
"Bagaimana apa yang dikatakan oleh kakak Samuel apakah dia akan datang untuk makan siang dengan Abraham." tanya Dinda dengan riang
"Apa kau yakin ayahmu akan menerima Abraham untuk menjadi pasangan mu, setahuku ayah kita semua 11-12." ucap Sheila
"Kalian juga tahu kan kelemahan ayah kita adalah ibu kita jadi aku mempunyai cara jitu agar ayahku tak bisa melakukan apapun pada orang yang aku sukai apalagi Kakek dan neneku sangat menyayangi ku membuat ayahku berpikir keras dulu takutnya dulu aku memliki kekasih untungnya dulu aku sangat takut kakakku Dino dan para pria tak ada yang berani mendekati ku karena Dino sehingga ayahku selalu menggunakan Kakak Dino untuk membuat ku takut tapi saat ini Dino sedang bertugas di militer membuatnya harus pergi ke daerah konflik sehingga aku bisa berkencan dengan bebas karena aku sudah meminta ijin pada ibuku apalagi Abraham langsung memintaku kepada ibuku dan sampai saat ini ayahku belum mengetahui hubungan ku dengan Abraham karena sedang sibuk menyelesaikan perusahan kakek di negara D tapi ibu ku berkata dia akan mendukung ku ." ucap Dinda
"Wah ternyata kau sangat beruntung aku yakin walaupun Dino pulang dia pasti akan setuju dengan Abraham." ucap Sheila
"Oh iye kakak Sofia sebenarnya apa yang terjadi kata ibumu setelah kembali sepertinya kau menjadi orang berbeda dari sebelumnya apakah ada sesuatu yang terjadi saat kau bertugas." tanya Dinda
Sofia mengembuskan nafasnya kasar lalu melihat kedua orang wanita yang tumbuh bersamanya sejak kecil "aku bingung harus berkata apa pada kalian berdua tapi aku memliki seseorang yang harus aku lindungi ." ucap Sofia
Tampak Sheila dan Dinda saling berpandangan lalu melihat ke arah Sofia "jangan katakan bahwa kakak telah menemukan pria yang tepat sebagai pendamping kakak tapi dia hanya orang biasa yang tidak mengetahui tentang keluarga huges dan identitas kakak, kakak tahu Kakak berbeda dari kita kakak adalah putri satu-satunya dan pewaris satu-satunya dari keluarga huges yang di pilih oleh kakek apalagi paman pasti tak akan dengan mudah merestui kakak bisa saja pria tersebut bisa hilang tiba-tiba jika sampai semua ini bocor kakak harus memiliki kedudukan yang baik untuk bisa menyokong pria tersebut agar dapat diterima oleh anggota keluarga huges, kakak pasti tahu bagaimana Samuel dan Steven walaupun mereka terlihat dingin dan cuek tapi begitu berhubungan dengan kakak Sofia mereka akan menjadi serigala yang tak terkalahkan, sebaiknya ini jangan sampai kita bahas lagi cukup Kakak Sofia yang tahu lakukan apa yang terbaik kami akan selalu mendukung." ucap Dinda, Sheila lantas mengangguk setuju
Sofia melihat Dinda dan Sheila yang sepertinya sudah tumbuh semakin dewasa dia mengerti apa maksud dari kata-kata Dinda tak mudah memang memiliki pilihan sendiri bagi dirinya yang merupakan seseorang yang sangat berpengaruh di keluarganya apalagi saham yang paling besar ada di tangannya sebagai hak paten di mana 50% saham keluarga huges atas nama Sofia sementara kakaknya Steven dan Samuel hanya mendapatkan masing-masing 25% saja dan semua itu ada di wasiat kakek Stuart sebelumnya bahwa jika dia memiliki Cicit perempuan maka asetnya 50% akan diberikan kepada cicitnya tersebut sehingga bisa dikatakan harta keluarga huges sepenuhnya adalah milik Sofia itulah bagi pria yang menikahi Sofia termasuk pria yang akan sangat beruntung
"Terima kasih tak bertanya lebih jauh aku hanya bisa mengatakan hal tersebut entahlah apa yang harus aku lakukan sekarang aku sedang berpikir untuk melakukan sesuatu agar ayah dan yang lain bisa menerima pria yang aku pilih kalau ibu dan nenek aku yakin mereka berdua pasti akan menerimanya tapi kakekku, ayahku, Steven dan Samuel aku tak yakin pada mereka walaupun mereka di hadapanku tersenyum dan berkata iya tapi di belakangku mereka pasti akan mengupas tuntas tentang pria tersebut hingga ke akar-akarnya jika satu kesalahan saja mereka dapatkan atau satu berita yang buruk maka pria itu bisa menjadi sasaran empuk untuk mereka." ucap Sofia
Jadi apa yang akan kau lakukan kau tak mungkin selamanya merahasiakan semau ini bagaimana jika kau mengatakan yang sejujurnya pada ibumu saja tentang apa yang terjadi setidaknya ibumu adalah ras terkuat saat ini ayahmu pasti tak akan berkutik di hadapannya tapi kalau di belakang entahlah, setidaknya jika ibumu tau yang terjadi dia bisa sedikit memberikan solusi dan melindungi pria tersebut." ucap Dinda memberi solusi
Sofia tersenyum terimakasih karena mau mendengarkan ku dan selalu ada untuk ku, sebaiknya kita keluar aku yakin Steven dan Samuel akan segera pulang." ucap Sofia lalu ketiga wanita tersebut keluar dari kamar dengan wajah cerah secerah mentari sementara di meja makan tampak Anisa yang sedang mencicipi kue yang di berikan Kikan sebagai makan penutup
"Tampak Sofia, Dinda dan Sheila sudah berada di dekat meja makan, Anis kau habis makan apa." tanya Dinda, "oh aku hanya makan puding yang di berikan ibu sambil menunggu makan siang untuk mengganjal perutku agar tak kelaparan." ucap bohong Anisa
"Benarkah aku pikir kau akan makan terlebih dahulu tanpa menunggu kami, tapi itu piring siapa ." tanya Sheila saat melihat piring yang belum di bawa ke dapur
"Aku juga tak tau piring itu tadi sudah ada saat aku datang." ucap Anisa, tiba-tiba seorang pelayan datang dari dapur langsung berdiri di samping meja makan maaf nona Anisa bolehkah aku ambil piring makan nona untuk aku bawa ke dapur." ucap pelayan yang tadi membawakan nasi untuk Anisa, hal tersebut membuat Anisa sedikit malu karena sudah berbohong
"Astaga kau menipu kami aku yakin kau pasti sengaja mengatakan belum makan agar ikut makan bersama-sama kami, astaga kenapa tidak jujur saja lagi pula kau makan sepuluh piring pun kami pasti tak akan protes karena kau sedang hamil jadi porsi makan mu pasti berbeda." ucap Sofia
"He he he aku sedikit malu karena terus-menerus makan tapi aku sangat ingin makan jika berada di sini mungkin bawah orok suka masakan neneknya." ucap Anisa menjadi bayinya tameng
Dari luar tampak mobil Steven yang baru saja terparkir sempurna di halaman depan, Steven langsung masuk ke dalam rumah dengan riang di ikuti Dion di belakangnya.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya