
Tampak Damar mengambil pulpen dan kertas tersebut Lalu menulis sebuah surat untuk Sheila "Ibu tolong kirim surat ini untuk Sheila." ucap Damar, ibu damar langsung mengambil surat tersebut Lalu dimasukkan ke dalam tasnya
Sementara itu Sheila yang langsung kembali ke rumahnya karena merasa sedih, masuk ke dalam kamarnya Yuli yang melihat putrinya seperti itu hanya menautkan alisnya bingung tapi dia tak terlalu memikirkannya karena Sheila memang sering melakukan hal tersebut jika bertengkar dengan Damar
"Ada apa lagi kali ini aku bingung sedikit-sedikit bertengkar sedikit-sedikit baikan gak bosan juga mereka." ucap Yuli sambil melanjutkan nontonnya
Sementara Anisa yang sudah berada di ruangannya tampak mengetuk pintu ruangan Steven begitu Anisa masuk tampak melihat Steven sedang bekerja "kakak tidak pergi untuk makan siang di luar." tanya Anisa karena berpikir Steven tak pergi ke manapun
"Tidak aku sedang mengerjakan sesuatu tapi aku sudah memesan makanan tadi Bagaimana makan siangmu dengan Sofia dan yang lainnya." tanya Steven
"Makan siangnya sih berjalan lancar hanya saja tadi kami melihat Damar dengan seorang wanita sehingga kakak Sheila marah dan memukul Damar." ucap Anisa
"Benarkah, pasti Sheila sangat terpukul." ucap Steven, kakak benar kakak Sheila sangat sedih ." ucap Anisa
Sementara Sofia dan dinda baru saja kembali ke rumah sakit untuk kembali bekerja
Hari menjelang sore damar di bawa oleh beberapa orang menuju Bandara
Waktu berlalu dengan cepat kini sudah seminggu berlalu sekarang Sheila tampak baik-baik saja tidak seperti pada awal-awal kejadian apalagi tak ada kabar apapun dari Damar membuat Sheila yakin Damar memang berniat memutuskan hubungan dengan dirinya akhirnya Sheila mengirimkan cincin pertunangan yang di berikan damar ke alamat rumahnya
Di belahan bumi lain tampak seorang wanita yang baru saja pulang berlibur tampak seorang pria menjemputnya "hai sayang bagaimana liburannya." tanya Daren, luar biasa, sayang kalau kita bulan madu sebaiknya kita ke sana." ucap Alisa, Daren mengangguk lalu mereka berjalan keluar menuju mobil Daren
"Sayang aku sudah berpikir saat kau pergi liburan bagaimana kalau secepatnya kita menikah aku sudah tak sabar lagi membina hubungan rumah tangga denganmu ." ucap Daren
"Benarkah sayang aku juga ingin secepatnya menikah denganmu." ucap Alisa penuh kebahagiaan
"Baiklah Bagaimana jika aku langsung mengatakan maksud ku ke pada ayahmu hari ini agar kita bisa secepatnya menikah." ucap Daren dengan senyuman licik di wajahnya, Alisa sangat bahagia karena Daren akan segera menikahi dirinya
Sebulan berlalu pernikahan Daren dan Alisa akhirnya berlangsung dengan meriah, tampak Alisa dan Daren sangat bahagia sementara itu Di sebuah bandara tampak seorang pria harus bersabar karena cuaca yang ekstrim tak bisa membuatnya terbang dia terpaksa harus menginap di hotel dekat Bandara padahal dia ingin menghadiri pernikahan anak pamannya tapi apa mau di kata
keesokan harinya akhirnya Aron naik pesawat sedangkan Alisa dan Daren mereka naik jet pribadi ke sebuah pulau untuk berbulan madu, tampak Aron yang tiba di bandara langsung di Jemput oleh Baroto, "selamat datang tuan Daren." ucap baroto
"Paman tau tidak Maslah yang pasti kau tiba dengan selamat di sini itu sudah membuat paman sangat bahagia." ucap tuan baroto, Aron dan Paman Baroto kemudian masuk ke mobil, sopir langsung melajukan kendaraan tersebut menuju kediaman tuan Broto,Tampak mobil tersebut memasuki kediaman baroto udara yang tersenyum melihat kediaman tersebut yang merupakan kediaman kakeknya dia tumbuh di tempat itu dan tak ada yang berubah dari tempat itu saat udara masuk ke rumah semuanya tampak sama membuat Aron tersenyum sumringah
"Sebaiknya kau istirahat terlebih dahulu Paman ingin berbicara denganmu saat makan malam, kamarmu masih sama." ucap baroto
"Terima kasih Paman telah menjagaku dan menjaga segala-galanya bahkan rumah Ini paman jaga dengan baik aku sangat berterima kasih pada Paman entah apa yang terjadi jika Paman tak ada." ucap Aron
"Untuk apa kau terima kasih pada paman ini semua tidak ada apa-apanya di bandingkan bantuan Kakek mu, paman yang seharusnya berterima kasih pada kakekmu jika bukan karena kakekmu Paman sudah mati bersama istri dan anak pertama paman, jika kakek mu tak menolong kami saat terjadi kecelakaan maut tersebut apalagi aku tak punya apa-apa saat itu, untung ada kakekmu yang membayar semuanya dan bahkan memberi aku pekerjaan yang layak." ucap Baroto
"Itu kan masa lalu pokoknya aku berterima kasih aja kepada Paman Baiklah paman aku akan beristirahat kita akan berbicara saat makan malam." ucap Aron lalu berjalan menuju kamarnya tampak dari melihat kamarnya yang seperti dulu saat dia tinggalkan semua foto kenangannya masih tertata rapi bahkan kamar tersebut terkunci dan hanya akan dibersihkan saat dibuka dan kunci tersebut selalu dipegang oleh Baroto tak ada yang pernah masuk ke sana
Daren dan Alisa sudah sampai di pulau di mana mereka akan berbulan madu "sayang pulau ini sangat indah." ucap Alisa
"Tentu saja Sayang kita akan menikmati bulan madu Di sini selama satu minggu lalu kita akan kembali." ucap Daren
Tampak malam telah datang tuan baroto sudah duduk di meja makan tak berselang lama dari muncul dan duduk di meja makan tersebut, "Paman sudah bercerita padamu bahwa sementara waktu mengetikkan posisi Paman karena Paman sedang sakit jadi Paman ingin yang akan menjalankan perusahaan aku akan bicara dengan Aron tentang dirimu dan siapa pemilik perusahaan tersebut." ucap Baroto
"Besok kita akan masuk ke perusahaan aku sudah menghubungi seluruh pemegang saham kita akan mengadakan rapat untuk memperkenalkan mu pada para pemegang saham." ucap baroto
"Tapi Apa tidak sebaiknya kita menunggu suami Alyssa dulu lalu berbicara dengannya." ucap Aron
"Tidak perlu apalagi memang dia hanya sementara menggantikan aku dan aku tak pernah berkata Dia akan menjadi CEO perusahaan dan aku sudah berkata kepada Alisa bahwa dia mempunyai seorang kakak yang bernama Daren dan dia yang akan mengantikan ku, kau ingin hidup biasa saja tapi kau harus tahu kakekmu meninggalkan semua itu untuk masa depanmu jadi kau harus bisa menghargai apa yang di berikan Kakek mu." ucap Baroto
"Baiklah paman aku akan mengikuti semua yang Paman katakan." ucap Aron, tampak baroto dan Aron makan malam bersama dengan canda tawa
Keesokan paginya tampak Baroto sudah bersiap-siap akan ke perusahaan Sementara itu di kamar Aron tampak sudah berpakaian rapi Aron, langsung keluar menuju meja makan tampak Tuan baroto juga ada di sana, "kau terlihat sangat tampan kau mirip sekali dengan kakekmu Ayo kita makan lalu kita pergi ke perusahaan." ucap tuan Baroto, "baiklah paman." ucap Aron lalu sarapan.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya