
Samuel menatap ke arah Sofia dengan pandangan lucu adik bungsunya ini jelas tak akan mempercayai hal tersebut Bagaimana tidak jika Steven dan Anisa bertemu pasti mereka akan saling menjatuhkan dan bertengkar karena Anisa sangat tidak menyukai Kakak Steven, tampak Dinda masuk "Ada apa dengan kakak sofia Kenapa kakak tertawa seperti itu kakak tahu suara kakak sampai terdengar di teras depan." ucap Dinda
"Dinda kau tahu ada hal yang sangat lucu yang baru saja aku dengar dari kata Samuel masa dia mengatakan bahwa kakak Steven dan Anisa telah menikah Bukankah itu lelucon yang terlalu lucu." ucap Sofia
Dinda menatap ke arah Sofia dengan tatapan yang sulit diartikan "memangnya hal itu lucu Bukankah memang dan Anisa sudah menikah." ucap Dinda, sontak saja Sofia yang tadinya sedang makan langsung terbatuk-batuk Samuel hebat mungkin meraih gelas untuk memberikan minuman kepada adiknya Sofia langsung meminum sampai tandas air di gelas tersebut
"Apa katamu jadi Steven dan Anisa menikah kapan itu terjadi dan bagaimana bisa terjadi tunggu dulu tunggu dulu Apakah ada sesuatu yang aku lewatkan sehingga aku tak mengetahui bahwa mereka memiliki hubungan khusus selama ini." ucap Sofia
Samuel tertawa geli melihat ekspresi adiknya yang sangat bingung, "sudahlah kau tidak perlu bertanya kenapa mereka menikah yang jelas saat ini Anisa adalah Kakak iparmu." ucap Samuel lalu bangkit dari kursi berjalan menuju ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya sementara Dinda tampak sudah duduk cantik di samping Sofia sambil mengambil makanan untuk makan padahal beberapa jam yang lalu dia baru saja makan
"Dinda coba katakan apa sebenarnya yang terjadi kenapa bisa kasih Steven menikah dengan Anisa." tanya Sofia tapi saat dia berbalik ke arah dinda tampak mulut Dinda sedang full dengan makanan, "Astaga kau ini aku bingung kau kadang makan bukan tiga kali sehari tapi 4 sampai 5 kali sehari tapi aku bingung kenapa tubuhmu tak pernah gendut padahal makan mu sangat banyak." ucap Sofia
"Tunggu aku selesai makan dan kita akan membicarakan hal ini di kamarmu sambil kita makan cemilan dan minum coklat hangat." ucap Dinda dengan mulut yang penuh dengan makanan
"Astaga Dinda kau masih mau makan cemilan dan minum susu coklat hangat yang telah aku tak bisa berkata-kata lagi." ucap Sofia
Sementara itu kedua pasangan suami istri durhaka yang sudah menyelesaikan makannya langsung bersiap-siap untuk keluar menuju ke tempat jet pribadi berada, Sayang kenapa Sunyi sekali ya Di mana para penjaga itu seharusnya kan mereka membawakan barang-barang kita apa mereka mungkin beristirahat di jet seharusnya mereka itu siap 1x24 jam sebaiknya kita langsung ke sana nanti kita akan menyuruhnya mengambil barang-barang kita." ucap adik Tuan Ronald lalu berjalan diikuti oleh sang suami
Saat berjalan menuju jet yang tadi terparkir sempurna di sebuah landasan mereka tampak kebingungan karena tak melihat jet Tersebut bahkan mereka berdua langsung mempercepat langkah kaki mereka menuju landasan tersebut "di mana jet itu bukannya tadi terparkir di sini." ucap adik tuan Roland
"Kau benar di mana jet itu dan para pengawal juga tidak ada apakah mereka sedang mencoba jet tersebut." ucap sang suami
"Mungkin saja Sayang tidak mungkin kakakku yang bodoh itu meninggalkan aku di pulau bersamamu seperti ini dia tak akan bisa." ucap adik tuan Ronald, kedua orang tersebut akhirnya menunggu tapi setelah lewat beberapa jam keduanya tampak saling menatap
"Bagaimana aku bisa menghubungi kakakku Di sini ternyata tak ada sinyal Apa yang harus kita lakukan." ucap adik tuan Ronald
"Astaga Apa yang harus kita lakukan tapi Kakak mu pasti sadar bahwa kita belum juga tiba di sana dan dia akan mencari kita atau mengirimkan bantuan kemari entah ke mana para pengawal itu membawa jet itu." ucap sang suami
"Apa jangan-jangan mereka penculik yang sudah menculik kita berdua dan ingin meminta tembusan kepada kakakku." ucap adik tuan Ronald
"Bagaimana bisa seluruh pengawal itu aku mengenalnya mereka adalah orang kepercayaan Kakak mu Ronald." ucap sang suami, tiba-tiba mata adik tuan Ronald tertuju pada sebuah surat di atas meja kecil di dalam kamar kemudian dia mengambilnya ternyata surat tersebut dari tuan Ronald untuknya, saat membaca surat itu tanpa jelas raut wajah kemarahan dan dendam di wajah adiknya dia meremas surat tersebut Lalu melemparnya "dasar Kakak brengsek aku akan membunuhnya begitu aku keluar dari pulau ini." ucap adik Tuan Ronald membuat sang suami langsung mengalihkan pandangannya dari luar ke arah istrinya
"Ada apa kenapa kau sangat marah apa tadi Yang kau baca." tanya sang suami, "kita ternyata ditinggalkan di pulau ini atas suruhan kakakku dia memang sangat brengsek seharusnya aku sejak awal sudah membunuhnya sayang sekali aku tak punya kesempatan itu tapi jika kita keluar dari pulau ini aku akan langsung membunuhnya dan menusuk yang tepat digantungnya." ucap adik tuan Ronald mereka tidak menyadari bahwa Tuan Ronald memasang CCTV di tempat tersebut sehingga dia bisa mendengar semua percakapan yang mereka lakukan
Sementara Tuan Ronald d yang berada di dangdut sedang duduk sambil melihat CCTV tampak menggeleng kepala melihat Bagaimana sikap adiknya ternyata selama ini adiknya memang ingin membunuhnya untung saja dia mengikuti instingnya dan mendengarkan perkataan Mr D jika tidak mungkin saja saat ini dia sudah tak ada lagi
"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang kita harus cepat keluar dari pulau ini aku tak ingin menua di sini." ucap sang suami
"Apa ada sesuatu yang bisa kita gunakan untuk pergi dari sini atau kita harus menunggu kapal yang lewat agar bisa menumpang." ucap adik tuan Ronald
"Apa kau tahu ini pulau apa ini pulau yang sangat terpencil dan kapal yang lewat di sini sangat jarang hampir tidak pernah ada adapun kapal yang lewat adalah kapal nelayan kecil itu pun mereka takkan mungkin melihat kita apalagi mereka tak mau mendekati pulau ini karena ini adalah pulau pribadi." ucap sang suami
"Apa yang harus kita lakukan tidak mungkin kita berdiam diri dan berada di pulau ini sampai kita mati Ayo sekarang kita keluar untuk mencari cara agar bisa keluar dari pulau ini." ucap sang istri.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya