My Wife My Hero

My Wife My Hero
118. tertangkap



Setelah berbicara seperti itu atur langsung menyuruh sampai masuk keluar dari kamar miliknya tapi sebelum tahun pengasuh keluar tiba-tiba Arthur berbicara Aku harap sekarang bibi bisa fokus pada calon istriku ucap Arthur kembali mengingatkan tentang pengasuh tersebut hanya mengangguk terlihat jelas raut wajah ketidakpuasan di hatinya, sang pengasuh langsung keluar dari ruangan dan langsung kembali ke kamarnya tampak sang keponakan yang baru saja selesai mandi "sepertinya kita sudah terlambat Tuhan atur sudah memilih wanita yang akan menjadi pendampingnya dan dia sudah tidak ingin dirawat olehku Dia menyuruh Aku Dan dirimu untuk mengurus pengantinnya." ucap pengasuh Arthur


"Bagaimana bisa bibi, kan bukannya bibi sendiri yang mengatakan bahwa tak ada wanita yang cocok dengan Arthur di Pulau ini dan aku kemarin bukan untuk menjadi pelayan atau mengasuh aku kemari karena bibi mengatakan kemungkinan besar aku bisa menjadi calon pengantin Tuan Arthur." ucap sang keponakan sambil memakai pakaian miliknya


"Inilah yang aku tidak mengerti tiba-tiba wanita itu muncul entah dari mana apalagi pernikahannya lusa dan pasti akan sangat berhati-hati untuk menjaga wanita tersebut sampai Dia menyuruh aku yang akan menjaganya." ucap pengasuh Arthur


"Aku tidak mau tahu bibi aku tidak ingin menjadi pelayan aku ingin menjadi nyonya di rumah ini sesuai dengan janji bibi saat menyuruh untuk datang bekerja di sini ucap sang keponakan,"kau tenang saja aku yakin kita masih bisa menyabotase pernikahan ini agar kau bisa menggantikan pengantin wanita dan menikah Tuan Arthur aku yakin wanita yang akan dinikahi Arthur adalah wanita yang mungkin saja hanyut dari kapal atau Dia seorang penjahat yang melarikan diri tapi terjatuh di laut." ucap pengasuh tersebut


Sementara di tempat lain tampak kakek Arthur yang menerima telepon dari seseorang setelah berbicara beberapa menit mereka pun sama-sama mematikan sambungan telepon tersebut, "maaf aku harus mengangkat telepon karena itu dari keponakan almarhum istriku dia berniat mengirimkan dokter terbaik yang dia kenal untuk cucuku Arthur, akupun menyetujui saranya karena sepertinya mereka berniat baik." ucap kakek Arthur


"Itu tidak masalah lagi pula aku mengerti keadaanmu jadi mereka akan mengirimkan seorang dokter andai saja kau lebih cepat menghubungi ku aku Pasti akan menyuruh cucuku Sofia agar menolong cucu mu." ucap pria tersebut yang merupakan tuan Leo ayah dari Stuart kakek Sofia , "ya aku ingat kau sempat bercerita dulu bahwa kau mempunyai cucu perempuan yang cantik dan memiliki keahlian dalam ilmu pengobatan serta Dia seorang spesialis bedah tapi saat itu aku sungguh tak mengingat apapun yang aku pikirkan hanya keadaan cucuku aku sempat menghubungimu dan bertanya tapi kau bilang cucu mu sedang keluar daerah untuk melakukan sesuatu dan lokasinya di daerah tak memiliki sinyal membuatku tak meneruskan niatku untuk meminta bantuanmu." ucap kakek Arthur


Tampak ayah Leo mengembuskan napas kasar "baiklah jika memang dokter yang mereka kirimkan tak berhasil aku harap kau segera menghubungi ku baiklah aku harus pergi aku Suh berjanji pada istriku untuk membelikannya kue yang dia sukai." ucap Kakek Sofia, "baiklah terimakasih aku tau kau adalah pria yang sangat sibuk walaupun sudah pensiun aku harap kita bisa bertemu lagi." ucap kakek Arthur lalu keduanya bangkit bersama dan keluar dari restoran tersebut


"Yah mereka berdua lah dalangnya satunya adalah bosnya satunya adalah tangan kanannya yang merangkap sebagai asistennya aku berhasil melacak mereka berdua Dan apa kau tahu aku sungguh tak habis pikir penjahat murahan seperti mereka bisa membuat kita lengah tapi tenang saja aku tak melakukan apapun kepada mereka berdua Aku ingin kau melihat bentuk mereka sebenarnya seperti apa setelah itu biar aku yang menanganinya secara langsung kau hanya perlu duduk tenang saja menunggu kabar dariku, karena kau harus ingat menantu mu sedang hamil dan kau tak boleh menyakiti siapapun itu sudah janjimu." ucap Mr D dengan tatapan yang mengerikan seolah-olah ke dua orang di hadapannya adalah mangsa


"Sepertinya kau sangat bersemangat untuk melakukan hal-hal gila kepada kedua orang ini sayang sekali menantuku sedang hamil jika seandainya tidak aku juga ingin bermain-main pada kedua orang tua ini apalagi sampai saat ini putriku belum ditemukan di mana keberadaannya sedangkan istriku tampak sedih." ucap Stuart


Tampak Daren sudah mulai siuman tampak Daren berusaha melepaskan ikatan tantangannya "ada apa ini siapa yang melakukan ini lepaskan aku ucap Daren membuat sang tangan kanan berteriak seperti Daren, seorang bawahan Mr B D langsung membuka penutup mata Daren, "halo Aaron atau Daren oh atau aku lupa siapa namamu dulu kau terlalu banyak mengganti identitas dan wajahmu membuat aku bingung sendiri memanggil dirimu." ucap Stuart


Tampak mata Daren terbelalak melihat yang tepat berada di hadapannya seorang pria yang mempunyai kharisma luar biasa dengan senyuman tegas, tapi dia berpura-pura biasa saja "ada apa ini Tuan Stuart mengapa anda menangkapku bukannya selama ini kita tak pernah ada masalah apapun, Aku tidak pernah bertemu Tuan." ucap Daren masih pura-pura bodoh


"Wah wah wah sekian tahun ternyata kau telah mendalami aktingmu dengan sangat bagus Aku bahkan tak bisa melacakmu karena kau sering merubah wajahmu dan mengganti namamu membuatku menjadi seorang profesional dalam berdusta, aku tak menyangka kau anak yang tak bisa aku temukan itu kau bertahan hidup hanya untuk membalas dendam padaku kau sungguh sangat naif dan bodoh apa kau tidak tahu bahwa orang tua yang kau lihat terbunuh di hadapanmu bukanlah orang tua kandungmu melainkan suami istri yang telah menculikmu dari kedua orang tuamu dan kau Dengan bodohnya ingin membalas dendam untuk mereka sedangkan orang tuamu sampai saat ini masih mencarimu aku pikir karena kau masih kecil kau akan melupakan semuanya dan mulai menjalani kehidupan yang lebih baik melupakan semua dendam tapi ternyata kau mempunyai ambisi luar biasa kau bahkan tak mencari tahu dulu tentang apa sebenarnya yang terjadi dan siapa dirimu sebenarnya padahal jika kau mau mencari identitas dirimu kau bisa langsung ke kantor polisi untuk melihat dan memeriksa beberapa laporan anak hilang tapi sekarang kau sudah terlambat untuk berubah kau telah melakukan satu kesalahan yang terbesar dalam hidupmu jadi nikmatilah hukuman yang aku berikan padamu melalui tangan Mr D." ucap Stuart lalu keluar begitu saja dari ruangan tanpa mempedulikan raut wajah dari yang terlihat sangat syok mendengar perkataan Stuart.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya