My Wife My Hero

My Wife My Hero
46.11 12



Sementara itu di kediaman Bima tampak seorang dokter datang dan langsung disambut oleh mama Nadia dengan senyuman yang merekah, tempat keduanya langsung masuk ke dalam kamar Steven dan Anisa


Steven yang terus berada di samping Anisa tanpa khawatir dengan keadaan istri yang tiba-tiba mual dan tiba-tiba pingsan, tampak dokter dan mama Nadia masuk ke dalam kamar Steven langsung berdiri agak menjauh dari istrinya agar dokter bisa memeriksa keadaan istrinya


Dokter tersebut tampak mengeluarkan beberapa alat setelah memeriksa perut Nadia dokter tersebut tersenyum "sepertinya dugaanmu benar tapi untuk meyakinkan sebaiknya lakukan tes kehamilan dan nanti datanglah ke klinik untuk memeriksa keadaan janinnya." ucap dokter tersebut sambil menatap ke arah mama Nadia


Spontan mama Nadia memeluk sang dokter "terima kasih aku sangat bahagia." ucap mama Nadia lalu memeluk Steven yang sedikit bingung dipeluk oleh Mama mertuanya "jadi mama Apa penyakit Anisa." tanya Steven


"Penyakit yang membuat mama bahagia begitupun ibumu, Aku ingin mengantar dokter untuk pulang dulu kau tunggu di sini." ucap mama Nadia lalu mengantar dokter tersebut keluar


Sementara Abraham yang baru saja datang untuk melihat keadaan Anisa tampak melihat ke arah Steven "Ada apa Kenapa wajahmu seperti orang kebingungan." tanya Abraham


"Aku bingung dengan jawaban Mama tadi aku bertanya apa penyakit Anisa Tapi mau mengatakan penyakit yang membuat Mama bahagia begitupun ibuku." ucap Steven


Abraham berpikir sejenak ibunya bahagia jika ia memiliki cucu jangan-jangan adiknya saat ini sedang hamil pikir Abraham "apakah mungkin saat ini Anisa sedang hamil." ucap Abraham


Steven melihat ke arah Abraham lalu melihat ke arah Anisa "Apa kau yakin." tanya Steven


Belum juga Abraham menjawab tiba-tiba mama Nadia masuk dengan senyuman yang mereka Baiklah biarkan Anisa istirahat, saat ini Anisa kemungkinan sedang hamil kita akan tau setelah dia bangun dan kita akan melakukan tes kehamilan." ucap mama Nadia


Steven tampak mematung mendengar bahwa istrinya Anisa sedang hamil dia bingung harus berbuat apa tak ada kata dan tak terlukiskan kebahagiaan di hatinya, karena dia memang berharap Anisa segera hamil


"Nak Kenapa kau mematung seperti itu apa kau tak bahagia kau baik-baik saja kan." tanya Mama Nadia saat melihat tak ada reaksi dari Steven setelah mendengar hal tersebut


Steven yang mendengar perkataan Ibu mertuanya langsung menatap ke arah Ibu mertuanya lalu mengangkat mama Nadia memeluknya dan dan memeluknya lalu memutar-mutar ibu mertuanya dengan penuh kebahagiaan membuat mama Nadia tertawa tapi hal itu dilihat oleh seorang pria yang baru saja masuk ke kamar Nadia dengan wajah kesal bercampur marah dengan gerakan cepat dia menghentikan Steven yang sedang memeluk sambil memutar-mutar mama Nadia


"lepaskan istriku berani aku menyentuh istriku sambil memeluknya seperti itu." ucap Bima langsung mengambil istrinya dari pelukan Bima


"Sayang Apa yang kau lakukan menantuku hanya sangat bahagia karena istrinya sedang hamil Ada Apa denganmu menantumu sendiri kau cemburu." ucap mama Nadia


"Jangankan sama menantuku, ayahmu dan putraku sendiri kalau dia memelukmu aku pasti cemburu." ucap Bima sementara Abraham hanya bisa menepuk jidat melihat tingkah laku ayahnya yang tak pernah berubah sejak dia kecil hingga dewasa, jika memeluk seseorang mama Nadia di hadapan ayahnya ayahnya akan merasa cemburu


"Sudah lepaskan pelukan mu mengganggu kebahagiaan orang saja." ucap mama Nadia


"Jadi Anisa benar sedang hamil." tanya Bima, "tadi saat dokter memeriksanya Sepertinya begitu tapi kami sedang menunggu Anisa siuman untuk melakukan tes." ucap mama Nadia


Melihat putri bungsunya lalu menghembuskan nafasnya kasar kemudian menatap menantunya Steven, "kau jika sampai terjadi sesuatu pada putriku aku akan membuatmu menyesal seumur hidup." ucap Bima lalu pergi begitu saja dari kamar tersebut, semua orang tampak terdiam mendengar perkataan Bima Steven hanya mengangguk karena Bima sudah keluar dari ruangan tersebut


Tampak Bima kembali ke ruang kerjanya begitu sampai di ruang kerjanya Bima kemudian menelepon bawahannya "batalkan kontrak dengan Lita berikan dia uang yang telah aku janjikan tapi ingat katakan padanya untuk jangan pernah kembali ke kota ini apapun Yang terjadi atau dia akan merasakan akibatnya." ucap Bima lalu menutup sambungan telepon kemudian kembali duduk di kursi kebesarannya


Sementara Lita yang masih di sebuah ruangan langsung keluar dari ruangan tersebut saat menerima sebuah panggilan telepon yang penting "halo Ada apa Tuan." hubungi ku tanya Lita


"Mulai hari ini kau bebas uang yang tuan ku janjikan padamu sudah ditransfer karena silakan tinggalkan kota ini dan jangan pernah kembali lagi ke sini kalau sampai tuanku mengetahui kau kembali ke sini maka kau tak akan pernah bisa melihat dunia lagi." ucap bawahan Bima


Lita sangat terkejut Mendengar hal tersebut, baik tuan aku tak akan kembali ke kota ini terimakasih." ucap Lita lalu menutup telepon, sebuah pesan masuk begitu melihat saldo rekeningnya kita tampak kegirangan Karena tanpa bekerja dia mendapatkan uang yang sangat banyak


"Akhirnya aku bisa membalas perbuatan wanita itu padaku aku akan pastikan dia merasakan akibat yang tak pernah dia bayangkan." ucap Lita lalu pergi begitu saja meninggalkan gedung tersebut menuju ke apartemen untuk mengambil barang-barangnya lalu berangkat ke luar negeri seperti janjinya


Sementara itu di sebuah markas tepatnya di ruang kerja Mr D tampak Sofia yang baru saja masuk ke dalam ruangan tersebut dengan senyuman Mr D menyambutnya


"Ada apa Paman mencariku sepertinya sesuatu yang sangat penting." tanya Sofia yang sudah berada di hadapan Mr D


"Apa kau baik-baik saja bagaimana hari-harimu." tanya Mr D, "baik-baik saja Paman oh iya tadi paman aku melihat aman keluar dari ruang kerja ayah sepertinya Paman tidak baik-baik saja Apakah ada sesuatu yang terjadi." tanya Sofia


"Tidak ada yang terjadi sayang semua baik-baik saja paman dan ayahmu hanya membicarakan tentang sesuatu oh iya Bagaimana dengan latihanmu Apakah kau rutin berlatih." tanya Mr D


"Iya paman seperti perintah paman aku selalu berlatih." ucap Sofia


Baiklah Paman ingin mengatakan sesuatu padamu Paman ingin kau masuk ke dunia bawah tanah seorang diri tanpa bantuan siapapun dan rebutlah posisi ketua di salah satu geng bawah tanah ingat waktumu hanya satu bulan." ucap Mr D


Sofia terdiam ini sesuatu yang berat baginya karena dunia bawah tanah adalah dunia yang sangat berbahaya tapi dia sudah mempelajari semuanya sejak dulu dan pernah ke dunia bawah tanah tanpa seizin ayahnya ataupun Mr D merebut posisi ketua bukanlah hal yang mudah


"Baiklah paman aku akan ke sana dan menyelesaikan ujian ini." ucap Sofia, "Baiklah kau berlatihlah selama satu minggu ini untuk mempersiapkan mental mu setelah itu Kau boleh pergi ke dunia bawah tanah." ucap Mr D, langsung mengangguk lalu memberi hormat pada Mr di kemudian keluar dari ruangan Mr D.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya