinar Steven dengan tersenyum langsung mencium Anisa tanpa mau melepasnya membuat Bima sedikit kesal "hai sudah lepaskan." ucap Bima membuat Steven langsung melepaskan Anisa
Setelah acara pernikahan berlangsung dengan sukses tampak semua orang menuju meja makan untuk makan bersama tak terkecuali Pak penghulu, tampak Anisa masih tak ingin menatap Steven walaupun dia duduk tepat di sebelah Steven
Kikan nampak mengambilkan makanan untuk sang suami kemudian melihat ke arah menantunya "Anisa sayang apakah kau ingin makan sesuatu." tanya kikan
Anisa langsung menatap ke arah Kikan "Aku ingin tentang nasi dan telur ibu." ucap Anisa
"Baiklah sayang." ucap kikan lalu mengambilkan makanan untuk menantunya, event yang melihat ibunya perhatian pada Anisa membuatnya tersenyum "Ibu aku juga ingin makan." ucap Steven berharap ibunya akan mengambilkan makanan untuknya
Kikan menatap stven dengan tatapan yang sulit diartikan "Apakah anak kecil apa kau tak punya tangan ambil sendiri makanan kau sudah besar." ucap Kikan membuat semua orang tertawa terbahak-bahak
Steven monyongkan bibirnya "Ibu ini ada menantunya langsung membuat aku menjadi anak tiri." ucap stven.
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya