
"Kau benar sayang bagaimana ya caranya agar kita bisa menyelesaikan masalah ini karena masalah ini tidak bisa kita biarkan hanya kikan dan stuart saja yang menyelesaikannya kita harus ikut turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini karena masalah ini sudah berlarut-larut dan bahkan sudah membuat kikan pergi dari kediaman dan jika Kikan pergi dari kediamannya ini pasti masalah yang tidak sederhana tapi tumben Kikan sangat melankolis akhir-akhir ini ." ucap nenek Sofia
"Kau benar sayang bagaimana kalau kita sebagai orang tua mendiskusikan hal ini secara kekeluargaan kita akan mengundang Abdullah dan menyuruhnya membawa Arthur kemari tentu saja dengan pengawalan yang Ketat aku yakin para bawahan Tuan sudah mengelilingi kediaman Abdullah jika sampai mereka keluar dari rumah tersebut mereka akan menjadi santap santapan bawahan Stuart jika ada profesor Abdullah setidaknya Stuart dan bawahannya Akan berpikir ulang menyerang mereka, lalu kita memanggil Stuart, Kikan dan Sofia kita berkumpul dalam satu ruangan dan membicarakan hal tersebut kita akan mendengarkan apa keinginan setiap orang setelah kita mendengarkan semuanya maka kita bisa memutuskan mana yang terbaik agar masalah ini tidak berlarut-larut jika sampai kikan pergi membawa Sofia dan Arthur, Stuart pasti tak akan bisa menahan mereka." ucap tuan Leo
"Itu ide yang sangat bagus sayang dengan begitu kita bisa mendengarkan pembelaan diri mereka masing-masing dan mendengarkan apa yang mereka inginkan jika semua orang bisa saling mendengar pendapat mereka dan berbicara pasti kita bisa mendapatkan solusinya." ucap nenek Sofia, setelah berdiskusi berdua akhirnya kedua orang tua paruh baya tersebut masuk ke dalam kamar tampak Tuan Leo langsung mengambil ponselnya hendak menghubungi sang besan
Sementara itu di kamar kikan tampak senyum-senyum karena sudah mendapatkan ide untuk meluluhkan hati Stuart, sementara itu di kamar tuan Leo tampak Tuan Leo sedang berbicara di telepon dengan seseorang setelah berbicara beberapa menit Tuan Leo langsung menyimpan ponselnya Dan tersenyum sumringah "ada apa bagaimana apa yang dikatakan oleh Abdullah." tanya sang istri
"Abdullah sangat setuju dengan ide kita karena dia juga melihat pria yang dinikahi Sofia adalah pria yang baik dan sangat mencintai Sofia walaupun sudah diperlakukan seperti itu oleh Stuart dia masih merasa bahwa dialah yang bersalah sehingga kuat bebas melakukan hal tersebut kepadanya." ucap tuan Leo
benarkah aku sangat ingin bertemu dengannya pasti dia pria yang tampan dan sangat baik itulah mengapa Sofia bisa jatuh cinta padanya kau tahu kan Sofia sangat keras kepala dan juga tak bisa diberitahu jika seseorang mampu membuatnya jatuh cinta berarti pria itu bukan pria sembarangan kapan kita akan melakukan pertemuan itu lebih baik secepat mungkin agar masalah ini tidak berlarut-larut." ucap nenek Sofia
Kata Abdullah sebaiknya minggu depan saja setelah Arthur benar-benar pulih secara fisik dan mental karena profesor Abdullah masih Arthur masih harus dirawat beberapa hari lagi setelah itu dia sendiri yang akan membawanya kemari bersama Mr D." ucap tuan Leo
Sementara itu Neni yang berada di kediaman Ruben tampak sangat menderita Neni bahkan tak pernah keluar dari kamarnya hanya pelayan yang sering membawakan makanan dan minuman selebihnya dia berada di dalam kamar saja bagaimana tidak tubuhnya memar dan sakit akibat kebiadaban Ruben, walaupun dia masih bisa menggunakan handphonenya untuk menghubungi orang tuanya tapi dia tidak berani menceritakan apa yang terjadi pada dirinya sementara itu kedua orang tua Neni tampak bingung karena biasanya ini adalah pribadi yang ceria dan ceplas-ceplos tapi setelah pernikahannya dengan Ruben dia tampak menyembunyikan semuanya bahkan jika menelepon dia hanya ingin berbicara dan mendengar suara kedua orang tuanya lalu kemudian mengakhir panggilan tersebut
Kini Ruben yang sudah duduk di kursi kebesarannya dengan senyuman "akhirnya aku dapat menduduki kursi ini tapi ke mana si Arthur itu bukannya dia pergi berobat ke luar negeri apakah dia sudah mati di sana tapi itu bagus dengan begitu tapi tunggu dulu bagaimana dengan sahamnya tapi aku dengar dia memiliki seorang istri tapi aku juga tidak tahu dia masih hidup atau mati." ucap Ruben
Tampak ketukan pintu membuat Robin tersadar tanpa Kevin masuk ke dalam ruangan maaf tuan rapat bulanan perusahaan akan segera dimulai anda sudah ditunggu." ucap Kevin, Ruben tersenyum melihat ke arah Kevin kau lihat akhirnya aku yang menjadi CEO baru di perusahaan ini dan kau menjadi asistenku di mana bosmu Apa kau yakin dia belum mati agar pengacara bisa membaca surat wasiatnya." ucap Ruben lalu berjalan keluar dari ruangan, dalam hati Ruben aku aku masih menjadi asisten karena mengingat Tuhan Arthur Kalau tidak aku sudah lama pergi dari sini kau tunggu saja begitu dia kembali dan masalahnya dengan istrinya selesai kau akan tahu akibatnya." ucap Kevin dalam hati
Di kediaman Tuan Leo tepatnya di ruang kerjanya tampak Tuan Leo mengambil ponsel yang lalu menghubungi Stuart yang sudah beberapa minggu ini seperti orang gila dia selalu uring-uringan karena Kikan tak ingin bertemu dengannya walaupun setiap pagi siang dan malam dia selalu datang ke rumah orang tuanya untuk makan bersama tapi begitu mengetahui Stuart ada di situ kikan langsung menghindar, sementara Stuart yang berada di ruang kerjanya sedang bermalas-malasan karena memikirkan istrinya melihat panggilan telepon tersebut dari sang ayah Stuart langsung mengangkatnya "halo ayah ada apa." tanya Stuart
"Datanglah ke kediamanku secepatnya karena Kikan, Sofia dan mertuamu ingin bertemu denganmu ingat jangan melakukan apapun jika kau tak ingin menyesal kehilangan istrimu kali ini mertuamu benar-benar kesal melihat kelakuanmu dia menghubungiku dan berkata ingin bertemu denganmu serta semua yang terlibat dalam masalah ini." ucap Tuan Leo menakut-nakuti Stuart padahal itu hanya kata-kata dari dirinya Tuan Abdullah tidak pernah berkata seperti itu, Stuart yang mendengar hal tersebut sontak menelan silvernya dengan kasar dia tak menyangka bahwa mertuanya akan mengambil tindakan seperti itu padahal selama ini mertuanya diam saja baiklah Ayah aku akan segera kekediaman mu secepat mungkin." ucap Stuart.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya