
"Aku tidak apa-apa ibu aku baik-baik saja ini juga semua salahku jadi ibu tak perlu menyalahkan siapapun atas apa yang terjadi padaku aku akan mempertanggungjawabkan apa yang Sudah aku lakukan." ucap si tato
"Putraku sayang sangat lembut kau seperti ayahmu tak bisa melukai orang lain tapi orang lain selalu ingin melukaimu aku bingung bedebah mana yang sudah melakukan ini padamu padahal kau anak yang sangat baik tak pernah merugikan orang dan kau adalah putraku yang tak pernah membuat aku susah hanya sekali saat kau ingin hidup mandiri tapi apa yang terjadi lihatlah kau sekarang kau terluka sangat parah aku yakin pasti kau sangat kesakitan tapi kau adalah anak yang kuat sehingga kau bertahan seperti ini ayo katakan pada ibu siapa yang sudah melakukan ini padamu." ucap nyonya snip
Malik sebagai pria sejati tampak maju untuk mengatakan kepada nyonya snip bahwa dialah pelakunya tapi Lisa langsung maju ke hadapan nyonya Snip tanpa Malik sadari, karena dia tak ingin kakaknya mendapatkan masalah "maaf nyonya Aku adalah orang yang melakukannya." ucap Lisa dengan wajah tertunduk tak ingin melihat si tato tapi Malik segera maju ke samping adiknya "sebenarnya bukan adikku." ucap Malik
Sedangkan si tato nampak terus memandang ke arah Lisa tanpa berkedip seolah-olah dia ingin bangkit dan memohon maaf kepada Lisa tapi tubuhnya terasa sangat sakit apalagi tadi dori dan si codet sempat menjatuhkannya ke lantai membuat punggungnya terasa sakit, "tidak ibu mereka berdua tidak bersalah apapun bukan mereka yang melakukannya ini semua adalah kesalahanku aku mohon ibu sudahi masalah ini jangan mencari tahu tentang siapa yang memukulku tapi aku hanya ingin bertanggung jawab akan sesuatu yang telah aku lakukan kepada Lisa." ucap si tato
Mendengar perkataan putranya nampak nyonya snip langsung melihat ke arah putranya dengan bingung "memang kesalahan apa yang sudah kau lakukan pada wanita yang bernama Lisa sampai kau dihukum seperti ini, karena kau adalah anak baik tak pernah melukai siapapun ."tanya nyonya snip
"Aku telah mengambil sesuatu yang berharga darinya ibu sesuatu yang sangat penting untuknya." ucap si tato , seberharga apa barang itu sampai kau harus di pukul seperti ini kau kan bisa mengganti atau mengembalikan barang itu jika memang kau tak sengaja mengambilnya." ucap nyonya snip
"Ibu bisakah ibu mendekat aku ingin membisikkan barang yang aku ambil." ucap si tato saat melihat semua orang berada di tempat tersebut yang sedang menatapnya, nyonya snip tampak mendekat ke arah si tato, tampak mata nyonya snip terbelalak setelah mendengar perkataan si tato "apa jadi kau sudah tidak perjaka lagi selamat putraku baiklah ibu cukup prihatin atas hilangnya keperjakaan mu walaupun tak tampak tapi kau juga telah membuat seorang wanita kehilangan keperawanannya dan itu akan berbekas seumur hidupnya jadi kau harus bertanggung jawab dengan menikahinya hari ini juga wanita mana yang sudah tidur Dengan mu." tanya nyonya snip tanpa filter
Semua orang nampak menahan tawanya hanya Lisa saja yang tak bergeming dia sangat terkejut, sementara si tato sangat malu karena perkataan ibunya, karena tak ada yang maju atau bergeming nyonya snip lantas bangkit dan melihat satu persatu wanita yang ada di ruangan tersebut dan matanya langsung mengarah ke arah Lisa membuat Lisa semakin menunduk, kemudian melihat kearah Malik dan terakhir melihat ke arah Sofia
"Nona Sofia bisakah aku berbicara dengan wanita yang bernama Lisa." tanya nyonya snip , Sofia tampak melihat Lisa setelah mendapatkan persetujuan Lisa Sofia tersenyum baik nyonya snip seperti ada ruangan yang tepat untuk kalian berbicara Malik bawa nyonya snip dan Lisa ke ruangan khusus." ucap Sofia Malik mengangguk lalu merangkul Lisa berjalan keluar dari ruangan tersebut di ikuti nyonya Snip dan Bebe bawahannya
Setelah kepergian ketiga orang tersebut tampak semua menghembuskan nafasnya "astaga tato kau ini membuat kami khawatir saja tapi kau harus menghawatirkan asisten mu sepertinya dia sudah di bawa untuk di bunuh." ucap dori
Sementara itu di sebuah pabrik besar di sebuah bangunan tua di Belakang pabrik tampak beberapa orang pria menyeret seorang pria yang pasrah akan apa yang akan mereka lakukan padanya tampak pria tersebut sudah di ikat di tiang dan sepertinya pria tersebut akan segera di eksekusi oleh seorang pria yang memegang senjata
"Apa kau memiliki permintaan terakhir atau ada pesan yang ingin kau sampaikan." tanya salah seorang pria bertubuh besar dan tinggi , Aku ingin aku hanya ingin menyampaikan rasa maaf kepada Tuan muda karena aku tak ada di sampinya saat dia membutuhkan pertolongan dan semoga nyonya dapat memaafkan kesalahan ku." ucap pria tersebut
"Baiklah aku sudah merekamnya aku akan memberikan rekaman tersebut kepada nyonya sekarang terimalah hukuman." ucap pria tersebut tapi saat setelah pria tersebut mengatakan semua itu tiba-tiba ponselnya berdering lihat panggilan dari sang tuan muda tersebut langsung mengangkatnya terdengar teriakan sangat keras dari ponsel membuat pria tersebut menjauhkan ponsel dari telinganya sementara sang penembak sudah bersiap ingin melepaskan tembakan pria tersebut langsung mengangkat tangannya memberi kode kepada si penembak untuk menyimpan senjatanya
Asisten tato yang diikat di tiang tampak menutup mata menunggu tembakan dari sang eksekutor tapi setelah beberapa menit tidak ada bunyi atau apapun "apakah aku langsung mati tanpa mendengar suara tembakan tapi itu tidak mungkin terkecuali aku mati duluan sebelum ditembak" ucap asisten si tato
"Hei apa yang kau lakukan buka matamu untuk biarkan Dia bebas." ucap pria tersebut, setelah penutup matanya dibuka sang asisten langsung melihat dengan seksama "benarkah aku dibebaskan jadi tuan muda sudah sadar." ucap asisten si tato lalu melangkah pergi dari gudang tersebut berjalan keluar dari tempat yang menurutnya sangat mengerikan
Sementara itu di sebuah ruangan di klub malam tampak dan Sofia duduk saling berdampingan "apakah namamu Lisa dan sejak kapan kau mengenal putraku." tanya nyonya snip
"Namaku lisana, aku mengenal chitato dua minggu yang lalu saat nona Sofia memberikan aku dan saudara-saudaraku tugas untuk melatih bawahan si tato." ucap Lisa .
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya apa